Putin Minta Maaf atas Jatuhnya Azerbaijan Airlines

Meski menyampaikan permintaan maaf, Putin tidak mengakui, Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines.

29 Des 2024 07:35 WIB · Internasional

Oleh Muhammad Samsul Hadi

MOSKWA, MINGGU — Presiden Rusia Vladimir Putin, Sabtu (27/12/2024), meminta maaf kepada Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev atas insiden jatuhnya pesawat maskapai Azerbaijan, Azerbaijan Airlines, di Kazakhstan beberapa hari lalu. Meski meminta maaf, Putin tidak mengakui Moskwa bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan 38 orang itu.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Putin di tengah menguatnya dugaan Azerbaijan Airlines jatuh akibat tertembak sistem pertahanan Rusia yang berupaya menangkis serangan pesawat-pesawat nirawak (drone) Ukraina di dekat Grozny, ibu kota Chechnya, Rusia. Azerbaijan Airlines jatuh di dekat kota Aktau, Kazakhstan, Rabu (27/12/2024), setelah mengalihkan rute dalam penerbangan dari Baku, Azerbaijan, menuju Grozny.

”Vladimir Putin menyampaikan permintaan maaf bahwa insiden tragis itu terjadi di wilayah udara Rusia dan sekali lagi menyampaikan belasungkawa yang dalam kepada keluarga korban jatuhnya pesawat serta berharap para korban luka-luka segera pulih,” demikian pernyataan Kremlin, seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS, Sabtu.

Pernyataan terpisah Kremlin, Sabtu, menyebutkan, pada Rabu lalu sistem pertahanan udara di dekat Bandar Udara Grozny menembakkan rudal-rudalnya saat insiden terjadi, sementara pilot Azerbaijan Airlines berulang kali berupaya mendaratkan pesawat di sana. Tidak disebutkan secara eksplisit, apakah salah satu dari rudal pertahanan udara itu menghantam Azerbaijan Airlines atau tidak.

Kremlin juga mengatakan, Rusia menggelar penyelidikan kriminal atas insiden tersebut. Terkait dengan hal itu, sejumlah jaksa Pemerintah Azerbaijan telah tiba di Grozny untuk ambil bagian dalam penyelidikan tersebut. Menurut Kremlin, pihak-pihak terkait dari Rusia, Azerbaijan, dan Kazakhstan mengadakan penyelidikan bersama-sama atas insiden jatuhnya Azerbaijan Airlines.

Seperti diberitakan, pesawat Embraer 190 yang dioperasikan Azerbaijan Airlines dengan nomor penerbangan J2-8243 terbang dari Baku menuju Grozny saat tiba-tiba berbelok arah ratusan kilometer menyeberangi Laut Kaspia dan jatuh saat berupaya mendarat di Aktau, Kazakhstan. Sebanyak 29 penumpang selamat, tetapi 38 orang tewas.

Infografik Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines

Menurut pejabat Kazakhstan, penumpang Azerbaijan Airlines dalam insiden tersebut adalah 42 warga negara Azerbaijan, 16 warga negara Rusia, 6 warga negara Kazakhstan, dan3 warga negara Kirgistan.

Aliyev telepon Putin

Menurut pernyataan yang dirilis kantor pers Kepresidenan Azerbaijan, Presiden Aliyev menelepon Putin dan menyampaikan bahwa Azerbaijan Airlines ”terkena masalah teknis dan fisik dari luar”. Aliyev tidak menyinggung soal sistem pertahanan udara.

Menurut Aliyev, ada sejumlah lubang di badan pesawat. Selain itu, beberapa penumpang mengalami cedera ”akibat penetrasi partikel-partikel dari luar ke dalam kabin di tengah penerbangan”.

Aliyev menambahkan, tim beranggotakan para ahli internasional telah memulai penyelidikan atas inisiatif Azerbaijan. Sebelumnya, kantor Kejaksaan Agung Azerbaijan mengonfirmasi, para penyelidik asal Azerbaijan telah berada dan bekerja di Grozny.

Azerbaijan Airliner Crash

Pada Jumat lalu, seorang pejabat AS dan seorang menteri Azerbaijan mengeluarkan pernyataan secara terpisah, menyebut jatuhnya Azerbaijan Airlines akibat hantaman senjata dari luar. Pernyataan keduanya menguatkan pendapat sejumlah pakar penerbangan bahwa pesawat itu jatuh akibat hantaman sistem pertahanan udara Rusia yang merespons serangan Ukraina.

Para penumpang dan kru pesawat yang selamat mengungkapkan kepada media Azerbaijan bahwa mereka mendengar suara keras di pesawat saat pesawat berkeliling di udara di atas Grozny.

Dmitry Yadrov, Kepala Penerbangan Sipil Rusia, Rosaviatsia, Jumat, mengatakan, pesawat tersebut sedang berupaya mendarat di Grozny yang tengah diselimuti kabut tebal, sementara drone-drone Ukraina ditembakkan ke kota itu, memaksa otoritas Grozny menutup bandar udara dari lalu lintas udara. Menurut Yadrov, sang pilot dua kali gagal mendaratkan pesawat dan ditawari mendarat di bandara-bandara lain, tetapi ia memilih terbang menuju Aktau.

Sebelumnya, menyebut bukti awal yang tidak dijelaskan, Rosaviatsia mengatakan bahwa tabrakan dengan burung menjadi penyebab Azerbaijan Airlines mendarat darurat. Belakangan, Azerbaijan Airlines menyebut ”gangguan fisik dan teknis” sebagai penyebab jatuhnya pesawat. Tidak disebutkan, gangguan itu berasal dari mana.

Jika terbukti Azerbaijan Airlines jatuh akibat tertembak rudal Rusia, insiden itu menjadi peristiwa kecelakaan pesawat penerbangan sipil yang menelan banyak korban terkait konflik Ukraina-Rusia. Sebelumnya, pesawat Malaysia Airlines atau MH 17 jatuh di Ukraina timur akibat rudal darat ke udara milik Rusia pada Juli 2014, menewaskan keseluruhan 298 orang di pesawat.

Infografik MH17 Pesawat Malaysia Airlines Jatuh Ditembak di Ukraina

Rusia menolak bertanggung jawab dalam insiden tersebut. Pengadilan di Belanda tahun 2022 menyatakan bersalah terhadap dua warga Rusia dan seorang warga Ukraina pro-Rusia atas peran mereka menembakkan sistem pertahanan udara yang dibawa dari Rusia itu.

Pada Jumat lalu, maskapai Azerbaijan Airlines mengumumkan penangguhan penerbangan ke lebih dari delapan kota di Rusia, termasuk Grozny dan kota terdekat Makhachkala. Maskapai Kazakhstan, Qazaq Air, juga menangguhkan penerbangan dari Astana ke Yekaterinburg, Rusia, selama sebulan.

Begitu pula dengan Turkmenistan Airlines yang menangguhkan penerbangan ke Moskwa setidaknya selama sebulan atas pertimbangan keselamatan. Maskapai Israel, El Al, telah mengumumkan lebih dulu penangguhan penerbangan ke Moskwa terkait ”perkembangan-perkembangan di wilayah udara Rusia”. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Editor:

Antonius Tomy Trinugroho
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .