Selain para Presiden RI terdahulu, Sidang Tahunan MPR juga mengundang perwakilan dari sejumlah negara sahabat hingga ketua parlemen dari negara-negara tetangga.
15 Agt 2025 08:03 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Sidang Tahunan MPR bersama Sidang Bersama DPR-DPD yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025), bakal dihadiri 1.250 orang. Selain mendengarkan pidato kenegaraan dari Presiden Prabowo Subianto, acara ini juga menjadi awal masa persidangan DPR untuk Tahun Sidang 2025-2026.
Ketua MPR Ahmad Muzani di sela pemantauan persiapan sidang di Gedung Nusantara, Kamis (14/8/2025), menyatakan, jadwal sidang kali ini berbeda dibanding biasanya. Kali ini, sidang tahunan berlangsung dua hari sebelum peringatan HUT RI yang jatuh setiap 17 Agustus.
Namun, Muzani menekankan penentuan jadwal ini sudah sesuai dengan aturan. Dia juga menyebut, seluruh pihak, mulai dari fraksi-fraksi partai di parlemen hingga kelompok DPD, sudah menyepakati jadwal pelaksanaan tersebut.
”Biasanya gelaran (sidang tahunan) itu sehari sebelum upacara detik-detik proklamasi. Namun, karena 17 Agustus jatuh pada hari Minggu, kemudian 16 Agustus di hari Sabtu, Tata Tertib MPR memungkinkan sidang bersama bisa dilaksanakan 15 Agustus,” ujar politikus Partai Gerindra tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/13/24221736-58bd-4283-8f30-9db5eb51f6a4_jpg.jpg)
Muzani juga menyatakan, Presiden Prabowo bakal hadir dalam rangkaian persidangan ini. Sidang tersebut dimulai pukul 09.00 dan berdasarkan agenda, Prabowo akan menyampaikan pidato kenegaraan pada pukul 10.00-10.45 WIB.
Dalam durasi sekitar 45 menit, Presiden akan menyampaikan Laporan Kinerja Lembaga-lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Kemerdekaan Ke-80 RI. Sebelumnya, selama empat menit, akan diputar video pencapaian kepemimpinan Presiden Prabowo.
Prabowo juga akan menyampaikan pidato kenegaraan dalam Rapat Paripurna Ke-1 DPR Masa Persidangan I, Tahun Sidang 2025-2026. Pidato ini dalam rangka Penyampaian Pengantar atau Keterangan atas RUU tentang APBN Tahun 2026 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya.
Penyampaian pidato kenegaraan ini rencananya berlangsung pada pukul 14.57 hingga 15.42 WIB. Secara keseluruhan, rangkaian persidangan ini berakhir pada pukul 16.07 WIB, ditandai dengan kepergian rombongan Presiden dan Wakil Presiden dari Ruang Rapat Paripurna yang didampingi pimpinan DPR.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/03/6a84249b-14e7-42b9-8f02-77ace32e99de_jpg.jpg)
Secara terpisah, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi di kantornya, Kamis, mengatakan, Presiden Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR bakal membeberkan hasil kinerja pemerintah yang sudah berjalan hampir 10 bulan atau sejak Oktober 2024.
”Presiden akan menyampaikan hasil kinerja pemerintah yang sudah berjalan hampir 300 hari atau hampir 10 bulan,” ujar Hasan.
Kemudian siang harinya, Presiden Prabowo akan memaparkan pengantar rancangan APBN 2026. ”Kita bisa melihat dengan cukup terang bagaimana postur APBN kita dan apa saja program prioritas yang akan disampaikan Presiden,” katanya.
Presiden akan menyampaikan hasil kinerja pemerintah yang sudah berjalan hampir 300 hari atau hampir 10 bulan.
Sidang tersebut rencananya akan dihadiri oleh 1.250 undangan. Beberapa undangan penting di antaranya para Presiden RI dan Wakil Presiden RI terdahulu. Muzani menyebut, sejumlah undangan sudah dikirimkan kepada setiap mantan kepala negara tersebut.
Undangan untuk Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri diserahkan oleh Wakil Ketua MPR dari Fraksi PDI-P Bambang Wuryanto. Sementara itu, undangan untuk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono diserahkan oleh Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono. Untuk Presiden ke-7 Joko Widodo, undangan diberikan oleh Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai PAN Eddy Soeparno.
”Untuk sementara konfirmasi yang kami sampaikan rencananya Pak SBY insya Allah akan hadir dan Pak Jokowi juga insya Allah akan hadir. Sekarang, kami sedang menunggu konfirmasi dari Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Muzani.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/16/702c369a-6609-4377-9481-09414c5465a0_jpg.jpg)
Selain itu, tamu penting lainnya hadir dari perwakilan negara-negara sahabat. Selain itu, ada juga pimpinan dari parlemen negara tetangga yang turut menyaksikan sidang.
”Rencananya besok akan datang tamu ketua parlemen dari empat negara. Yang saya dengar itu Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Timor Leste,” kata Muzani.
Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad juga tampak hadir dalam persiapan sidang tahunan di Gedung Nusantara, Kamis. Dia datang bersama Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKB Cucun Ahmad Syamsurijal. Tidak lama berselang, hadir pula Ketua DPD Sultan Najamudin. ”Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujar Dasco.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/01/e52505cc-7031-4085-afca-7cd9a3a2b157_jpg.jpg)
Karena sidang tahunan bersifat terbuka, Muzani menyebut informasi ini juga disampaikan kepada publik melalui pesan singkat yang dikirim acak melalui SMS. Pesan tersebut, lanjutnya, untuk menyosialisasikan sidang tahunan ini agar bisa disaksikan oleh masyarakat.
Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah menambahkan, pesan tersebut disebar secara acak dengan menggunakan semua operator seluler yang beroperasi di Indonesia. Dia juga mengklaim penggunaan layanan tersebut tidak dipungut biaya.
”Jadi setiap ada sidang tahunan ini pasti kami blast (penyebaran massal). Tujuannya adalah untuk masyarakat tahu dan bisa menonton. Kami bekerja sama dengan Kemenkomdigi untuk melakukan itu,” ungkapnya.
Penulis:
Machradin Wahyudi RitongaEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan