Remedi Janice Tjen Redam Imajinasi SEA Games Rasa Grand Slam

Janice Tjen memberi waktu tubuhnya pulih. Bersama Aldila Sutjiadi, mereka menciptakan peluang tim tenis Indonesia menambah medali emas di SEA Games Thailand 2025.

17 Des 2025 18:32 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah dari Nonthaburi, Thailand

Tanpa kesulitan berarti, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi menekuk ganda putri Filipina, Stefi Aludo/Rennielle Madis, dengan skor 6-1, 6-1. Pada pertandingan di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang, yang melegakan hati bukan hanya keberhasilan mereka melaju ke final.

Kondisi fisik Janice Tjen, yang sehari sebelumnya tidak fit, juga menjadi kabar baik. Janice merasa perlahan pulih. Sejak Minggu (14/12/2025) atau selepas final beregu, Janice mengalami demam. Namun, ia memutuskan tetap bertanding di kategori perseorangan dengan turun di tunggal putri dan ganda putri.

Puncaknya, pada laga semifinal perseorangan putri melawan Mananchaya Sawangkaew (Thailand), Selasa (16/12/2025), Janice mengalami gangguan pernapasan. Performanya ikut terdampak. Sempat diperiksa tim medis, Janice mundur setelah kehilangan set pertama dengan skor 4-6.

”Bukan berarti aku melepas di tunggal putri. Memang tidak sanggup, badan sudah tidak memadai untuk lanjut. Jadi, memutuskan mundur untuk bisa memberi waktu tubuh buat pulih. Untungnya, masih bisa main di ganda putri dan setelah itu bisa dapat pemulihan yang cukup,” kata Janice.

Petenis Indonesia, Janice Tjen, tampil di nomor ganda putri bersama Aldila Sutjiadi, melawan wakil  Filipina, Stefi Aludo/Rennielle Madis pada babak semifinal SEA Games Thailand 2025 di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang. Aldila/Janice menang dengan skor 6-1, 6-1.

Meski mundur di nomor tunggal, Janice tetap melanjutkan permainan di perempat final ganda putri setelah mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lagi dari dokter. Bersama Aldila, yang sebenarnya juga tidak dalam kondisi sepenuhnya fit, Janice menuntaskan laga untuk ke semifinal yang tak mudah melawan Eva Desvignes/Tan Sue Yan (Singapura) meski akhirnya menang 6-1, 4-6, 10-6.

Dengan retired, Janice tersingkir dari persaingan tunggal putri. Imajinasi terciptanya pertandingan SEA Games rasa Grand Slam karena kehadiran Janice dan petenis Filipina, Alex Eala, pun menguap. Apalagi, Eala tidak turun di ganda putri, melainkan ganda campuran.

Janice salah satu magnet tenis di SEA Games. Penampilan atlet berusia 23 tahun ini dinanti karena torehan prestasinya selama setahun terakhir, khususnya dalam rangkaian turnamen WTA Tour sejak Agustus.

Janice menjelma menjadi bintang baru tenis Indonesia setelah mencapai babak kedua Amerika Serikat Terbuka (dari fase kualifikasi) dalam debut di arena Grand Slam. Pada turnamen WTA Tour, hasil terbaiknya adalah menjuarai WTA 250 Chennai pada nomor tunggal dan ganda putri. Hasil itu menambah gelarnya dari ganda putri di WTA 250 Guangzhou bersama petenis Polandia, Kataryzna Piter.

Petenis Indonesia, Janice Tjen, tersenyum kepada pasangannya di nomor ganda putri, Aldila Sutjiadi, dalam pertandingan ganda putri Filipina, Stefi Aludo/Rennielle Madis pada babak semifinal SEA Games Thailand 2025 di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang. Aldila/Janice menang dengan skor 6-1, 6-1.

Janice menempati peringkat ke-54 dunia pada pekan ini, lonjakan besar setelah menempati posisi ke-411 pada awal tahun. Dengan performa gemilangnya itu, wajar jika selepas Janice tampil, tidak sedikit penonton yang datang menghampiri untuk meminta foto.

Tak cuma penonton, bahkan kontingen negara lain juga tak sungkan meminta foto bersama Janice. Tidak terkecuali kontingen Filipina meski Janice baru saja mengalahkan perwakilan mereka.

Kehadiran Janice semakin lengkap dengan partisipasi Eala, yang sama-sama merupakan petenis terbaik Asia Tenggara dengan peringkat ke-52 dunia. Kehadiran mereka, yang jadi sorotan WTA (Asosiasi Tenis Profesional untuk Putri) menghadirkan imajinasi tentang SEA Games rasa Grand Slam.

Tidak seperti Janice, Eala memang belum punya gelar juara WTA Tour. Namun, atlet berusia 20 tahun ini menjadi semifinalis turnamen WTA 1000 di Miami pada April. Ia bersaing pada arena Grand Slam sejak 2023 meski baru bisa menembus babak utama pada tahun ini.

Di sisi lain, pertemuan dengan Eala yang urung tercipta di arena SEA Games itu tetap menjadi hal positif bagi Janice. Dengan memutuskan mundur, Janice mendapatkan pemulihan cukup dan bisa fokus menyimpan tenaga untuk partai ganda putri.

Petenis Indonesia, Janice Tjen (depan), tampil di nomor ganda putri bersama Aldila Sutjiadi, melawan wakil  Filipina, Stefi Aludo/Rennielle Madis pada babak semifinal SEA Games Thailand 2025 di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang. Aldila/Janice menang dengan skor 6-1, 6-1.

”Dengan Alex juga peringkatnya sudah di sana (WTA), aku juga sudah bisa bermain WTA untuk tahun depan, semoga bisa melawan Alex di momen selanjutnya. Untuk kali ini, final akan tetap seru juga (Eala versus Manachaya Sawangkaew dari Thailand). Aku cuma mendoakan yang terbaik buat mereka,” ujar Janice.

Adapun final ganda putri akan mempertemukan Aldila/Janice dengan Lanlana Tararudee/Peangtarn Pliupech (Thailand) yang mengalahkan wakil Indonesia, Priska Madelyn Nugroho/Anjali Kirana Junarto, 6(5)-7, 2-6, di semifinal, Rabu. Dengan kekalahan Priska/Anjali, final sesama Indonesia batal terjadi.

Pada SEA Games Kamboja 2023, Priska mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada beregu putri dan tunggal putri. Di Thailand, langkah Priska pada nomor tunggal putri terhenti pada babak pertama dari wakil tuan rumah, Thasasporn Naklo, dengan skor 6-2, 3-6, 3-6.

”Aku lihat sekarang banyak pemain yang peringkatnya lebih tinggi dibandingkan saat Kamboja sehingga lebih sengit. Menurutku, itu bagus karena berarti menunjukkan Asia Tenggara berjalan ke arah yang baik. Aku pasti harus bekerja keras lagi setelah ini untuk menaikkan performa,” ujar Priska.

Petenis Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, tampil di nomor ganda putri bersama Anjali Kirana Junarto, melawan Lanlana Tararudee/Peangtarn Plipuech, pada semifinal SEA Games Thailand 2025 di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang. Priska/Anjali kalah 6(5)-7, 2-6, di

Selain dari tunggal putri, Indonesia juga kehilangan potensi medali dari tunggal putra menyusul kekalahan Muhammad Rifqi Fitriadi pada babak semifinal. Rifqi menjadi korban pembalasan ”dendam” Kasidit Samrej (Thailand) dengan skor 2-6, 5-7. Di semifinal Kamboja 2023, Rifqi menaklukkan Samrej dengan skor 5-7, 6-2, 6-3.

Menurut Rifqi (peringkat ke-773 dunia), perbedaan peringkat dengan Samrej (peringkat ke-420 dunia) bukan hanya angka di atas kertas. Samrej mampu mengombinasikan permainan di lapangan berdasarkan pengalamannya.

Sementara itu, pada nomor ganda, Rifqi bersama Christopher Rungkat juga terhenti di semifinal setelah dikalahkan Pawit Sornlaksup/W Trongcharoenchaikul (Thailand) dengan skor 2-6, 6(7)-7. Ganda putra lainnya, Lucky Candra Kurniawan/Ignatius Anthony Susanto, juga kalah dari wakil tuan rumah, Purchya Isaro/Maximus Jones, dengan skor 2-6, 3-6.

Petenis Indonesia, Muhammad Rifqi Fitriadi, kalah dari Kasidit Samrej (Thailand) dengan skor 2-6, 5-7, pada babak semifinal tunggal putra SEA Games Thailand 2025 di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang.
Petenis Indonesia, Janice Tjen, tampil di nomor ganda putri bersama Aldila Sutjiadi, melawan wakil Filipina, Stefi Aludo/Rennielle Madis pada babak semifinal SEA Games Thailand 2025 di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang. Aldila/Janice menang dengan skor 6-1, 6-1.
Pasangan ganda putri Indonesia, Priska Madelyn Nugroho/Anjali Kirana Junarto, melawan wakil Thailand, Lanlana Tararudee/Peangtarn Plipuech, pada semifinal SEA Games Thailand 2025 di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang. Priska/Anjali kalah 6(5)-7, 2-6.
Petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi, tampil di nomor ganda putri bersama Janice Tjen, melawan wakil Filipina, Stefi Aludo/Rennielle Madis, pada babak semifinal SEA Games Thailand 2025 di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang. Aldila/Janice menang dengan skor 6-1, 6-1.
Pasangan ganda putri Indonesia, Priska Madelyn Nugroho/Anjali Kirana Junarto, berpelukan setelah kalah dari wakil Thailand, Lanlana Tararudee/Peangtarn Plipuech, 6(5)-7, 2-6, pada semifinal SEA Games Thailand 2025 di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang.
Petenis Indonesia, Muhammad Rifqi Fitriadi, kalah dari Kasidit Samrej (Thailand) dengan skor 2-6, 5-7, pada babak semifinal tunggal putra SEA Games Thailand 2025 di National Tennis Development Centre, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand, Rabu (17/12/2025) siang.

Pasangan ganda campuran Christopher Rungkat/Aldila juga tidak bisa mengulangi pencapaian emas di Kamboja setelah terhenti di semifinal. Christo/Aldila kalah dengan skor 4-6, 3-6, 5-10 dari Isaro Pruchya/Plipuech Peangtarn (Thailand).

Alhasil, Aldila/Janice menjadi satu-satunya harapan tenis Indonesia untuk menambah emas di SEA Games Thailand 2025. Mereka telah mengoleksi dua emas dari beregu putra dan putri. Di Kamboja 2023, tim Indonesia mengumpulkan empat emas.

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah dari Nonthaburi, Thailand
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar