Apa saja yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Siapa Presiden PKS 2025-2030?
- Bagaimana mekanisme pemilihan Presiden PKS?
- Bagaimana rekam jejak Almuzzammil Yusuf di PKS?
- Apa target PKS di bawah kepemimpinan Almuzzammil Yusuf?
- Apakah PKS akan mendulang suara lebih banyak di bawah kepengurusan baru?
Siapa Presiden PKS 2025-2030?
Musyawarah I Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2025-2030 diikuti 66 anggota Majelis Syura yang digelar di MD Building PKS, Jakarta, 3-4 Juni 2025, memutuskan memilih Almuzzammil Yusuf sebagai Presiden PKS menggantikan Ahmad Syaikhu.
Musyawarah I Majelis Syura PKS itu juga menetapkan Mohamad Sohibul Iman sebagai Ketua Majelis Syura 2025-2030 menggantikan Salim Segaf Aljufri.
Sohibul Iman merupakan kader senior PKS yang pernah menduduki sederet posisi strategis. Sohibul Iman pernah menjadi Presiden PKS pada 2015-2020 menggantikan Anis Matta. Sohibul Iman juga sempat menduduki posisi Wakil Ketua Majelis Syura PKS 2020-2025.
Bagaimana mekanisme pemilihan Presiden PKS?
Tidak seperti partai-partai politik lain yang memilih ketua umum pada forum musyawarah tertinggi, seperti muktamar, musyawarah nasional, atau kongres, PKS punya mekanisme sendiri dalam pemilihan presiden. Di PKS, posisi presiden setara dengan ketua umum.
Mekanisme penetapan Presiden PKS diawali dengan Pemilihan Raya (Pemira) untuk memilih Majelis Syura 2025-2030. Tahun ini, Pemira digelar pada 31 Mei 2025. Sekitar 75.000 kader yang memiliki hak pilih dari seluruh wilayah di Indonesia memberikan suara secara bergantian sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pemira itu digelar untuk memilih 66 dari 200 calon anggota Majelis Syura PKS 2025-2030.
Setelah terpilih, 66 anggota Majelis Syura menggelar musyawarah pertama dengan agenda memilih Ketua Majelis Syura. Selanjutnya, Majelis Syura memilih dan menetapkan presiden PKS.
Bagaimana rekam jejak Almuzzammil Yusuf di PKS?
Almuzzammil bukanlah orang baru di PKS. Karier politiknya pertama kali dibangun dengan bergabung di PKS.
Mengutip laman resmi Fraksi PKS DPR, Almuzzammil juga tercatat terlibat sebagai salah satu deklarator terbentuknya PKS pada 2002. Sebelumnya, partai ini dikenal dengan Partai Keadilan sejak berdiri pada 1998.
Selama PKS berdiri, Almuzzammil telah dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, baik di partai maupun di DPR. Almuzzammil pernah menjabat sebagai Wakil Presiden DPP PKS pada 2004. Sebelum ditunjuk menjadi Presiden PKS 2025-2030, ia terakhir pernah menjadi Ketua DPP PKS Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Di DPR, Almuzzammil pernah menduduki berbagai posisi penting, antara lain Wakil Ketua Komisi III DPR (2005-2007 dan 2012-2014), Wakil Ketua Baleg DPR (2007-2009), Wakil Ketua Komisi II DPR (2015-2017), dan Wakil Ketua Fraksi PKS di MPR (2014-2019 dan 2019-2024). Saat ini, ia menjadi anggota Komisi XIII DPR dan menjadi Ketua Fraksi PKS di MPR.
Apa target PKS di bawah kepemimpinan Almuzzammil Yusuf?
Dalam keterangan resmi perdananya sebagai Presiden PKS, Kamis (5/6/2025), di kantor DPP PKS, Jakarta, Almuzzammil menyampaikan komitmen untuk memenuhi target penambahan raihan suara sekaligus kursi parlemen pada Pemilu 2029. Untuk itu, ia akan melibatkan lebih banyak lagi kader muda dalam kepengurusan partai selama lima tahun ke depan.
Komitmen itu salah satunya ditunjukkan dengan menunjuk Muhammad Kholid sebagai Sekretaris Jenderal PKS. Kholid yang masih berusia 39 tahun pernah menjadi juru bicara partai dan dikenal mempunyai kemampuan personal yang mumpuni.
Almuzzammil optimistis kombinasi semangat kader muda dan pengalaman kader senior dapat membawa PKS untuk meraih hasil yang lebih baik pada Pemilu 2029.
Apakah PKS akan mendulang suara lebih banyak di bawah kepengurusan baru?
Hadirnya generasi muda dalam kepengurusan memang dapat memberikan peluang bagi PKS untuk menggaet pemilih muda yang mendominasi di Pemilu 2024.
Meskipun demikian, menurut Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro, pelibatan kader muda di kepengurusan baru itu tidak menjamin elektabilitas PKS akan meningkat di Pemilu 2029. Kerja-kerja nyata untuk memperluas basis pemilih mutlak dibutuhkan agar perolehan suara dapat meningkat. Apalagi, persaingan di pileg dan pilpres sangat ketat karena setiap parpol menghadirkan tokoh-tokoh muda dan populer untuk menjadi vote getter.
Apa saja yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Siapa Presiden PKS 2025-2030?
- Bagaimana mekanisme pemilihan Presiden PKS?
- Bagaimana rekam jejak Almuzzammil Yusuf di PKS?
- Apa target PKS di bawah kepemimpinan Almuzzammil Yusuf?
- Apakah PKS akan mendulang suara lebih banyak di bawah kepengurusan baru?
Siapa Presiden PKS 2025-2030?
Musyawarah I Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2025-2030 diikuti 66 anggota Majelis Syura yang digelar di MD Building PKS, Jakarta, 3-4 Juni 2025, memutuskan memilih Almuzzammil Yusuf sebagai Presiden PKS menggantikan Ahmad Syaikhu.
Musyawarah I Majelis Syura PKS itu juga menetapkan Mohamad Sohibul Iman sebagai Ketua Majelis Syura 2025-2030 menggantikan Salim Segaf Aljufri.
Sohibul Iman merupakan kader senior PKS yang pernah menduduki sederet posisi strategis. Sohibul Iman pernah menjadi Presiden PKS pada 2015-2020 menggantikan Anis Matta. Sohibul Iman juga sempat menduduki posisi Wakil Ketua Majelis Syura PKS 2020-2025.
Bagaimana mekanisme pemilihan Presiden PKS?
Tidak seperti partai-partai politik lain yang memilih ketua umum pada forum musyawarah tertinggi, seperti muktamar, musyawarah nasional, atau kongres, PKS punya mekanisme sendiri dalam pemilihan presiden. Di PKS, posisi presiden setara dengan ketua umum.
Mekanisme penetapan Presiden PKS diawali dengan Pemilihan Raya (Pemira) untuk memilih Majelis Syura 2025-2030. Tahun ini, Pemira digelar pada 31 Mei 2025. Sekitar 75.000 kader yang memiliki hak pilih dari seluruh wilayah di Indonesia memberikan suara secara bergantian sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pemira itu digelar untuk memilih 66 dari 200 calon anggota Majelis Syura PKS 2025-2030.
Setelah terpilih, 66 anggota Majelis Syura menggelar musyawarah pertama dengan agenda memilih Ketua Majelis Syura. Selanjutnya, Majelis Syura memilih dan menetapkan presiden PKS.
Bagaimana rekam jejak Almuzzammil Yusuf di PKS?
Almuzzammil bukanlah orang baru di PKS. Karier politiknya pertama kali dibangun dengan bergabung di PKS.
Mengutip laman resmi Fraksi PKS DPR, Almuzzammil juga tercatat terlibat sebagai salah satu deklarator terbentuknya PKS pada 2002. Sebelumnya, partai ini dikenal dengan Partai Keadilan sejak berdiri pada 1998.
Selama PKS berdiri, Almuzzammil telah dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, baik di partai maupun di DPR. Almuzzammil pernah menjabat sebagai Wakil Presiden DPP PKS pada 2004. Sebelum ditunjuk menjadi Presiden PKS 2025-2030, ia terakhir pernah menjadi Ketua DPP PKS Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Di DPR, Almuzzammil pernah menduduki berbagai posisi penting, antara lain Wakil Ketua Komisi III DPR (2005-2007 dan 2012-2014), Wakil Ketua Baleg DPR (2007-2009), Wakil Ketua Komisi II DPR (2015-2017), dan Wakil Ketua Fraksi PKS di MPR (2014-2019 dan 2019-2024). Saat ini, ia menjadi anggota Komisi XIII DPR dan menjadi Ketua Fraksi PKS di MPR.
Apa target PKS di bawah kepemimpinan Almuzzammil Yusuf?
Dalam keterangan resmi perdananya sebagai Presiden PKS, Kamis (5/6/2025), di kantor DPP PKS, Jakarta, Almuzzammil menyampaikan komitmen untuk memenuhi target penambahan raihan suara sekaligus kursi parlemen pada Pemilu 2029. Untuk itu, ia akan melibatkan lebih banyak lagi kader muda dalam kepengurusan partai selama lima tahun ke depan.
Komitmen itu salah satunya ditunjukkan dengan menunjuk Muhammad Kholid sebagai Sekretaris Jenderal PKS. Kholid yang masih berusia 39 tahun pernah menjadi juru bicara partai dan dikenal mempunyai kemampuan personal yang mumpuni.
Almuzzammil optimistis kombinasi semangat kader muda dan pengalaman kader senior dapat membawa PKS untuk meraih hasil yang lebih baik pada Pemilu 2029.
Apakah PKS akan mendulang suara lebih banyak di bawah kepengurusan baru?
Hadirnya generasi muda dalam kepengurusan memang dapat memberikan peluang bagi PKS untuk menggaet pemilih muda yang mendominasi di Pemilu 2024.
Meskipun demikian, menurut Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro, pelibatan kader muda di kepengurusan baru itu tidak menjamin elektabilitas PKS akan meningkat di Pemilu 2029. Kerja-kerja nyata untuk memperluas basis pemilih mutlak dibutuhkan agar perolehan suara dapat meningkat. Apalagi, persaingan di pileg dan pilpres sangat ketat karena setiap parpol menghadirkan tokoh-tokoh muda dan populer untuk menjadi vote getter.