Robi Syianturi dan Odekta Naibaho Finis Tercepat di Semarang 10K

Start lomba lari Semarang 10K resmi dimulai pada Minggu (15/12/2024) pagi. Beberapa atlet nasional turut serta sehingga persaingan pun menjadi ”panas”.

15 Des 2024 06:13 WIB · Olahraga

Oleh Haris Firdaus

SEMARANG, KOMPAS — Lomba lari Semarang 10K di Kota Semarang, Jawa Tengah, resmi dimulai pada Minggu (15/12/2024). Sekitar 2.500 pelari mengikuti lomba tersebut. Dalam lomba itu, atlet nasional Robi Syianturi berhasil menjadi yang tercepat di kategori putra, sedangkan Odekta Naibaho jadi tercepat di kategori putri.

Semarang 10K 2024 digelar atas kerja sama Pemerintah Kota Semarang, Harian Kompas, dan Le Minerale. Lomba sejauh 10 kilometer tersebut akan melewati sejumlah jalan utama di Semarang serta bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Kota Lama Semarang.

Berdasarkan pantauan Kompas, start lomba lari Semarang 10K dimulai dari depan Balai Kota Semarang pada Minggu pukul 05.15 WIB. Para pelari dilepas oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, anggota DPR RI Samuel Wattimena, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Andy Budiman, dan Brand Manager Le Minerale Kelvin Andika.

Para pelari meninggalkan garis start Semarang 10K 2024, Minggu (15/12/2024) pagi, di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, tampak sejumlah pelari nasional, termasuk Robi Syianturi, yang merupakan pemegang rekor nasional maraton dan setengah maraton. Selain itu, terlihat pula Rikki Marthin Luther Simbolon, Triyaningsih, Odekta Naibaho, Irma Handayani, dan Pretty Sihite.

Sekitar 30 menit lebih setelah start, para pelari nasional telah mulai memasuki garis finis. Di kategori putra, Robi menjadi yang paling cepat memasuki garis finis Semarang 10K. Adapun di kategori putri, Odekta Naibaho menjadi yang tercepat. Catatan waktu keduanya masih menunggu informasi resmi dari panitia.

Race Director Semarang 10K Riefa Istamar mengatakan, cuaca Semarang pada Minggu pagi ini cukup bersahabat karena tidak turun hujan. Dia berharap hingga lomba selesai kondisi cuaca tetap baik.

”Selama berlari, teman-teman akan dijaga oleh ratusan marshal, petugas dinas perhubungan, dan dari kepolisian,” kata Riefa sesaat sebelum start.

Atlet nasional Robi Syianturi sesaat sebelum melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Robi menjadi pelari putra tercepat dalam lomba tersebut.
Atlet nasional Robi Syianturi sesaat sebelum melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Robi menjadi pelari putra tercepat dalam lomba tersebut.
Atlet nasional Robi Syianturi sesaat sebelum melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Robi menjadi pelari putra tercepat dalam lomba tersebut.
Atlet nasional Robi Syianturi sesaat sebelum melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Robi menjadi pelari putra tercepat dalam lomba tersebut.
Atlet nasional Robi Syianturi melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Robi menjadi pelari putra tercepat dalam lomba tersebut.
Atlet nasional Robi Syianturi melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Robi menjadi pelari putra tercepat dalam lomba tersebut.
Atlet nasional Robi Syianturi melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Robi menjadi pelari putra tercepat dalam lomba tersebut.

Dalam kesempatan sebelumnya, Riefa memaparkan, rute Semarang 10K yang datar dan minim belokan membuat para pelari berpotensi memecahkan catatan waktu terbaiknya. Hal itu asalkan pelari telah berlatih dan mempersiapkan diri dengan baik.

”Kalau latihan dengan layak, sekitar 80-90 persen peserta harusnya bisa mendapatkan catatan waktu terbaiknya. Sebab, di kilometer awal sampai Kilometer 6, jalurnya cuma lurus saja, tidak ada belokan tajam. Harusnya ini sangat memungkinkan untuk memecahkan catatan waktu terbaik,” ujar Riefa.

Quote

Selama berlari, teman-teman akan dijaga oleh ratusan ’marshal’, petugas dishub dinas perhubungan, dan dari kepolisian

Atlet nasional Odekta Naibaho melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Odekta berhasil menjadi pelari putri yang tercepat dalam lomba tersebut.
Atlet nasional Odekta Naibaho melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Odekta berhasil menjadi pelari putri yang tercepat dalam lomba tersebut.
Atlet nasional Odekta Naibaho melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Odekta berhasil menjadi pelari putri yang tercepat dalam lomba tersebut.
Atlet nasional Odekta Naibaho melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Odekta berhasil menjadi pelari putri yang tercepat dalam lomba tersebut.
Atlet nasional Odekta Naibaho mengatur nafas setelah melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Odekta berhasil menjadi pelari putri yang tercepat dalam lomba tersebut.
Atlet nasional Odekta Naibaho mengatur nafas setelah melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Odekta berhasil menjadi pelari putri yang tercepat dalam lomba tersebut.

Wakil General Manager Event Harian Kompas Budhi Sarwiadi menuturkan, ada sekitar 2.500 pelari yang bakal terlibat dalam Semarang 10K 2024. Dia menyebut, pada tahun ini, lomba dimulai pada pukul 05.15. Waktu memulai lomba di tahun ini maju sekitar 15 menit dari waktu lomba yang digelar pada 2018, 2019, 2022, dan 2023.

”Karena, di pukul 05.15 itu Semarang sudah terang. Harapannya, suhu dan kelembaban saat lomba dalam kondisi baik. Kalau cuacanya baik, kelembaban baik, pelari pasti bisa menunjukkan best performance-nya atau meraih catatan waktu terbaiknya,” kata Budhi.

Salah satu hal yang diantisipasi oleh penyelenggara, menurut Budhi, adalah genangan air yang berpotensi terjadi akibat hujan. Saat lomba, penyelenggara memastikan lintasan dalam kondisi kering. Pompa air dan petugas teknis akan disiagakan di titik-titik rawan genangan untuk mengantisipasi jika hujan turun dan lintasan tergenang saat lomba berlangsung.

Lintasan lari juga diharapkan bisa steril selama lomba berlangsung. Kendaraan-kendaraan yang biasanya diparkir di pinggir Jalan MT Haryono, disebut Budhi, akan ditertibkan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang. Jika masih ada yang melanggar, kendaraan-kendaraan itu akan diderek ke tempat yang tidak dilalui pelari.


Kerabat Kerja

Penulis:

Haris Firdaus
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .