LIGA SPANYOL

Real Madrid Tanpa Energi dan Frustrasi, Arbeloa Terbukti Tidak Lebih Baik dari Alonso

Real Madrid mengalami kekalahan beruntun perdana di Liga Spanyol musim ini. ”Los Blancos” belum ingin menyerah setelah tertinggal empat poin dari Barcelona.

03 Mar 2026 07:03 WIB · Olahraga

AFP/JAVIER SORIANO

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MADRID, SELASA — Kekalahan Real Madrid 0-1 dari Getafe pada laga pekan ke-26 Liga Spanyol di Stadion Bernabeu, Selasa (3/3/2026), mengungkap kenyataan pahit yang harus diterima manajemen dan suporter ”Los Blancos”. Pergantian juru taktik dari Xabi Alonso ke Alvaro Arbeloa tidak membuahkan performa membaik di kompetisi domestik.

Tembakan voli gelandang sayap Getafe, Martin Satriano, pada menit ke-39 cukup untuk memberikan hasil positif pertama timnya dari kandang Madrid sejak Februari 2008. Selain itu, Getafe akhirnya mampu mengakhiri rentetan 16 kekalahan beruntun setiap mengunjungi Bernabeu.

Bagi Real, itu adalah kekalahan kedua beruntun mereka setelah tumbang 1-2 di kandang Osasuna pekan lalu. Untuk pertama kalinya musim ini, Los Blancos nirpoin pada dua laga beruntun di Liga Spanyol.

Kekalahan beruntun itu tercipta di era Arbeloa. Meskipun meraup lima kemenangan beruntun di liga serta mampu menggusur Barcelona di puncak klasemen pada pekan ke-24, Real mengalami penurunan performa signifikan pada akhir Februari.

Jumlah kekalahan yang telah dialami Real dalam tujuh laga liga bersama Arbeloa sudah setara dengan 19 gim yang diasuh Alonso pada paruh pertama musim ini. Bersama Alonso, Real mengemas 14 kemenangan, 3 hasil seri, dan 2 kekalahan.

Pemain Getafe Martin Satriano (tengah) merayakan golnya ke gawang Real Madrid pada aga Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Selasa (3/3/2026) dini hari WIB. Getafe menang 1-0 pada laga itu.

Jika dilihat dari rerata poin, Alonso membantu Real mengemas 2,4 poin per gim di Liga Spanyol. Catatan itu menurun menjadi 2,1 poin per laga setelah jabatan pelatih kepala Real diberikan kepada Arbeloa.

Hasil itu menyebabkan Real kini berjarak empat poin dari rival abadi, Barcelona, yang menguasai pucuk klasemen. Upaya untuk mengejar Barca akan diganggu laga penuh jebakan pada bulan Maret dengan menghadapi Celta Vigo, Elche, dan derbi Madrid kontra Atletico Madrid. Real juga memiliki laga menghadapi Manchester City di babak 16 besar Liga Champions.

”Apakah sudah patut mengucapkan selamat tinggal untuk (gelar) liga? Tidak, masih ada 36 poin yang bisa dikumpulkan. Kami tidak akan melempar handuk karena empat poin masih jarak yang bisa dijangkau. Kami Real Madrid dan tidak ada yang menyerah,” tutur Arbeloa dalam konferensi pers seusai laga, dilansir Marca.

Tidak berkembang

Real memang menginisiasi serangan sejak sepak mula. Mengandalkan Vinicius Junior di sisi kiri serta Gonzalo Garcia sebagai penyerang tengah, penampilan ofensif tim tuan rumah amat monoton.

Serangan berkali-kali berporos pada aksi individu dan kecepatan Vinicius. Walaupun harus menempatkan dua pemain untuk mengawal Vinicius, Getafe mampu meredam pengaruh pemain asal Brasil itu.

TOPSHOT - Getafe's Spanish defender #21 Juan Iglesias (R) fights for the ball with Real Madrid's Brazilian forward #07 Vinicius Junior (C) during the Spanish league football match between Real Madrid CF and Getafe CF at Santiago Bernabeu Stadium in Madrid on March 2, 2026. (Photo by Javier SORIANO / AFP)

Peluang terbaik Vinicius hanya tercipta pada menit ke-13. Ia lolos dari jebakan offside dan berhadapan langsung dengan kiper Getafe, David Soria, tetapi sepakannya dengan kaki kanan bagian dalam gagal menempatkan bola tepat sasaran ke gawang. Peluang itu sejatinya berpotensi menjadi gol sebesar 14 persen atau 0,14 expected goals (xG).

Demi mengejar skor, Arbeloa memberikan respons dengan memasukkan Rodrygo, Franco Mastantuono, dan Brahim Diaz pada babak kedua. Lagi-lagi, ketiganya gagal memberikan pengaruh signifikan.

Energi pemain Real yang doyan melakukan aksi individu tidak terlihat. Mereka menghasilkan 18 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran, tetapi gagal tampil klinis untuk menaklukkan Soria. Taktik blok rendah Getafe juga membuat frustrasi pemain menyerang Real. Los Blancos terasa merindukan Kylian Mbappe yang absen akibat cedera.

Ketika gol tak kunjung datang, Arbeloa gagal menenangkan pemain-pemain mudanya untuk bermain dengan kepala dingin. Dean Huijsen dan Alvaro Carreras diganjar kartu kuning. Hukuman itu membuat mereka telah menerima lima kartu kuning musim ini sehingga tidak bisa tampil pada pekan depan.

Puncaknya, buruknya performa Real terwujud dari kartu merah yang diterima Mastantuono pada menit 90+4. Dari tangkapan tayangan televisi, Mastantuono tiga kali—satu momen di antaranya sembari menutup mulut—melontarkan kata-kata kasar kepada wasit, Alejandro Muniz Ruiz. Tanpa ragu, Ruiz mengeluarkan kartu merah dari saku celananya untuk pemain berusia 18 tahun itu.

Pemain Real Madrid Franco Mastantuono (depan /kiri) berebut bola dengan pemain Getafe Domingos Duarte pada laga Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Selasa (3/3/2026) dini hari WIB. Mastantuono mendapat kartu merah dan Getafe menang 1-0 pada laga itu.

”Hari ini saya memahami kritik yang datang karena kami bermain buruk dibandingkan biasanya. Saya pikir kami masih pantas mencetak lebih banyak gol daripada Getafe, tetapi kami gagal memanfaatkan setiap peluang,” kata Arbeloa.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa dirinya yang patut disalahkan dan bertanggung jawab atas kekalahan keempat musim ini. Ia mengatakan, anak asuhannya telah berusaha maksimal. Ia pun bertekad membenahi sikap anak asuhannya, terutama Mastantuono, yang menyebabkan kartu merah.

”Saya tidak tahu apa yang dia katakan, tetapi hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Getafe melejit tiga peringkat ke posisi ke-11 berkat tiga poin dari Bernabeu. Mereka kian menjauhi zona degradasi dengan selisih delapan poin. Jumlah delapan poin itu pula yang menjadi jarak Getafe dari 40 poin yang merupakan kuantitas minimum untuk bertahan di La Liga musim depan.

”Kami tahu sudah sangat lama kami tidak menang di sini (Bernabeu). Karena rasa lapar dan perjuangan kami untuk berlari lebih banyak, hasil ini kami dapatkan. Saya selalu bermimpi bisa mengalahkan Real,” kata Satriano.

(AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti