Persaingan Terakhir Petenis Putri Terbaik di Final WTA

Final WTA menjadi panggung persaingan terakhir petenis profesional putri pada satu musim kompetisi. Delapan petenis terbaik bersaing menjadi yang terbaik di Riyadh.

01 Nov 2025 13:22 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Yulia Sapthiani

RIYADH, SABTU — Setelah 10 bulan bersaing dalam rangkaian turnamen WTA Tour, delapan petenis putri terbaik, tunggal dan ganda, tersaring untuk memperebutkan satu gelar tersisa pada akhir musim. Tanpa petenis yang mendominasi sepanjang 2025, termasuk petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka, persaingan Final WTA terbuka untuk dijuarai siapa pun.

Sabalenka untuk kelima kali secara beruntun lolos ke Final WTA sebagai petenis dengan posisi teratas pada daftar ranking Final WTA. Daftar ini disusun berdasarkan hasil pada turnamen WTA Tour sepanjang 2025, berbeda dengan peringkat dunia yang dihitung dari hasil 52 pekan ke belakang.

Selain Sabalenka, Iga Swiatek juga lolos untuk kelima kali berturut-turut. Dengan usia 24 tahun, Swiatek menjadi petenis termuda yang lolos ke Final WTA dalam lima tahun beruntun setelah Victoria Azarenka, 12 tahun lalu. Hasil terbaik Swiatek pada turnamen ini adalah ketika menjadi juara pada 2023.

Di antara delapan tunggal putri yang akan tampil di Riyadh, Swiatek menjadi petenis yang meraih kemenangan terbanyak pada tahun ini, yaitu 61 kali dari 76 pertandingan. Statistik Sabalenka tak berselisih jauh dengan 59 kali menang dan 11 kali kalah.

Sabalenka dan Swiatek menempati dua unggulan teratas sehingga berada pada grup terpisah di fase penyisihan. Sabalenka akan bersaing dengan Jasmine Paolini, Jessica Pegula, dan juara bertahan Cori Gauff di Grup Steffi Graf. Adapun Swiatek bergabung bersama Elena Rybakina, Madison Keys, dan debutan Amanda Anisimova di Grup Serena Williams.

Petenis Belarus, Aryna Sabalenka, dalam acara konferensi pers di Hong Kong, Selasa (14/10/2025). Sabalenka menjadi salah satu dari delapan petenis tunggal putri yang akan tampil di Final WTA di Riyadh, Arab Saudi, 1-8 November 2025.

Selain itu, ada pula delapan ganda putri yang juga mengawali persaingan dari penyisihan grup dengan format round robin. Seperti pemain tunggal, mereka dibagi dalam dua grup untuk bersaing menempati dua peringkat teratas agar lolos ke semifinal. Paolini berada di antara pemain ganda sehingga dia menjadi satu-satunya petenis yang tampil dalam dua nomor.

Paolini akan memulai penampilan pada ganda putri bersama Sara Errani untuk melawan Asia Muhammad/Demi Schuurs pada Sabtu (1/11/2025) malam waktu Indonesia. Adapun persaingan sektor tunggal dimulai dengan laga Swiatek melawan Keys, diikuti Anisimova melawan Rybakina.

Swiatek unggul 5-2 atas Keys, tetapi mereka berbagi satu kemenangan pada dua pertemuan di tahun ini. Keys menghentikan Swiatek pada semifinal Grand Slam Australia Terbuka pada awal tahun ketika Swiatek memiliki kesempatan terbaik juara di Melbourne Park untuk pertama kalinya. Perjalanan Keys dalam Grand Slam di pembuka musim kompetisi ini berakhir dengan gelar juara yang merupakan gelar pertamanya di arena Grand Slam.

Pada musim 2025, Keys bagai terlahir kembali. Dia tampil di final Australia Terbuka setelah mencapai final Grand Slam pertama di Amerika Serikat Terbuka 2017. Gelar juara Australia Terbuka menempatkan Keys pada ranking kelima dunia, posisi terbaik yang pernah ditempati sejak bersaing di arena tenis profesional pada 2009.

Namun, setelah Australia Terbuka, performa Keys pada tiga Grand Slam berikutnya menurun. Di depan publiknya sendiri, dia tersingkir pada babak pertama AS Terbuka.

Petenis Polandia, Iga Swiatek, melawan petenis Italia, Jasmine Paolini, dalam pertandingan perempat final turnamen Wuhan Terbuka di Wuhan, China, Jumat (10/10/2025). Swiatek akan tampil pada turnamen Final WTA di Riyadh, Arab Saudi, 1-8 November 2025.

Tiga Grand Slam berikutnya dijuarai petenis berbeda, yaitu Coco (panggilan Cori Gauff) di Perancis Terbuka, Swiatek (Wimbledon), dan Sabalenka (AS Terbuka). Catatan ini menjadi indikator yang bisa mewakili betapa berimbangnya persaingan tunggal putri.

Swiatek dan Coco mengakhiri penampilan di arena Grand Slam pada 2025 dengan hasil mengecewakan. Setelah menjuarai Wimbledon untuk pertama kali, Swiatek kalah pada perempat final AS Terbuka.

Hasil yang didapat Coco lebih buruk. Setelah menjuarai Perancis Terbuka, yang merupakan gelar kedua di Grand Slam setelah AS Terbuka 2023, Coco tersingkir pada babak pertama Wimbledon dan babak keempat AS Terbuka.

Meskipun menjuarai WTA 1000 Wuhan, 6-12 Oktober, turnamen terakhir sebelum Final WTA, tak akan mudah bagi Coco untuk mempertahankan gelar juara Final WTA. Seperti tahun sebelumnya, Coco masih berkutat dengan masalah servis. Dia menjadi petenis dengan double fault terbanyak (405) dalam statistik WTA, jauh lebih banyak dari Ekaterina Alexandrova pada peringkat kedua dengan 297 double fault.

Quote

Konsistensinya tidak bisa diremehkan. Dia selalu menjadi favorit juara di jenis lapangan apa pun, terutama di lapangan keras.

Selain Sabalenka, yang tiga kali lolos ke final Grand Slam, termasuk saat menjuarai AS Terbuka, Anisimova menjadi peserta yang harus diwaspadai. Dia tiba di Riyadh setelah menjadi finalis dalam dua Grand Slam terakhir, yaitu Wimbledon dan AS Terbuka, ditambah dengan gelar juara dari WTA 1000 Beijing. Anisimova bisa menjadi ”kuda hitam” di Grup Serena Williams.

APTOPIX China Open Tennis

”Setelah melalui banyak kesulitan dan momen buruk dalam hidupnya, tahun ini menjadi tahun baik bagi Amanda. Dia mengingatkan saya pada Lindsay Davenport. Pukulannya sangat keras dan akurat dari forehand maupun backhand,” komentar mantan petenis nomor satu dunia Martina Navratilova tentang Anisimova dalam laman resmi WTA.

Sementara, meski Sabalenka baru bisa menjuarai Grand Slam pada pengujung musim kompetisi, Navratilova menilai, finalis Final WTA 2022 itu menjadi yang paling favorit untuk juara. Tiga final Grand Slam dinilai sebagai indikator penampilan konsisten Sabalenka.

”Konsistensinya tidak bisa diremehkan. Dia selalu menjadi favorit juara di jenis lapangan apa pun, terutama di lapangan keras,” kata Navratilova yang delapan kali menjuarai Final WTA pada akhir 1970-an hingga era 1980-an.

Ketika petenis putri akan menjalani persaingan Final WTA pada pekan ini, petenis putra masih berkompetisi untuk lolos ke Final ATP yang akan berlangsung di Turin, Italia, 9-16 November. Hasil perempat final ATP Masters 1000, pada Jumat, membuat Final ATP tinggal menyisakan satu tiket yang harus diperebutkan.

Ben Shelton dan Alex De Minaur kalah pada perempat final, tetapi poin yang diperoleh sudah cukup untuk meloloskan mereka ke Turin. Keduanya akan bergabung bersama Carlos Alcaraz, Jannik Sinner, Novak Djokovic, Alexander Zverev, dan Taylor Fritz.

Satu tiket lagi kemungkinan besar akan menjadi milik Felix Auger-Aliassime yang akan menjalani semifinal, melawan Alexander Bublik, di Paris. Adapun semifinal lain mempertemukan Sinner dan juara bertahan Zverev.

NEW YORK, NEW YORK - AUGUST 27: Janice Tjen of Indonesia returns against Emma Raducanu of Great Britain during their Women's Singles Second Round match on Day Four of the 2025 US Open at USTA Billie Jean King National Tennis Center on August 27, 2025 in the Flushing neighborhood of the Queens borough of New York City.   Clive Brunskill/Getty Images/AFP (Photo by CLIVE BRUNSKILL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Dua semifinal Janice Tjen

Ketika petenis-petenis top dunia mengakhiri musim kompetisi dengan tampil di Final WTA, petenis lain memanfaatkan turnamen tersisa untuk menambah ranking poin. Petenis Indonesia, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi, memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik pada partisipasi mereka di WTA 250 Chennai, India.

Tjen, yang mulai bermain di panggung WTA Tour pada tahun ini, akan menjalani semifinal pada dua nomor, Sabtu. Di tunggal, petenis yang ditempatkan sebagai unggulan keempat itu akan berhadapan dengan petenis Thailand, Lanlana Tararudee. Tjen akan menjalani laga tersebut setelah mengalahkan petenis Slowakia berusia 17 tahun, Mia Pohankova, 6-3, 6-1, pada perempat final, Jumat.

Setelah mendapat waktu istirahat yang cukup, Tjen akan kembali ke lapangan berduet dengan seniornya, Aldila. Ganda putri unggulan kedua itu akan berhadapan dengan pasangan India, Riya Bhatia/Rutuja Bhosale. Mereka menjalani semifinal pertama ganda putri WTA Tour setelah menang atas pemain tuan rumah lainnya, Vaishnavi Adkar/Maaya Rajeshwaran Rehathi, 6-2, 6-1, pada perempat final.

Bagi Tjen, laga pada Sabtu ini menjadi semifinal kedua pada nomor tunggal dalam WTA Tour setelah mencapai final WTA 250 Sao Paulo, 8-14 September. Kesempatan Tjen untuk juara saat itu dihentikan oleh Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah (Thailand).

Adapun di nomor ganda, Tjen sudah memiliki satu gelar juara WTA Tour dari turnamen WTA 250 Guangzhou, 20-26 Oktober. Dia meraihnya ketika berpasangan dengan pemain Polandia, Kataryzna Piter. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul