Putra Tri Ramadani jadi pemanjat ”lead” Indonesia pertama yang lolos final Piala Dunia saat tampil tidak di hadapan publik sendiri. Aksi impresifnya tumbuhkan asa.
06 Sep 2025 12:57 WIB · Olahraga
KOPER, SABTU — Pemanjat tebing Indonesia disiplin lead, Putra Tri Ramadani, untuk pertama kalinya menembus babak final pada seri Piala Dunia. Apabila Putra bisa mempertahankan penampilan impresifnya di seri Koper, Slovenia, ini, bukan tidak mungkin dia akan menciptakan sejarah dengan mempersembahkan medali pertama lead di Piala Dunia.
Putra memastikan tiket ke final perdananya di Piala Dunia setelah menempati peringkat keempat dari 24 peserta pada babak semifinal, Sabtu (6/9/2025) dini hari WIB. Pemanjat asal Jawa Timur ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada babak final setelah dua atlet lainnya, M Rizky Simatupang dan Sukma Lintang Cahyani, terhenti pada babak kualifikasi. Pertandingan final akan dilaksanakan pada Sabtu waktu setempat atau Minggu (7/9/2025) pukul 02.00 WIB.
Putra sebelumnya lolos ke semifinal setelah menempati peringkat kesembilan pada babak kualifikasi, Jumat (5/9/2025) siang WIB. Hanya pemanjat peringkat 24 besar kualifikasi yang bisa melaju ke semifinal.
Pada babak semifinal, Putra melanjutkan penampilan impresifnya. Pemanjat berusia 19 tahun ini mengawali aksinya dengan melakukan observasi kolektif atas rute pemanjatan selama enam menit bersama 23 atlet lain. Namun, mereka tidak diizinkan mencoba rute itu.
Bekal sebagai peringkat kesembilan kualifikasi membuat Putra memiliki banyak waktu berpikir soal rute di ruang isolasi. Perlombaan babak semifinal diawali dari peserta urutan terbawah hingga teratas dalam daftar peringkat kualifikasi.
Putra pun tampil meyakinkan dan penuh percaya diri. Juara disiplin lead di Kejuaraan Asia Remaja 2024 di Jamshedpur, India, ini bahkan menjadi pemanjat pertama di semifinal yang mampu mencapai volume (pegangan) ke-40.
Ini merupakan salah satu volume yang menantang. Tangan kanan Putra harus memegang pegangan di atas kepala, tangan kirinya di samping dada, sedangkan kaki kanan dan kiri juga bertumpu pada dua tempat berbeda.
Ketika berusaha mengencangkan pijakan kaki kiri, Putra lantas terjatuh. Hanya tiga pemanjat yang bisa melewati volume tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/02/c688772a-4fe1-4108-8ad2-ae7bf7b1281e_jpg.jpg)
Juara Piala Dunia seri Koper edisi 2024, Toby Roberts (Britania Raya), dan peraih emas panjat tebing kombinasi di Olimpiade Tokyo 2020, Alberto Gines Lopez (Spanyol), terjatuh ketika hendak mencapai pegangan ke-41. Roberts menempati posisi kedua, sedangkan Lopez ketiga.
Tidak ada pemanjat yang bisa mencapai puncak. Sorato Anraku (Jepang), yang memuncaki peringkat semifinal, hanya bisa mencapai 41+. Artinya, dia terjatuh saat hendak mencapai volume ke-42.
Dengan hasil semifinal itu, apabila mampu mempertahankan performa impresifnya, bukan tidak mungkin Putra bersaing dengan delapan finalis lainnya untuk meraih medali. Ini akan jadi tonggak sejarah karena menjadi medali pertama di Piala Dunia dari disiplin lead.
Pencapaian terbaik lead di Piala Dunia adalah meloloskan atlet ke babak final. Raviandi Ramadhan memulainya dengan menembus final dalam debutnya di Piala Dunia 2022 Jakarta.
Saat kembali jadi tuan rumah Piala Dunia pada 2025 di Bali, Indonesia berhasil mengirim wakilnya lagi di final. Kala itu, M Rizky Simatupang mencapainya meski bisa dibilang tidak terlalu diunggulkan melihat hasil kualifikasi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/10c488b2-3699-4ea7-aa91-dc2cf9f38b51_jpg.jpg)
Putra menjadi atlet pertama Indonesia disiplin lead yang lolos ke final saat tampil tidak di hadapan publik sendiri. Bagi Putra, ini juga merupakan final pertamanya dalam total lima keikutsertaannya di Piala Dunia.
Dalam tiga seri Piala Dunia sebelumnya yang diikuti pada 2025, langkah Putra selalu terhenti pada babak semifinal. Salah satunya ketika tampil di Piala Dunia seri Bali pada Mei lalu.
Pada babak kualifikasi, Putra bahkan menempati peringkat ke-8. Namun, penampilannya antiklimaks di semifinal lantaran gugup dan konsentrasinya buyar. Alhasil, dia pun finis pada paling buncit.
Pelatih tim panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, mengatakan, mulai 2025, para atlet lead Indonesia memasuki fase baru dalam program latihan mereka. Fase tersebut adalah berlatih agar bisa bersaing.
Dengan demikian, mereka lebih sering diikutkan ke ajang-ajang internasional dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya adalah menambah jam terbang dan mengasah kemampuan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/29/bbd1ce21-83e1-40f1-9d49-e65c9bedae4a_png.png)
Program ini merupakan bagian dari program menuju Olimpiade Los Angeles 2028 yang dimulai sejak 2020. Apalagi tiga disiplin panjat tebing, yakni speed, boulder, dan lead, akan dilombakan terpisah di LA 2028.
Sebelumnya, di Olimpiade Tokyo 2020, hanya ada satu medali untuk setiap atlet putra dan putri karena cuma satu nomor yang dilombakan, yakni kombinasi antara boulder, lead, dan speed. Jumlah ini meningkat di Olimpiade Paris ketika boulder dan lead masuk dalam nomor kombinasi, sedangkan speed dilombakan terpisah.
Di Indonesia, lead dan boulder memang masih kalah pamor dari speed. Meski begitu, para atlet dari dua disiplin ini sudah mulai menuai sorotan lantaran prestasi mereka.
Berbeda dengan disiplin speed yang bisa berlangsung hanya dalam hitungan detik, perlombaan lead dan boulder biasanya berjalan lebih lama. Pada perlombaan lead, atlet hanya diberikan satu kesempatan untuk memanjat jalur dengan tingkat kesulitan tertentu sampai puncak dinding setinggi 15 meter dalam waktu enam menit.
Apabila tidak ada yang mencapai puncak, pemenang ditentukan dari siapa pemanjat yang mampu mencapai titik poin paling tinggi antara satu hingga 50.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan