PIALA DUNIA 2026

Ramalan ”El Maestro” Mbappe Menjadi Kenyataan

Di usia 14 tahun, Kylian Mbappe meramal dirinya akan jadi maestro sepak bola. Rekor demi rekor dia cetak, termasuk pencetak gol terbanyak Perancis, 58 gol.

17 Jun 2026 14:00 WIB · Olahraga

AFP/CHARLY TRIBALLEAU

Oleh Agung Setyahadi

Kylian Mbappe Lottin baru lahir lima bulan setelah Perancis menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 1998 silam. Mbappe kecil mengisi waktunya dengan sekolah dan berlatih sepak bola. Dia terus memupuk mimpi menjadi bintang dunia, seperti idolanya, Cristiano Ronaldo.

Karier Mbappe melesat bak meteor, membawa Perancis meraih gelar kedua Piala Dunia di usia 19 tahun, mencetak hattrick di final Piala Dunia 2022 di usia 23 tahun. Kini, di usia 27 tahun, Mbappe menjadi top scorer Perancis, sekaligus menjadi pesaing peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026.

”Saya sangat senang dan gembira bisa membuat sejarah untuk negara saya,” ujar Mbappe seusai mencetak brace dalam kemenangan 3-1 Perancis atas Senegal di Grup I Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026) dini hari waktu Indonesia.

”Ini sesuatu yang selalu ingin saya lakukan meskipun kita tahu mengapa kita berada di sini. Jadi, saya akan punya waktu untuk memikirkan semua hal ini setelah saya berhenti bermain,” lanjut Mbappe.

”Kami ingin terus menulis halaman terbesar dalam sejarah tim nasional Perancis. Kami tahu jalannya masih panjang, tetapi kami siap,” ucap pemain Real Madrid itu kemudian.

Mbappe sudah meramalkan kegemilangan kariernya saat berusia 14 tahun, tidak lama setelah dia bergabung dengan akademi sepak bola AS Monako. Dia dan rekan-rekannya mendapat tugas mendesain sampul majalah olahraga.

France's head coach Didier Deschamps congratulates his forward #10 Kylian Mbappe after scoring his team's first goal during the 2026 World Cup Group I football match between France and Senegal at the New York/New Jersey Stadium in East Rutherford on June 16, 2026.  (Photo by FRANCK FIFE / AFP)

Mereka memilih desain majalah Time dengan foto Mbappe dengan tulisan ”El Maestro” alias ”Sang Maestro”. Desain itu bak ramalan yang menjadi kenyataan. Dia menjelma bintang sepak bola dunia dan menjadi sampul majalah Time pada Oktober 2018 dengan judul ”Para Pemimpin Masa Depan”.

Meredam ego

Ramalan itu belum berhenti karena Mbappe terus berkembang, semakin matang dan tajam. Ia kini memasuki babak baru, belajar meredam ego. Musim ini, dia menjadi sorotan di Real Madrid karena dituding sebagai biang kerok dari kegagalan meraih trofi akibat keegoisannya di lapangan.

Ego itu dibaca oleh Pelatih Perancis Didier Deschamps. Pita kapten diberikan kepada Mbappe sejak 2023 dengan harapan sang bintang bisa lebih dewasa dan menyatukan skuad ”Les Bleus” berjaya di Piala Dunia 2026.

Langkah awal Mbappe di Piala Dunia ini sangat mentereng dengan mencetak brace dalam laga melawan Senegal. Dua gol Mbappe itu menempatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak di tim nasional Perancis dengan 58 gol hanya dalam 99 laga.

Quote

Dia adalah orang yang sangat egois. Tetapi, begitu mendapatkan ban kapten, dia tahu dia harus menjadi pemimpin sejati.

Dia melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Olivier Giroud dengan 57 gol. ”Selamat, Kylian. Saya turut berbahagia untuk dia,” kata Giroud yang menjadi pandit di BBC One.

Rekor itu sudah diperkirakan sebelumnya karena performa Mbappe yang bersinar terang dan menjadi tumpuan utama Les Bleus.

Infografik Daftar Pencetak Gol Terbanyak Perancis

”Masuk akal, itu sudah diperkirakan. Dia akan mengalahkan setiap rekor—jumlah pertandingan dan gol. Saya pikir dia bisa dengan mudah mencapai 100 gol dan mungkin (memecahkan) rekor Piala Dunia Miroslav Klose. Dia memberikan penampilan luar biasa di Piala Dunia dan laga-laga besar,” ujar Giroud.

”Dia adalah seorang pemimpin dan Anda bisa melihat, sejak usia muda, dia sangat tenang. Dia sudah dewasa untuk anak seusianya. Dia adalah rekan satu tim yang baik, memiliki bakat luar biasa dan saya pikir dia adalah pemimpin yang tepat di dalam dan di luar lapangan,” ujar mantan striker Arsenal itu.

Dua gol Mbappe ke gawang Senegal di laga pertama Grup I itu sekaligus menambah koleksi golnya di Piala Dunia dengan 14 gol. Dia hanya terpaut dua gol dari rekor Klose dan Lionel Messi yang mencetak gol ke-14, 15, dan 16 di Piala Dunia berkat hattrick saat Argentina melibas Aljazair, 3-0, di Grup J.

Sepatu Emas

Kini, Mbappe juga masuk dalam persaingan meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Posisi pencetak gol terbanyak, hingga 17 Juni, masih dipegang Messi dengan tiga gol. Lalu, ada enam pemain dengan dua gol, yaitu Mbappe, Erling Haaland, Folarin Balogun, Yasin Ayari, Kai Havertz, dan Elijah Just.

Kegemilangan karier Mbappe merupakan buah kerja keras panjang sejak kecil di bawah bimbingan ayah dan ibunya yang mantan atlet. Dia diarahkan untuk menekuni sepak bola sejak belia. Darah sepak bola mengalir dari ayahnya, Wilfried, yang kemudian menjadi pelatih.

”Kylian hanya sekolah dan bermain sepak bola. Sekolah, sepak bola, rumah,” kenang rekan masa kecilnya, Rayan Viyanga, dalam dokumenter BBC Sport.

Infografik Calon Peraih Sepatu Emas

”Kylian sudah selangkah lebih maju dari banyak pemain lain di AS Bondy. Dia lebih maju dari pemain-pemain seusianya dan ingin bermain dengan yang terbaik. Itu adalah aturan ketatnya, yaitu untuk bermain dengan yang terbaik,” ujar Viyanga.

Tempat tinggal Mbappe dekat dengan lapangan milik klub AS Bondy di mana dia berlatih di sana. Motivasinya terus membara. Dia bahkan sudah berlatih menyanyikan lagu kebangsaan ”La Marseillaise” di usia tiga tahun karena sangat ingin membela Les Bleus.

”Saat bocah, dia sudah belajar ’La Marseillaise’ pada usia tiga tahun hanya supaya siap menyanyikan itu ketika penampilan pertamanya di tim nasional tiba,” ujar Julien Laurens, pakar sepak bola Perancis.

Mbappe menjani debut di tim nasional Perancis pada Maret 2017. Namun, dia baru mencetak gol perdananya pada laga keempat, yaitu saat Perancis melibas Belanda, 4-0, dalam kualifikasi Piala Dunia 2018.

Sebelum mencetak gol itu, Mbappe sudah menjadi calon fenomena di sepak bola Perancis. Sebelumnya, pada hari itu, Paris Saint-Germain menyetujui kesepakatan pinjaman awal selama satu musim untuk merekrut striker berusia 18 tahun itu dari AS Monako dengan opsi pembelian seharga 165,7 juta pound sterling.

Tentu saja, Paris Saint-Germain kemudian mengaktifkan opsi pembelian untuk merekrut Mbappe dan menjadikannya pemain remaja termahal dalam sejarah sepak bola. Dia menjadi sorotan dunia dengan membawa AS Monako ke semifinal Liga Champions Eropa 2016-2017 dengan mencetak enam gol dalam sembilan laga.

TOPSHOT - France's forward #10 Kylian Mbappe (R) celebrates after scoring his team's third goal with teammate France's defender #05 Jules Kounde during the 2026 World Cup Group I football match between France and Senegal at the New York/New Jersey Stadium in East Rutherford on June 16, 2026.  (Photo by CHARLY TRIBALLEAU / AFP)

Musim berikutnya, dia dipinjamkan ke Paris Saint-Germain dengan opsi pembelian fantastis. Mbappe resmi menjadi pemain PSG dengan nilai kontrak 180 juta euro. Dia bermain dengan bintang-bintang dunia, kemudian memenuhi mimpinya membela Real Madrid.

”Masih banyak lagi yang akan dia tunjukkan, tetapi jika kita berhenti sampai di sini. Zinedine Zidane dan Michel Platini tentu tetap menjadi dua pemain Perancis terbaik sepanjang masa. Setelah itu, ada Mbappe, di atas Thierry Henry, Antoine Griezmann, Olivier Giroud, dan lainnya. Bukan hanya karena gol-golnya, melainkan juga kepemimpinannya sebagai kapten di lapangan, memenangi Piala Dunia 2018, mencetak hattrick di final 2022,” ujar Laurens tentang Mbappe.

”Saya memprediksi dia akan menjadi nomor satu di akhir kariernya. Dia setidaknya masih memiliki satu Piala Dunia lagi setelah ini dan Piala Eropa untuk dimainkan. Jadi, dia mungkin akan menjadi pemain terhebat yang pernah kita miliki,” ucap Laurens.

Mbappe kini membawa misi besar merebut gelar juara Piala Dunia. Dia menjadi andalan untuk menjadi mesin gol, sekaligus menyatukan semua pemain. Oleh karena itu, egosentris menjadi tantangan terbesar Mbappe.

”Dia adalah orang yang sangat egois. Tetapi, begitu mendapatkan ban kapten, dia tahu dia harus menjadi pemimpin sejati,” ujar Laurens.

Kritik

Mbappe ditunjuk sebagai kapten tim Perancis oleh Deschamps pada 2023 dan sejak itu dia terus diharapkan meredam egonya dan menjadi pemimpin yang menyatukan tim. Ada momen-momen saat dia dikritisi karena masih egois, tetapi, bagi Deschamps, itu adalah proses.

Infografik Top Scorer Piala Dunia Sepanjang Masa

”Masih ada orang di luar sana yang akan mengkritik dia, tetapi dia adalah pemain yang luar biasa. Tidak semuanya berjalan sesuai rencana, tetapi dia bisa memenangi pertandingan dalam satu momen,” ujar Deschamps seusai laga melawan Senegal.

”Sebagai kapten, dia melakukan banyak hal untuk tim di dalam dan di luar lapangan meskipun beberapa orang berpikir dia egois. Saya sangat senang untuk dia. Dia tidak mencetak gol dalam pertandingan persahabatan, pemanasan, tetapi memecahkan rekor di Piala Dunia memberikan dampak yang lebih besar,” tambah Deschamps. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Agung Setyahadi
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar