Putri Kusuma Wardani memenangi babak kedua All England. Dia akan menantang juara bertahan, An Se-young, di perempat final.
05 Mar 2026 20:38 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
BIRMINGHAM, KAMIS — Sebelum babak kedua digelar, Indonesia sudah mengantongi dua tiket perempat final All England. Tiket itu bertambah dengan lolosnya Putri Kusuma Wardani.
Putri mencapai perempat final pertamanya di All England setelah tersingkir pada babak kedua, setahun lalu. Di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Kamis (5/3/2026), satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia itu mengalahkan Kim Ga-eun (Korea Selatan) dengan skor 25-23, 21-15.
Lawannya pada perempat final, Jumat, adalah pemain nomor satu dunia asal Korea Selatan yang juga juara bertahan, An Se-young. Di babak kedua, An menang atas Lin Hsiang Ti (Taiwan), 21-15, 21-11.
Pada waktu yang sama dengan tampilnya Putri, Jonatan Christie tampil pada babak kedua melawan Lin Chun Yi. Namun, Jonatan tak bisa mengikuti langkah Putri setelah dikalahkan pemain Taiwan tersebut, 19-21, 12-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/05/bee34940b34f0e7227f26d134210abc4-WhatsApp_Image_2026_03_05_at_19.38.13.jpeg)
Sebelum kedua pemain tunggal itu tampil, Indonesia sudah memiliki dua tiket perempat final dengan terjadinya pertemuan sesama pemain pelatnas Cipayung di ganda putra dan campuran. Pemiliknya ditentukan melalui pertandingan yang berlangsung Kamis malam dan Jumat dini hari waktu Indonesia.
Di ganda putra, persaingan senior dan yunior terjadi antara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Meski berpengalaman menjuarai All England bersama partner sebelumnya, Fajar/Fikri selalu kalah dari Raymond/Nikolaus dalam dua pertemuan lain, yaitu di final Australia Terbuka 2025 dan perempat final Indonesia Masters 2026.
Sementara ganda campuran mempertemukan dua pasangan yang baru kali ini tampil di All England, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Jafar/Felisha, pasangan yang lebih muda, unggul 3-2, termasuk menang dalam pertemuan terakhir pada babak pertama Hong Kong Terbuka 2025.
Perempat final yang dicapai Putri sama seperti pada turnamen Super 1000 lain pada Januari, yaitu Malaysia Terbuka. Ketika itu, dia disingkirkan salah satu tunggal putri top dunia, Chen Yu Fei.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/05/659ea3af1f38a803b8be3dac3eb78cff-WhatsApp_Image_2026_03_05_at_19.38.11.jpeg)
Di Birmingham, Putri akan menghadapi tantangan serupa ketika berhadapan dengan An. Putri sudah bisa mencapai fase-fase akhir kejuaraan besar, seperti ketika tampil di semifinal Kejuaraan Dunia 2025, tetapi dia masih kesulitan mengalahkan tunggal putri top dunia.
Atlet peringkat keenam dunia itu belum bisa mengalahkan lima pemain di atasnya, yaitu An, Wang Zhi Yi, Chen, Akane Yamaguchi, dan Han Yue. Melawan An, misalnya, Putri selalu kalah dalam delapan pertemuan.
Statistik tersebut membuatnya bertekad bermain tanpa beban di perempat final. ”Pasti saya juga penasaran karena sudah banyak bertemu An, tetapi hanya bisa mengambil satu gim (dua dari 18 gim). Saya tidak mau banyak berpikir, yang penting, sebelum shuttlecock jatuh harus dikejar,” tutur Putri.
An datang ke Birmingham dengan dua gelar juara dari dua turnamen pada 2026, yaitu Malaysia dan India Terbuka. Sebanyak 11 gelar yang dikumpulkan pada 2025 membuatnya berlari sendirian di garis depan, tanpa pesaing kuat di tunggal putri.
Dengan rekor tersebut, pola pikir bermain tanpa beban yang akan dibawa Putri ke lapangan adalah pilihan terbaik. Cara tersebut mengantarkan atlet Jepang, Riko Gunji, ke babak kedua setelah mengalahkan Han, sebagai unggulan kelima, di babak pertama. Riko mengatakan, dia berposisi sebagai penantang sehingga tak punya beban apa pun.
Ketika Putri bisa menjangkau perempat final pertama di All England, Jonatan kembali gagal di fase awal seperti ketika tersingkir pada babak kedua pada 2025. Kekalahan dari Lakhsya Sen, setahun lalu, membuat Jonatan tak bisa mempertahankan gelar juara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/05/80da4ea68ceb48f75836dbe9d473cd13-WhatsApp_Image_2026_03_05_at_19.38.47.jpeg)
Kali ini, kekalahan tunggal putra ranking keempat dunia itu dialami dari pemain yang terakhir menjadi lawannya sebelum tiba di Birmingham. Lin, tunggal putra nomor dua Taiwan setelah Chou Tien Chen, mengalahkan Jonatan di final India Terbuka, 18 Januari, dengan skor 10-21, 18-21.
Sebelum bertemu di All England, kedua pemain sudah lima kali bersaing pada 2023 dan 2025. Jonatan memenangi tiga pertemuan pertama yang selalu berlangsung dalam tiga gim, tetapi Lin menang dalam dua pertemuan berikutnya, masing-masing, dalam dua gim. Kekalahan dua gim (lagi) bertambah di All England.
”Walau hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan, saya rasa saya sudah melakukan yang terbaik. Lin Chun Yi bermain sangat baik juga, sementara saya beberapa kali menerapkan strategi yang tidak tepat. Dia bermain jauh lebih cepat dan punya beberapa variasi pukulan yang menyulitkan. Secara keseluruhan, ada hal yang bisa dievaluasi lagi,” tutur Jonatan yang gagal meneruskan hasil baik setelah mencapai semifinal Malaysia Terbuka dan final India Terbuka.
Selain Jonatan dan Putri, delapan wakil Indonesia lainnya tampil pada babak kedua pada Kamis tengah malam hingga Jumat dini hari waktu Indonesia. Di samping pertandingan antar-rekan latihan di pelatnas, mereka yang berusaha mendapat tiket perempat final adalah Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, serta dua ganda putri, yaitu Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar