Rivalitas Sabalenka dan Anisimova di Panggung Besar Berlanjut

Sabalenka akan tampil di semifinal turnamen tenis Final WTA dengan tiga kemenangan di fase penyisihan. Sang debutan, Anisimova, bisa menjadi penghalang baginya.

07 Nov 2025 14:49 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Yulia Sapthiani

RIYADH, KAMIS — Pencarian gelar pertama petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, dalam turnamen Final WTA akan berlanjut dalam laga melawan Amanda Anisimova di semifinal. Laga tersebut menjadi lanjutan persaingan mereka pada 2025 yang selalu terjadi pada ajang besar.

Sabalenka, unggulan teratas turnamen, akan berhadapan dengan Anisimova, yang merupakan debutan Final WTA, di King Saud University Indoor Arena, Riyadh, Arab Saudi, Jumat (7/11/2025) malam waktu setempat atau Sabtu dini hari waktu Indonesia. Pemenang laga tersebut akan berebut gelar juara dengan pemenang semifinal pada sesi pertama, Elena Rybakina melawan Jessica Pegula.

Tiket semifinal didapat Sabalenka dengan status juara Grup Steffi Graf setelah mengalahkan tiga lawan. Kemenangan atas juara bertahan, Cori ”Coco” Gauff dengan skor 7-6 (5), 6-2, Kamis, melengkapi kemenangan atas Pegula dan Jasmine Paolini.

Sabalenka selangkah lebih dekat pada target untuk menjuarai turnamen penutup WTA Tour pada musim 2025 ini. Dia bertekad menyandingkan status petenis nomor satu dunia dengan gelar juara dari ajang yang hanya diikuti delapan petenis terbaik sepanjang musim tersebut.

Quote

Dia (Anisimova) selalu membuat saya bekerja keras. Tetapi, saya selalu menikmati setiap momennya karena senang bertarung. Semoga semifinal nanti menjadi pertandingan menarik berikutnya.

Petenis yang memiliki empat gelar juara Grand Slam tersebut tampil di Final WTA untuk kelima kali secara beruntun, tetapi belum pernah juara. Hasil terbaiknya adalah ketika mencapai final pada 2022 (kalah dari Caroline Garcia), setelah itu tersingkir pada semifinal dalam dua tahun berikutnya. Tak heran Sabalenka mempunyai ambisi menutup persaingan 2025 untuk menjadi petenis terbaik di antara yang terbaik.

APTOPIX Saudi Arabia Tennis WTA Finals

Tugas pertama dituntaskan dengan selalu menang dalam tiga pertandingan pada penyisihan grup, meski kehilangan satu set saat melawan Pegula. Sabalenka mengatakan, tak terkalahkan dalam fase grup menjadi target pertamanya. Setelah itu, dia akan fokus pada satu per satu tantangan.

Tantangan berikutnya tak akan lebih mudah walaupun Anisimova berstatus debutan di Final WTA. Perjumpaan di Riyadh akan menjadi pertemuan ke-11 bagi kedua petenis (Sabalenka unggul 6-4) dan yang keempat pada 2025. Uniknya, semua pertemuan mereka pada tahun ini selalu terjadi pada ajang besar.

Sabalenka dan Anisimova bertemu pada babak keempat Perancis Terbuka yang dimenangi Sabalenka. Setelah itu, mereka bertanding pada fase lebih tinggi, yaitu semifinal Wimbledon (Anisimova menang) dan final Amerika Serikat Terbuka (Sabalenka menang). Selain AS Terbuka, Anisimova juga mencapai final Grand Slam lainnya, Wimbledon.

Dia dipermalukan Iga Swiatek dengan kekalahan 0-6, 0-6 di Wimbledon, tetapi setelah itu tampil baik dalam persaingan lapangan keras di Amerika dan Asia. Anisimova menjadi finalis AS Terbuka, lalu menjuarai WTA 1000 Beijing sebelum tampil di Final WTA.

”Dia (Anisimova) selalu membuat saya bekerja keras. Tetapi, saya selalu menikmati setiap momennya karena senang bertarung. Semoga semifinal nanti menjadi pertandingan menarik berikutnya,” komentar Sabalenka dalam laman resmi WTA.

Anisimova tak membayangkan bisa mencapai performa terbaik pada 2025 hingga bisa tampil pada Final WTA. Selain mencapai final pada dua Grand Slam, dia meraih gelar pertama pada level WTA 1000, yaitu di Doha, Qatar, pada Februari. Menjelang akhir musim, petenis berusia 24 tahun itu menambah trofi juara dari WTA 1000 Beijing. Anisimova juga mencapai posisi tertinggi yang pernah ditempati dalam ranking dunia, yaitu peringkat keempat.

Saudi Arabia Tennis WTA Finals

Dalam perjalanan tersebut, petenis keturunan Rusia itu mengalahkan semua juara Grand Slam pada tahun ini. Mereka adalah Madison Keys (juara Australia Terbuka), Coco (Perancis Terbuka), Swiatek (Wimbledon), dan Sabalenka.

Swiatek, bahkan, dua kali dikalahkannya setelah momen final Wimbledon. Anisimova menang pada perempat final AS Terbuka dan penyisihan grup Final WTA. Kemenangan di Riyadh menjadi penentu lolosnya Anisimova ke semifinal dan tersingkirnya Swiatek. Rasa percaya dirinya pun semakin kuat setelah memulangkan pemilik enam gelar juara Grand Slam tersebut.

Pada semifinal lain, pertemuan Pegula dan Rybakina akan menjadi persaingan kelima dan yang pertama setelah Pegula menang pada penyisihan grup Final WTA 2023. Hasil dua tahun lalu itu menjadi salah satu dari tiga kemenangan Pegula atas Rybakina yang tak terkalahkan pada penyisihan Grup Serena Williams. Rybakina menang atas Swiatek, Anisimova, dan Ekaterina Alexandrova yang menggantikan Keys karena cedera.

Selain membawa keunggulan 3-1 pada pertemuan sebelumnya melawan Rybakina, Pegula bermodalkan 13 kemenangan dari 16 pertandingan pada tiga turnamen lapangan keras sebelum Final WTA. Dia pun memiliki pengalaman menjalani laga puncak pada Final WTA 2023 sebelum kalah dari Swiatek.

Sebaliknya, performa Rybakina pada 2025 tak sebaik Pegula hingga dia harus menanti hingga ”menit-menit akhir” untuk lolos ke Final WTA. Namun, Rybakina menaikkan level performanya di Riyadh hingga lolos ke semifinal untuk pertama kali setelah tersingkir pada penyisihan grup Final WTA 2023 dan 2024.

Petenis AS, Jessica Pegula, mengembalikan bola ke arah petenis Italia, Jasmine Paolini, dalam pertandingan babak grup Final WTA di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (6/11/2025). Pegula akan melawan Elena Rybakina (Kazakhstan), Jumat (7/11/2025) malam WIB.

Alcaraz dan Djokovic

Perjalanan Carlos Alcaraz untuk menjuarai Final ATP pertama kalinya akan dimulai dengan persaingan melawan tiga petenis lain pada Grup Jimmy Connors. Salah satu petenis yang berada satu grup dengan Alcaraz adalah Novak Djokovic sebagai pemilik tujuh gelar juara Final ATP.

Turnamen dengan peserta delapan wakil terbaik sepanjang 2025 pada persaingan tenis putra ini akan berlangsung di Turin, Italia, 9-16 November 2025. Delapan peserta dibagi dalam dua grup, bersaing dalam format round robin untuk memperebutkan posisi dua teratas agar lolos ke semifinal.

Alcaraz lolos ke Final ATP untuk tiga tahun beruntun, tetapi belum pernah juara. Setelah mencapai semifinal pada 2023, dia tersingkir di fase penyisihan pada 2024.

Selain Djokovic, petenis Spanyol itu akan bersaing dengan Taylor Fritz dan Alex de Minaur di Grup Jimmy Connors. Adapun mereka yang akan saling berhadapan di Grup Bjorn Borg adalah juara bertahan, Jannik Sinner, Alexander Zverev, Ben Shelton, dan Felix Auger-Aliassime, atau Lorenzo Musetti.

Pekan ini, Musetti tampil dalam turnamen ATP 250 Athena dan akan menjalani semifinal, Jumat. Dia bisa menjadi petenis kedelapan yang tampil di Final ATP jika menjadi juara. Jika tidak, tiket terakhir turnamen tersebut menjadi milik Auger-Aliassime. (AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto