Trump menyiratkan bahwa AS tidak akan membiarkan kekosongan kekuasaan di Venezuela diisi tanpa restu Washington. Isu minyak turut melatarbelakangi operasi AS.
04 Jan 2026 05:42 WIB · Internasional
AFP/ Jim WATSON
WASHINGTON, SABTU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump merayakan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS. Ia memberikan sinyal bahwa Washington berniat mengendalikan politik Venezuela pasca-Maduro. Ada kecurigaan AS ingin menguasai cadangan minyak negara itu.
Trump menyiratkan bahwa AS tidak akan membiarkan kekosongan kekuasaan di Venezuela diisi tanpa restu Washington. ”Amerika Serikat tidak akan mengizinkan siapa pun mengambil alih dari titik tempat Maduro ’meninggalkan kekuasaan’,” katanya dalam wawancara telepon dengan Fox News, Sabtu (3/1/2026).
Saat menggelar konferensi pers di kediamannya di Mar-a-lago, Trump mengatakan, AS akan ”mengelola” Venezuela setidaknya untuk sementara waktu. ”Kita akan menjalankan negara ini sampai saatnya kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago. ”Operasi yang sangat sukses ini harus menjadi peringatan bagi siapa pun yang akan mengancam kedaulatan Amerika atau membahayakan nyawa warga Amerika.”
Terkait sosok pengganti Maduro, Trump menghindar memberi dukungan secara terbuka kepada peraih Nobel Perdamaian asal Venezuela, Maria Corina Machado. Selama ini, Machaldo dikenal sebagai tokoh oposisi utama terhadap pemerintahan Maduro.
Machado dilaporkan dievakuasi keluar dari Venezuela pada Desember 2025 untuk menghadiri acara Nobel Perdamaian. Sejumlah media AS menyebut misi rahasia itu sebagai Operation Golden Dynamite. Evakuasi dilakukan secara senyap melalui jalur laut.
Operasi itu dilaporkan dikoordinasikan oleh jaringan penyelamat berbasis di AS. Namun, hingga kini, tidak ada konfirmasi resmi bahwa operasi itu dikendalikan atau dijalankan oleh Pemerintah AS.
Machado secara terbuka mendukung Edmundo Gonzalez sebagai pemimpin Venezuela. Gonzalez diyakini sebagai pemenang pemilu Venezuela 2024 menurut versi oposisi, AS, dan pengamat internasional.
Kecurigaan bahwa AS mengincar sumber daya alam Venezuela menguat setelah Trump menyatakan bahwa Washington akan sangat terlibat dalam industri minyak negara tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/03/129c718e-6707-4c7c-aa04-cd0f38283ca9.jpg)
Tuduhan itu sejalan dengan pernyataan Maduro. Selama ini, Maduro menuduh AS berniat mengambil alih cadangan minyak Venezuela yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Klaim itu ia sampaikan sebelum klaim penangkapan oleh AS.
Operasi penangkapan Maduro dilaporkan melibatkan pasukan elite AS termasuk Delta Force, menurut seorang pejabat AS. Reuters juga melaporkan adanya sumber CIA di lingkaran dalam Maduro yang membantu melacak pergerakannya hingga penangkapan, serta indikasi keterlibatan unsur militer Venezuela.
Amerika Serikat tidak akan mengizinkan siapa pun mengambil alih dari titik tempat Maduro ’meninggalkan kekuasaan’.
Trump mengatakan, ia memantau langsung operasi militer AS yang menyasar Maduro di tempat persembunyiannya di Caracas. ”Saya belum pernah melihat hal seperti ini. Saya bisa menyaksikannya secara langsung. Saya menontonnya, benar-benar seperti sedang menonton acara televisi. Dan jika Anda melihat kecepatannya, kekerasannya,” katanya.
Menurut Trump, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap di sebuah lokasi yang ia sebut sebagai ”benteng”. Lokasi persembunyian Maduro digambarkan super ketat, memiliki pintu baja, dan ruang aman khusus.
Pasukan AS telah menyiapkan alat pemotong logam berat untuk menembus pengamanan baja tersebut.
”Tempat itu memiliki pintu baja, ada yang mereka sebut ruang aman, yakni seluruh bagiannya terbuat dari baja padat. Dia tidak sempat menutup ruang itu. Dia mencoba masuk ke sana, tetapi disergap begitu cepat sehingga tidak sempat masuk,” ujarnya.
Menurut Trump, tidak ada tentara AS yang tewas dalam operasi tersebut. Namun, ada sejumlah personel yang terluka. Sebuah helikopter AS mengalami kerusakan dalam operasi itu.
Akan tetapi, semuanya tetap berhasil diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela. ”Beberapa orang terluka, tetapi mereka kembali dan kondisinya seharusnya cukup baik,” ujar Trump.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/12/12/573426eb-47e1-426f-812b-1934d1814ee6.jpg)
Trump mengatakan, sebenarnya ia telah memberikan persetujuan akhir untuk operasi penangkapan tersebut empat hari sebelumnya. Akan tetapi, pelaksanaannya tertunda akibat cuaca buruk.
Trump juga mengungkapkan bahwa ia telah berbicara langsung dengan Maduro sepekan sebelum operasi dan meminta pemimpin Venezuela itu menyerah. ”Anda harus menyerah,” katanya, menirukan ucapannya kepada Maduro.
Menentang serangan itu, televisi Pemerintah Venezuela terus menayangkan propaganda pro Maduro. Mereka menyiarkan gambar langsung para pendukung yang turun ke jalan di Caracas untuk melakukan protes. Pemerintah Maduro menuduh AS menyerang instalasi sipil dan militer, menyebutnya sebagai ”serangan imperialis” dan mendesak warga untuk turun ke jalan.
Sabtu sore, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez muncul di televisi Venezuela bersama pejabat tinggi lainnya. Rodriguez mengecam apa yang disebutnya sebagai penculikan. Menurutnya, tindakan AS atas Venezuela adalah kekejaman dan melanggar hukum internasional.
”Kami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores,” kata Rodriguez. Ia lantas menegaskan bahwa Maduro adalah ”satu-satunya presiden Venezuela.” Maduro, ungkap Rodriguez, adalah pemimpin sah negara itu.
“Di sini, kita memiliki pemerintahan yang jelas, dan saya ulangi dan ulangi lagi, kita bersedia untuk memiliki hubungan yang saling menghormati,” katanya, merujuk pada pemerintahan Trump. “Itulah satu-satunya hal yang akan kita terima untuk jenis hubungan setelah penyerangan ini.”
Setelah ditangkap, Maduro dan istrinya, kata Trump, kemudian dibawa ke sebuah kapal sebelum dipindahkan ke New York. Di sana, keduanya akan menghadapi dakwaan pidana narkotika dan terorisme di pengadilan AS.
Setelah klaim penangkapannya oleh AS itu, hingga kini Pemerintah Venezuela belum mengonfirmasi keberadaan Maduro. Sejumlah pejabat Caracas menyatakan belum menerima informasi resmi dan meminta bukti keberadaan atau kondisi Maduro.
Keberadaan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menjadi sorotan setelah serangan AS. Kantor berita Reuters melaporkan, Rodríguez berada di Rusia menurut sejumlah sumber anonim. Namun, Kremlin membantah informasi tersebut. Hingga kini tidak ada kejelasan resmi soal posisinya.
Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan, Maduro dan istrinya telah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York. Ia dijerat dengan sejumlah tuduhan.
Tuduhan itu, antara lain, konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, serta dakwaan terkait senapan mesin. ”Mereka akan segera menghadapi seluruh kekuatan hukum Amerika di tanah Amerika dan di pengadilan Amerika,” kata Bondi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/04/50293eea32a6eb31d10faa341fdf7648-TOPSHOT_US_VENEZUELA_CONFLICT_MADURO_135031829.jpg)
Ia mengungkapkan, dakwaan terhadap Maduro telah diajukan sejak tahun 2020. Adapun dakwaan terhadap Cilia Flores belum diketahui publik sebelumnya.
Pada Agustus 2025, pemerintahan Trump menggandakan hadiah bagi informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro menjadi 50 juta dollar AS. Washington menuduh Maduro memimpin organisasi perdagangan narkoba yang disebut ”Kartel Matahari”.
Selama ini, Trump menyampaikan berbagai alasan atas serangan di lepas pantai Venezuela. Alasan itu mulai dari klaim bahwa Venezuela merupakan eksportir utama narkoba ke AS hingga tuduhan bahwa Venezuela telah menyita kepentingan minyak AS.
Sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunggah ulang pernyataan lamanya bahwa Maduro bukan Presiden Venezuela yang sah. Hal ini menyusul pemilu yang menurut para pengamat internasional sarat dengan kecurangan.
Trump mengatakan, operasi penangkapan Maduro dimaksudkan sebagai pesan bahwa AS tidak lagi bisa ditekan atau diabaikan. ”Ini mengirimkan sinyal bahwa kami tidak akan didorong-dorong lagi sebagai sebuah negara,” katanya.
Ia bahkan mengaitkan pesan tersebut dengan peringatan kepada Meksiko agar lebih serius memberantas jaringan perdagangan narkotika lintas batas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/0bc28d7a6fa6eb0c8bbee18a0bc87f0a-wires_photo.jpg)
Wakil Presiden AS JD Vance menepis kekhawatiran soal legalitas penangkapan seorang pemimpin asing oleh AS. ”Anda tidak bisa menghindari keadilan atas perdagangan narkoba di AS hanya karena Anda tinggal di sebuah istana di Caracas,” tulis Vance di media sosial X.
Vance mengatakan, Trump telah memberikan Maduro berbagai jalan keluar sebelumnya. Maduro kini menjadi orang terbaru yang mengetahui bahwa Presiden Trump sungguh-sungguh dengan apa yang ia katakan.
Penangkapan Maduro terjadi tak lama setelah AS juga melancarkan serangan ke Nigeria pada hari Natal. Langkah-langkah tersebut kontras dengan citra yang selalu berusaha ia tonjolkan sebagai presiden cinta damai.
Ketika ditanya wartawan pada malam Tahun Baru tentang resolusinya untuk 2026, Trump menjawab singkat: ”Perdamaian di Bumi.” (Reuters/AP/AFP)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto