BULU TANGKIS

Alwi Farhan Mewujudkan Mimpinya di All England

Dua tunggal putra Indonesia memenangi babak pertama All England dalam laga tiga gim. Salah satu dari mereka adalah Alwi Farhan yang menjalani debut di turnamen ini.

05 Mar 2026 07:20 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

BIRMINGHAM, RABU — Di antara berbagai mimpi dan target Alwi Farhan, salah satunya dia wujudkan pada Rabu (4/3/2026) di Inggris. Alwi tampil di All England untuk pertama kalinya dan memenangi babak pertama.

Atlet berusia 20 tahun itu mengawali langkahnya di All England saat berhadapan dengan Ayush Shetty, pemain India yang bersaing dengan Alwi sejak era yunior. Pertandingan antara sesama debutan All England di Utilita Arena, Birmingham, itu dimenangi Alwi dengan skor 19-21, 21-9, 21-17.

Alwi mewakili tunggal putra Indonesia bersama seniornya, Jonatan Christie, yang lolos ke babak kedua, juga melalui kemenangan tiga gim. Jonatan mengalahkan Jia Heng Jason Teh (Singapura), 21-11, 10-21, 21-15.

All England pertama ini dijalani Alwi sebagai tunggal putra ranking ke-14 dunia. Posisinya yang berada di atas Shetty (ranking ke-22) memperlihatkan bahwa Alwi berkembang lebih baik dibandingkan tunggal putra nomor dua India itu.

Alwi Farhan, tunggal putra Indonesia, melakukan ”jumping smash” pada babak pertama All England saat melawan Ayush Shetty (India) di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Rabu (4/3/2026). Alwi menang 19-21, 21-9, 21-17.

Pada masa yunior, mereka tiga kali bertemu antara 2021-2023 dan Alwi unggul 2-1. Salah satu kemenangan didapat dalam semifinal Kejuaraan Dunia Yunior 2023 di Spokane, Amerika Serikat, ketika Alwi akhirnya menjadi juara.

Atlet lain yang berdiri di podium ketika itu adalah Hu Zhe An (China) yang dikalahkan Alwi di final dan Alex Lanier yang menempati ranking kedelapan dunia saat ini.

Quote

Suatu kehormatan dan kebanggaan bisa bermain di All England, mimpi yang menjadi kenyataan. Saya merasakan atmosfer yang berbeda.

Beranjak dari yunior, Alwi bersaing pada turnamen BWF World Tour dan baru menjalaninya secara penuh pada 2025. Paruh kedua tahun tersebut dijalani dengan cukup baik, di antaranya dengan menjuarai Makau Terbuka Super 300 yang merupakan gelar pertama di BWF World Tour.

Alwi juga mencapai babak ketiga Kejuaraan Dunia, semifinal Kumamoto Masters Super 500, perempat final Perancis Terbuka Super 750, dan mendapat medali emas SEA Games Thailand 2025.

Di awal 2026, dia meningkatkan levelnya dengan menjuarai turnamen Super 500. Alwi menjuarai Indonesia Masters, Januari.

Reaksi Alwi Farhan saat menjuarai Daihatsu Indonesia Master 2026 setelah menundukkan pemain Thailand Panitchaphon Teeraratsakul dua gim langsung. Skornya pun telak, 21-5-216.

Menjadi juara di hadapan publik sendiri menjadi cita-cita Alwi setelah mewujudkan keinginan menjuarai Makau Terbuka. Dua bulan setelah Indonesia Masters, Alwi mencapai mimpi yang lain, tampil di All England, turnamen bulu tangkis paling prestisius.

”Alhamdulillah pastinya. Suatu kehormatan dan kebanggaan bisa bermain di All England, mimpi yang menjadi kenyataan. Saya merasakan atmosfer yang berbeda,” kata Alwi, yang akan melawan unggulan ketujuh, Chou Tien Chen, pada babak kedua.

Meski demikian, ada catatan yang dibawa Alwi untuk berhadapan dengan Chou, Kamis. Dia kehilangan gim pertama meski unggul 15-10 hingga 19-17. Alwi tak dapat mempertahankan momentum ketika pertandingan tertunda beberapa kali karena Shetty memerlukan perawatan akibat lutut yang berdarah.

Untuk melawan atlet yang lebih berpengalaman, Alwi harus memperbaiki kekurangan tersebut. Apalagi, Chou adalah pemain ulet yang bisa bertahan dalam menjalani pertandingan berdurasi lama.

Chou mengalahkan Alwi dalam dua pertemuan sebelumnya, yaitu pada perempat final Hong Kong dan Australia Terbuka 2025. Selain menjadi hal positif bagi Chou, dua pertemuan itu bisa menjadi bekal bagi Alwi karena dia bisa bermain tiga gim.

Jonatan Christie, tunggal putra Indonesia, memenangi babak pertama All England di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Rabu (4/3/2026). Jonatan mengalahkan Jia Heng Jason Teh (Singapura).

Sebelum Alwi bermain, Jonatan membuka penampilan tunggal putra Indonesia. Meski sulit, juara All England 2024 ini bisa mengatasi kendala kok yang berat dan melaju pelan. Kondisi ini membuatnya harus bersabar pada setiap reli karena sulit mendapat poin dalam sekali serangan.

Namun, Jonatan mengatakan bahwa dia sudah siap dengan semua tantangan berkat latihan intensif setelah India Terbuka, Januari. Dia melewatkan Indonesia Masters untuk fokus pada persiapan All England.

Selain itu, perjalanan hingga semifinal Malaysia Terbuka dan final India Terbuka, dalam dua pekan beruntun, menguras energi hingga pemain ranking keempat dunia itu perlu memulihkan kondisi.

Di final India Terbuka, Jonatan kalah dari Lin Chun Yi (Taiwan) yang akan menjadi lawan pada babak kedua di Birmingham. Hasil tersebut serta kondisi yang terjadi pada persaingan tunggal putra menjadi alarm waspada bagi Jonatan dan juga Alwi.

Pada babak pertama yang berlangsung pada Selasa, tiga dari delapan unggulan tersingkir. Mereka adalah Shi Yu Qi (1), Anders Antonsen (3), dan Lanier (8).

Britain All England Open Badminton

”Pada turnamen besar, tekanan pasti ada, apalag, pertandingan pembuka selalu tidak mudah. Atlet masih harus beradaptasi dengan persaingan sekarang yang jauh lebih merata. Banyak pemain bagus, siapa pun bisa menang. Jadi, memang harus menganggap setiap partai itu adalah partai final,” tutur Jonatan.

Laga terlama

Persaingan tunggal putra pada hari kedua turnamen tidak diwarnai kejutan, tetapi menyajikan persaingan ketat. Salah satu big match, antara Loh Kean Yew dan Kodai Naraoka, berlangsung 1 jam 33 menit, yang menjadi babak pertama terlama di All England tahun ini. Loh menang dengan skor 14-21, 21-19, 24-22.

Alwi dan Jonatan menjadi bagian dari tujuh wakil Indonesia yang memenangi babak pertama, Rabu. Satu-satunya yang kalah adalah ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.

Kemenangan didapat dua ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, yang juga menjalani debut di All England.

Siti Fadia Silva Ramdhanti, pemain ganda putri Indonesia, mengembalikan kok pada babak pertama All England di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Rabu (4/3/2026). Fadia/Amallia Cahaya Pratiwi lolos ke babak kedua.

Dua ganda putri Indonesia juga menang, yaitu Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Pada babak kedua, mereka akan berhadapan dengan unggulan. Fadia/Amallia akan melawan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (5), sementara Febriana/Meilysa berhadapan dengan Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (6).

Febriana/Meilysa mendapat perlawanan ketat pasangan Ukraina, Polina Buhrova/Yevheniia Kantemyr, pada babak awal. Mereka menang dengan selisih skor tipis, 19-21, 21-15, 21-19.

Unggulan tersingkir lagi

Seperti hari pembuka, hari kedua turnamen diwarnai tersingkirnya pemain unggulan. Lima unggulan tersisih dari persaingan tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri.

Han Yue, yang merupakan unggulan kelima tunggal putri, kalah dari Riko Gunj, 22-20, 17-21, 18-21. Unggulan ketujuh, Ratchanok Intanon, juga kalah, tetapi karena cedera. Intanon mundur pada gim kedua saat melawan Yeo Jia Min pada skor 21-12, 6-11.

Britain Badminton

”Saya bermain tanpa beban karena status saya adalah penantang. Saya membawa pola pikir itu saat bertanding,” kata Gunji dalam laman resmi BWF.

Di ganda putri, Li Yi Jing/Luo Xu Min (7) disingkirkan Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva. Pasangan China itu menjadi unggulan ganda putri yang pertama tersingkir.

Adapun di ganda putra, kekalahan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (4) menambah kekalahan Sabar/Reza (7). Rankireddy/Shetty dipulangkan oleh salah satu dari delapan pasangan Malaysia, Aaron Tai/Kang Khai Xing, dengan skor 21-23, 12-21.

”Kami sangat senang bisa memenangi pertandingan karena ini merupakan All England pertama kami. Kami tidak punya ekspektasi terlalu tinggi, hanya mencoba menikmati dan bermain seperti apa yang sudah dilatih,” ujar Kang, juara dunia yunior 2024 bersama Tai.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti