Rafael Nadal, Hidup dengan Cedera

Rafael Nadal sangat jarang bertanding dalam kondisi tanpa cedera. Kelainan pada kaki kiri dan gaya bermain fisikal menjadi kombinasi penyebabnya.

22 Nov 2024 17:49 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

Cedera tak terpisahkan dari kehidupan atlet. Tubuh mereka ”dipaksa” menjalani latihan dengan intensitas dan frekuensi yang lebih berat dalam program terstruktur dan sistematis demi prestasi. Hal ini berbeda dengan olahraga yang dilakukan orang nonatlet, baik untuk target kesehatan maupun rekreasi.

Atlet profesional, seperti petenis, tak hanya berolahraga saat bertanding. Sebelum menjalani musim kompetisi baru, yang biasanya dimulai pada pekan terakhir Desember tahun sebelumnya, petenis menjalani latihan prakompetisi. Fase ini adalah yang terberat karena fokus membangun kekuatan dan daya tahan fisik.

Petenis biasanya mulai menjalani latihan tersebut sekitar November atau Desember setelah satu musim kompetisi berakhir pada Oktober. Bagi beberapa petenis yang harus tampil dalam turnamen Final ATP/WTA dan Piala Davis/Piala Billie Jean King, agenda mereka berakhir pada pekan ketiga November.

Padatnya jadwal tersebut, apalagi harus menjalani turnamen di belasan negara, membuat petenis memiliki waktu terbatas untuk memulihkan cedera. Maka, yang bisa dilakukan sesuai prinsip dalam olahraga prestasi adalah membuat atlet bisa tampil maksimal dengan kondisi yang ada.

Pilihan lain, yang disesuaikan dengan kondisi atlet, target, dan rekomendasi dokter, adalah memulihkan cedera semaksimal mungkin dengan konsekuensi harus absen dari kejuaraan selama waktu tertentu. Cara operasi biasanya menjadi pilihan terakhir karena membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.

Rafael Nadal, petenis yang paling sering cedera, lebih sering memilih pemulihan dengan cara terapi, salah satunya terapi platelet-rich plasma (PRP). Ini adalah terapi medis yang memanfaatkan komponen darah pasien sendiri untuk mempercepat penyembuhan jaringan.

Gambaran lokasi cedera yang dialami Rafael Nadal.

Petenis Spanyol itu mengalami cedera pada semua bagian tubuh yang penting saat berlatih dan bertanding dalam intensitas tinggi, seperti lutut, paha, pergelangan kaki, pergelangan tangan, bahu, dan perut.

Akan tetapi, pemberitaan tentang prosedur operasi yang dijalani Nadal sedikit. Dia menjalani operasi untuk mengatasi gangguan pada pergelangan kaki kanan di akhir 2018. Operasi tersebut dilakukan untuk membuang tulang yang tumbuh yang membuat Nadal selalu kesakitan.

Operasi lainnya dilakukan pada 2021, kali ini pada pergelangan kaki kiri. Lalu, pada pertengahan 2023, Nadal menjalani operasi pinggul kiri.

Akibat cedera yang terus berulang, Nadal batal tampil, setidaknya pada 12 Grand Slam. Dia bahkan batal menjalani debut pada turnamen profesional level tertinggi tersebut, yaitu ketika mengalami cedera bahu kiri sebelum Perancis Terbuka 2003.

Selain itu, petenis dengan 22 gelar Grand Slam itu berkali-kali mengundurkan di tengah pertandingan. Dia gagal mempertahankan gelar juara Australia Terbuka 2009 karena mundur pada perempat final saat melawan Andy Murray. Nadal mundur pada set ketiga karena cedera lutut kanan.

Pada turnamen yang sama, Nadal tak bisa menyelesaikan perempat final 2018 saat pertandingan berjalan pada set kelima. Dia mundur saat berhadapan dengan Marin Cilic pada skor 6-3, 3-6, 7-6 (5), 2-6, 0-2. Cedera paha kanan mengalahkan semangat Nadal.

Spain's Rafael Nadal receives treatment from a trainer during his quarterfinal against Croatia's Marin Cilic at the Australian Open tennis championships in Melbourne, Australia, Tuesday, Jan. 23, 2018. (AP Photo/Dita Alangkara)

Di Wimbledon 2022, dia menyerahkan tiket final secara gratis kepada Nick Kyrgios. Cedera otot perut membatalkan semifinal Nadal melawan petenis Australia tersebut.

Pada 2012, untuk pertama kalinya, dia absen dari turnamen untuk waktu lama, yaitu sejak Juni 2012 hingga Januari 2013. Nadal melewatkan empat turnamen ATP Masters 1000, Olimpiade London 2012, Grand Slam Amerika Serikat Terbuka, Final ATP, dan Piala Davis 2012, lalu Grand Slam Australia Terbuka 2013.

Semua pengalaman tersebut tak termasuk ketika harus bertanding dalam kondisi cedera. Dia menjuarai Australia dan Perancis Terbuka 2022 dengan cedera telapak kaki kiri yang membuatnya absen di Wimbledon dan AS Terbuka tahun sebelumnya.

Kelainan kaki kiri

Di antara bagian tubuh yang pernah cedera, Nadal sangat sering mengalaminya pada kaki kiri, mulai dari telapak kaki, engkel, lutut, hingga paha. Cedera pada satu titik memang bisa berdampak pada bagian tubuh yang lain ketika tak menjalani pemulihan dengan maksimal, tetapi tuntutan untuk berlatih dan bertanding tak bisa dihindari.

Selain itu, gaya permainan fisikal sangat berpengaruh pada munculnya cedera di tubuh petenis berjulukan ”Raja Lapangan Tanah Liat” itu. Nadal bisa tampil pada satu pertandingan hingga sekitar lima jam dengan gaya main yang sama, mengejar bola ke mana pun dalam posisi sulit meski harus melakukan sprint.

Oleh kompetitornya, Nadal dikenal sebagai petenis paling kompetitif. Dia akan memberikan segalanya tak hanya dalam pertandingan, tetapi juga dalam latihan.

Rafel Nadal dirawat oleh pelatih personalnya saat jeda pertandingan semifinal grand slam Amerika Serikat Terbuka melawan Juan Martin Del Potro, di New York, AS, pada 7 September 2018. Nadal mengundurkan diri karena cedera otor perut dan lutut kanan, has pulled out of the season-ending ATP Finals because of an abdominal injury. Nadal announced Monday, Nov. 5 on Twitter that he is done for the year, citing the same stomach muscle issue that forced him to withdraw from last week's Paris Masters. He added that he also would have surgery on his right ankle so he can start 2019 healthy. Nadal hasn't competed since he retired from his U.S. Open semifinal because of a painful right knee.  (AP Photo/Seth Wenig, File)

Pada usia tujuh tahun, Nadal menjalani latihan lima kali setiap pekan selama 1,5 jam per hari. Program itu bertambah hingga enam jam (di lapangan dan tempat latihan kebugaran) pada usia 15 tahun.

Nadal pun sering mendorong dirinya untuk tampil hingga limit kemampuannya, bahkan secara tak disadari melebihinya. Namun, karakter itu ternyata berdampak buruk pada tubuhnya.

Kondisi lain yang menyulitkannya adalah kelainan bawaan pada telapak kaki kiri yang disebut Muller Weiss Syndrome. Salah satu bagian tulang telapak kakinya terlambat mengeras pada masa kecil. Oleh karena sindrom ini tergolong kelainan degeneratif, rasa sakitnya terus berulang hingga dewasa. Saat berlatih dan bertanding, Nadal harus menggunakan insole tambahan yang dibuat dengan bentuk dan ukuran khusus di sepatunya.

Kondisi langka ini pernah membuat dokter menyatakan bahwa Nadal hanya bisa tampil di arena tenis profesional hingga usia 19 tahun. Nadal frustrasi mendengar itu. Sementara ayahnya, Sebastian Nadal, menghiburnya dengan mengatakan bahwa dia bisa beralih menjadi atlet golf profesional.

Nadal akhirnya memilih tetap di tenis, dunia yang telanjur dicintainya. Oleh karena tak ingin dikalahkan kelainan pada kaki dan cedera, tak jarang dia harus bertanding dengan mengonsumsi pain killer, obat untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri.

Rekor-rekor Rafael Nadal

Toni Nadal, paman yang juga pelatih Nadal selama 27 tahun, pernah menjelaskan itu kepada Sebastian yang merupakan adiknya. Pada turnamen tertentu, Nadal harus dipaksakan tampil meski sambil membawa cedera.

”Seandainya pada masa lalu, Rafael lebih banyak lagi absen dari turnamen karena cedera, jumlah gelar juara Grand Slam-nya mungkin lebih sedikit delapan hingga sembilan gelar dari saat ini,” tutur Toni.

Selain memakai pain killer, Nadal juga bermodalkan karakternya untuk bertahan selama 23 tahun di arena tenis profesional, yaitu kegigihan. Nadal menjalani Australia Terbuka 2022 setelah enam bulan sebelumnya absen dari turnamen karena cedera telapak kaki kiri dan baru pulih dari Covid-19 saat terinfeksi virus itu pada Desember 2021.

Quote

Saya mengikuti filosofi olahraga sepanjang karier, yaitu mencoba sebaik mungkin hingga selesai, seberapa pun peluang yang dimiliki. (Rafael Nadal)

Peluang menjadi juara sebenarnya tipis. Apalagi, saat melawan Daniil Medvedev di final, Nadal kehilangan dua set awal dan tertinggal 2-3 (0-40) pada set ketiga dalam format pertandingan best of five sets. Namun, Nadal bertahan hingga menjadi juara setelah bertanding selama 5 jam 24 menit.

Spain's Rafael Nadal plays a forehand return to Norway's Casper Ruud during their men's singles final match on day fifteen of the Roland-Garros Open tennis tournament at the Court Philippe-Chatrier in Paris on June 5, 2022. (Photo by Christophe ARCHAMBAULT / AFP)

Pada Grand Slam berikutnya, Perancis Terbuka, Nadal juga juara sambil menahan rasa sakit sepanjang turnamen. Sehari setelah mengalahkan Casper Ruud di final, dia berjalan menggunakan kruk.

Nadal kembali memperlihatkan dedikasinya di tengah cedera saat bertanding di Australia Terbuka 2023. Cedera pada pinggul kiri membuatnya berjongkok dan meringis kesakitan saat melawan Mackenzie McDonald pada babak kedua. Istri Nadal, Maria Francisca Perello, yang duduk di tribune tim, menangis melihat suaminya yang kemudian menjalani perawatan di luar lapangan.

Tim pelatih dan orangtua Nadal memintanya mengundurkan diri, tetapi dia tidak melakukannya. Nadal pun kalah 4-6, 4-6, 5-7.

”Sebagai juara bertahan, saya tak ingin meninggalkan lapangan tanpa menyelesaikan pertandingan. Saya mengikuti filosofi olahraga sepanjang karier, yaitu mencoba sebaik mungkin hingga selesai, seberapa pun peluang yang dimiliki. Rasanya lebih baik mengakhiri pertandingan seperti tadi, tentu saja sambil berusaha menghindari cedera yang lebih parah,” kata Nadal.

Meskipun berusaha menjaga pikirannya tetap positif dan telah terbiasa menghadapi cedera, mental Nadal hancur saat itu. ”Terkadang, saya frustrasi, lelah, dan sulit menerima kondisi seperti ini. Ini adalah momen dan hari yang berat,” tuturnya.

Setelah momen itu, Nadal absen dari turnamen selama 18 bulan. Dia berkompetisi kembali di Perancis Terbuka 2024 dengan harapan bisa melangkah jauh karena lapangan tanah liat Roland Garros, Paris, merupakan zona nyamannya. Namun, undian mempertemukannya dengan Alexander Zverev pada babak pertama dan Nadal kalah.

Spain's Rafael Nadal waves during a tribute to his career at the end of the quarter-final doubles match between Netherlands and Spain during the Davis Cup Finals at the Palacio de Deportes Jose Maria Martin Carpena arena in Malaga, southern Spain, on November 19, 2024. Superstar Rafael Nadal's glittering career in professional tennis came to an end on November 19, 2024 as Netherlands eliminated Spain in the Davis Cup quarter-finals. (Photo by JORGE GUERRERO / AFP)

Penggemar tenis dan jurnalis tenis internasional menduga, Nadal akan mengucapkan perpisahan di Roland Garros karena pada 2023 dia sempat berucap akan pensiun pada 2024. Namun, dia menolak acara perpisahan yang disiapkan panitia Perancis Terbuka dan mengatakan kemungkinan akan kembali pada 2025.

Toni bercerita, karena hidup dalam cedera sepanjang karier dan terbiasa mengatasinya, Nadal memang sempat ragu untuk pensiun. Namun, dia akhirnya sadar tak akan bisa tampil kompetitif pada level yang diinginkan jika tetap bertanding.

Maka, melalui media sosial pada 10 Oktober, Nadal mengumumkan akan mengakhiri kariernya pada November 2024. Dia pun benar-benar mengucapkan selamat tinggal pada dunia tenis internasional setelah menjalani pertandingan terakhirnya pada ajang Piala Davis di negaranya sendiri, 19 November.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono