Trauma dan kesedihan masih menyelimuti keluarga korban penembakan bos rental mobil. Mereka pun berharap TNI dan Polri mengusut kasus ini secara tuntas.
11 Jan 2025 06:53 WIB · Metro
Reka ulang penembakan bos rental mobil, Ilyas Abdurrahman (48), di area istirahat atau rest area kilometer 45 Tol Tangerang-Merak, Banten, Sabtu (11/1/2025) dini hari, diiringi hujan hingga tangis sang anak. Truma dan kesedihan masih menyelimuti keluarga korban.
Penembakan yang menewaskan Ilyas itu terjadi pada Kamis (2/1/2025). Korban ditembak saat ingin mengambil mobil miliknya yang dibawa pelaku, yakni Sersan Satu (Sertu) AA, Sertu RH, dan Kelasi Kepala berinisial BA. Pelaku yang merupakan anggota TNI Angkatan Laut itu diduga hendak menggelapkan mobil korban.
Reka ulang kejadian tersebut dijadwalkan pada Jumat (10/1/2025) pukul 23.00 di depan salah satu minimarket di rest area kilometer 45 Tol Tangerang-Merak, Banten. Lokasi itu diguyur hujan sejak beberapa jam sebelum jadwal reka kejadian dilakukan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/11/efcaee5b-d3a0-4bc6-9e08-6a4a8dbb8b53_jpg.jpg)
Lokasi yang akan menjadi tempat reka ulang kejadian juga telah dijaga puluhan aparat dari TNI AL dan kepolisian. Di sekitar area reka ulang kejadian, telah dipasang garis polisi. Kendaraan juga tidak diperbolehkan melintas di area itu.
Reka ulang kejadian baru dimulai pada Sabtu (11/1/2025) dini hari. Reka adegan dilaksanakan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal).
Dua anak korban, yaitu Agam Muhammad (26) dan Rizky Agam (24), tiba di lokasi reka ulang kejadian pada Sabtu pukul 23.00 setelah menempuh jarak sekitar 45 menit dari rumah mereka di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Saat turun dari mobil, trauma masih menyelimuti wajah keduanya.
”Yang ikut reka ulang saya (Agam) dan adik saya (Rizky) dan beberapa karyawan rental milik kami,” tutur Agam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/11/1fc49fea-4d90-4f3e-93cb-76d4fbb4084c_jpg.jpg)
Sementara itu, istri korban tidak datang ke lokasi karena masih diselimuti trauma. Sang istri ditemani sejumlah keluarga di rumah. Istri korban disebut masih tidak percaya peristiwa tragis itu menimpa suaminya.
”Kalau teringat sama bapak, ibu masih menangis,” ungkap Agam.
Saya masih trauma. Apalagi saya melihat lokasi ini (Rizky Agam)
Hujan terus mengguyur saat reka ulang kejadian dimulai pada Sabtu (11/1/2025) pukul 00.23. Peristiwa demi peristiwa mulai direka ulang. Agam pun menjelaskan kepada pihak Puspomal bagaimana peristiwa itu terjadi di lokasi.
Pada reka ulang bagian penembakan sang ayah oleh anggota TNI AL, Agam tak kuasa menahan tangis. Dia tampak berat menarik nafas. Di sepanjang reka ulang hingga pukul 02.20, Agam beberapa kali menghela nafas dengan berat, namun berusaha tegar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/11/20190c4d-d9bb-4f7b-b57f-57b35b34d530_jpg.jpg)
”Seingat saya ada empat kali tembakan,” ungkap Agam. Selain sang ayah, tembakan pelaku juga mengenai rekan ayahnya bernama Ramli Abu Bakar (60) yang kini sedang kritis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Sementara itu, Rizky mengaku masih trauma dengan kejadian yang menimpa ayahnya. Apalagi, dia hadir dalam reka ulang kejadian tersebut di lokasi penembakan.
”Saya masih trauma. Apalagi saya melihat lokasi ini. Reka adegan sudah sesuai. Kita ikuti saja proses selanjutnya,” tutur Rizky seusai reka ulang kejadian itu.
Agam dalam keterangannya, menambahkan, pihaknya mempercayakan kepada TNI dan Polri untuk mengusut kasus ini secara tuntas. Agam sekeluarga juga telah menunjuk pengacara untuk mengawal kasus tersebut. Keluarga korban pun berharap kasus ini diusut tuntas.
Penulis:
Emanuel Edi Saputra, Dionisius Reynaldo TriwibowoEditor:
Haris Firdaus