Peran Orangtua di Balik Rekor Gol Ole Romeny

Lewat Ole Romeny, asa Indonesia ke Piala Dunia 2026 terbuka. Rekor gol Ole sudah melampaui penyerang-penyerang legendaris timnas Indonesia. Siapa saja mereka?

06 Jun 2025 10:44 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Setelah lama menanti, tim nasional Indonesia akhirnya memiliki penyerang tangguh dan tajam yang dapat menentukan kemenangan. Ole Lennar ter Haar Romenij alias Oleh Romeny namanya. Tiga gol dalam tiga gim putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 berbuah enam poin bagi skuad ”Garuda”.

Enam poin yang disumbangkan penyerang berusia 24 tahun itu memastikan masih terjaganya harapan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 sejak republik ini merdeka, Agustus 1945. Ole membawa Indonesia melaju ke putaran keempat untuk bersaing dengan enam tim Asia lainnya demi berebut dua tiket tersisa ke pentas dunia tahun depan.

Ole mencetak gol tungal pada tiga gim terkini Indonesia di Grup C putaran ketiga. Gawang Australia, Bahrain, dan China telah menjadi saksi ketajamannya. Ole datang dan bergabung dengan skuad Garuda pada saat yang tepat. Ia mencetak gol tunggal untuk memberikan kemenangan 1-0 Indonesia atas dua rival terdekat, Bahrain dan China.

Khusus untuk laga menghadapi China, Ole mengakui dirinya menjalani eksekusi penalti terpenting dalam karier profesionalnya sejauh ini. Eksekusinya yang tenang mampu mengecoh kiper dan kapten China, Wang Dalei, yang lebih tua 12 tahun darinya.

”Ibu saya untuk pertama kali menyaksikan langsung laga saya (bersama timnas). Saya sempat melihatnya ketika wasit tengah mengamati VAR, mungkin dia sesak napas ketika menonton saya mengeksekusi penalti. Di sisi lain, saya selalu mengingat pesan ayah saya untuk tetap tenang dan menikmati setiap momen (di pertandingan),” tutur Ole sembari tersenyum pada konferensi pers seusai laga kontra China, Kamis (5/6/2025) malam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pemain Indonesia Ole Romenij melakukan tendangan penalti dalam pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Tiga gol secara beruntun di kualifikasi Piala Dunia membantu Ole menyamai rekor yang telah bertahan dua dekade di timnas Indonesia. Penyerang Oxford United itu merupakan pemain kedua timnas Indonesia yang mencetak gol pada tiga gim berturut-turut di ajang kualifikasi Piala Dunia.

Pemain pertama yang mengukir catatan bersejarah itu ialah legenda Persita Tangerang, Ilham Jayakesuma. Rekor itu diciptakan Ilham pada putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2006.

Ilham membuka keran golnya di kualifikasi Piala Dunia 2006 dengan mencetak gol ke gawang Sri Lanka, 8 September 2004, di Stadion Sugathadasa, Colombo, Sri Lanka. Selanjutnya, ia mencetak empat gol pada dua gim berikutnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sebuah gol tercipta ketika Indonesia tumbang 1-3 dari Arab Saudi, 12 Oktober 2004. Selanjutnya, Ilham yang kini pelatih tim U-20 Persita serta aparatur sipil negara Kabupaten Tangerang, mencetak hattrick ke gawang Turkmenistan, 17 November 2004.

Di tengah laga Indonesia kontra China, Ilham senang bisa menyaksikan Ole menyamai rekor apiknya bersama skuad Garuda. ”Iya, (disamakan Ole) ya alhamdulillah, ha-ha-ha,” ujar Ilham kepada Kompas melalui pesan singkat.

Pemain Indonesia Ole Romenij melakukan tendangan penalti dalam pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Kompas/Adryan Yoga Paramadwya

Komitmen besar

Kemampuan Ole untuk menyamai rekor fantastis Ilham tidak terjadi karena kebetulan. Ia adalah salah satu pemain dengan komitmen besar untuk membela lambang Garuda di dada. Ole memang tidak memiliki garis keturunan langsung dengan leluhurnya di Indonesia, tetapi ia adalah salah satu pemain naturalisasi berstatus blijvers atau memiliki kakek/nenek atau ayah/ibu yang lahir di wilayah Indonesia.

Meskipun berstatus blijvers, semangat Ole di setiap pertandingan timnas Indonesia menyala bak nyala api obor. Ole adalah salah satu pemain yang mengesampingkan urusan di luar lapangan. Ketika melakukan pemusatan latihan di Bali, akhir Mei lalu, secara terang-terangan kepada Ketua Umum Erick Thohir bahwa dirinya lebih senang cepat ke Jakarta untuk jalani laga dibandingkan berlatih dengan suasana liburan di Bali.

Setelah kembali memberikan tiga poin untuk skuad Garuda di gim hadapi China, Ole seperti tidak kehabisan energi dan selalu menunjukkan rasa lapar Kemenangan. Ia sudah mentap laga terakhir melawan Jepang, Selasa (10/6/2025), di Stadion Suita, Jepang.

”Saya benar-benar bahagia bisa menolong tim. Saya sangat bersemangat untuk menjalani laga selanjutnya dan sudah tidak sabar untuk bertemu Jepang,” katanya.

Selain menyamai rekor Ilham, Ole sudah melampaui catatan pemain-pemain subur Indonesia pada ajang kualifikasi Piala Dunia. Catatan itu ialah mencetak gol pada dua gim beruntun.

Pemain Indonesia merayakan gol dari tendangan penalti yang dicetak oleh Ole Romenij dalam pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Kompas/Adryan Yoga Paramadwya

Ramang adalah pemain Indonesia pertama yang mencetak gol pada dua gim beruntun di kualifikasi Piala Dunia, tepatnya tercipita pada babak permulaan Piala Dunia 1958. Legenda PSM Makassar itu mencetak dua gol ke gawang China.

Kemudian, Dede Sulaeman mencetak gol pada dua laga berturut-turut pada kualifikasi Piala Dunia 1986. Pada periode kualifikasi yang sama, Bambang Nurdiansyah juga menciptakan catatan serupa. Koleksi gol Dede dan Bambang berjalan laksana estafet. Dede membobol gawang Thailand dan Bangladesh. Sementara, Bambang menaklukkan kiper Bangladesh dan India.

Adapun Uston Nawawi merupakan pemain keempat yang mengoleksi gol beruntun yang hadir pada kualifiaksi Piala Dunia 2002. Dalam daftar pencetak gol beruntun di pra-Piala Dunia, Uston adalah satu-satunya pemain yang berposisi gelandang.

Seiring perjalanan timnas Indonesia yang berlanjut ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, maka Ole berpeluang menorehkan rekor baru untuk namanya sendiri di timnas Indonesia. Tidak hanya rekor, masyarakat Indonesia berharap ketajaman Ole bisa menerbangkan Garuda ke Piala Dunia 2026.

Ole-Ole-Ole


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari