Roland Garros Merayakan Warisan Rafael Nadal

Meski telah pensiun, Rafael Nadal datang ke Roland Garros. Dia mendapat penghargaan sebagai petenis dengan gelar juara terbanyak di Perancis Terbuka.

26 Mei 2025 14:47 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

”Deux mille cing, deux mille six, deux mille sept, …, deux mille vingt-deux. From Spain, Rafael Nadal!”

Diiringi tepuk tangan dan sorakan penonton sejak pembawa acara Marc Maury menyebut tahun-tahun Nadal menjuarai Grand Slam Perancis Terbuka saat sang petenis Spanyol ini memasuki lapangan tanah liat Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Perancis.

Tak seperti kehadirannya pada 2005 hingga 2024, kecuali ketika absen pada 2023 karena cedera, kedatangan Nadal di hadapan sekitar 14.000 penonton di Philippe Chatrier pada Minggu (25/5/2025) bukan untuk bertanding. Apalagi, salah satu atlet tersukses asal Spanyol itu pensiun sebagai petenis profesional sejak November 2024.

Nadal pensiun pada kejuaraan beregu Piala Davis di negaranya setelah enam bulan sebelumnya tampil di Roland Garros. Kekalahan dari Alexander Zverev pada babak pertama ternyata menjadi penampilan terakhir Nadal di lapangan yang telah menjadikannya sebagai 14 kali juara Perancis Terbuka itu.

Dia menjadi juara pada debutnya di tahun 2005, lalu dilanjutkan setiap tahun hingga 2008. Setelah kalah dari Robin Soderling pada babak keempat 2009, Nadal kembali merajai Perancis Terbuka dengan menjadi juara pada 2010-2014. Gelarnya bertambah pada 2017-2020, dan ditutup pada 2022. Dari 116 pertandingan di Roland Garros, Nadal hanya empat kali kalah!

Semula, Direktur Turnamen Perancis Terbuka yang merupakan mantan petenis, Amelie Mauresmo, dan timnya menyiapkan acara bertema perpisahan pada 2024. Apalagi, telah tersiar kabar bahwa Nadal akan pensiun pada tahun tersebut. Akan tetapi, Nadal meminta panitia agar tak menggelar acara tersebut.

Saat itu, Nadal belum memastikan waktu yang tepat untuk pensiun. Dia bahkan berharap masih bisa menjadi bagian dari kompetisi tenis profesional meskipun persaingan telah didominasi petenis muda, seperti Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner.

Infografik olahraga Perbandingan Kemenangan di Tiga Jenis Lapangan Tenis

Namun, tubuh Nadal yang telah berusia 38 tahun dan didera cedera tak dapat mengimbangi semangat dan renjananya pada tenis. Dia akhirnya berpamitan ketika dikelilingi keluarga, petenis senegara, dan publik Spanyol di Malaga.

Acara perpisahannya begitu sederhana. Tak ada kehadiran petenis yang menjadi rival dan temannya dari negara lain, kecuali mereka yang memang bertanding di Piala Davis.

Acara yang digelar di Roland Garros pada hari pertama Perancis Terbuka 2025 juga sederhana. Mauresmo mengatakan, Nadal memang meminta tak diadakan acara megah meskipun detail acara tetap disusun panitia.

Meskipun telah enam bulan terbiasa dengan fase kehidupan baru sebagai kepala keluarga, bahkan tak pernah bermain tenis sejak pensiun, Nadal tetap tak dapat menyembunyikan rasa haru sepanjang acara selama sekitar 50 menit.

Quote

Sejak saat itu (Perancis Terbuka 2005), saya mengerti betapa pentingnya Roland Garros bagi saya.

Matanya berkaca-kaca saat Maury memanggilnya untuk memasuki lapangan, apalagi dia mendapat sambutan meriah dari penonton yang mengenakan kaus berwarna oranye batu bata dengan tulisan ”Merci Nadal” di dada kiri.

Di tribune paling atas, sebagian penonton mengenakan kaus putih dengan posisi membentuk tulisan 14 RG, gambar trofi, nama Rafa, dan simbol hati.

Berada di antara penonton adalah sesama mantan petenis seperti Jo Wilfried-Tsonga dan Yannick Noah, juga juara Perancis Terbuka era baru, Carlos Alcaraz dan Iga Swiatek, yang duduk berdekatan. Ada pula mantan atlet basket Spanyol yang merupakan sahabat Nadal, yakni Pau Gasol.

Rafael Nadal menahan tangis ketika melihat video penampilannya di Perancis Terbuka sejak 2005. Nadal mendapat penghargaan karena 14 kali menjuarai Perancis Terbuka di Roland Garros, Paris, Perancis, Minggu (25/5/2025).

Perlu beberapa menit bagi Nadal untuk menenangkan hatinya sebelum berbicara di hadapan penonton, setelah menonton cuplikan video perjalanannya di Roland Garros. Apalagi, teriakan ”Rafa! Rafa!” dari tribune terus terdengar hingga Maury harus meminta penonton untuk hening.

Dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Spanyol, Nadal bercerita tentang perjalanan di Roland Garros yang disebutnya sebagai lapangan dan turnamen paling penting dalam kariernya selama 23 tahun. Meskipun menjalani debut di Perancis Terbuka pada 2005 dan langsung menjadi juara, dia datang ke Roland Garros setahun sebelumnya.

”Tahun 2004 adalah momen pertama saya datang ke Roland Garros. Saya kesulitan berjalan dan harus menggunakan kruk. Saya kembali ke sini pada 2005 dan menjalani salah satu pertandingan terpenting melawan teman baik sejak kecil, Richard Gasquet,” kata Nadal mengawali cerita dalam beberapa lembar kertas yang dia bacakan di hadapan penonton.

Seperti disebutkannya, Nadal seharusnya mengawali penampilan di Perancis Terbuka pada 2004. Akan tetapi, retak pada tulang di engkel kiri, saat tampil pada turnamen ATP Estoril, membuatnya absen dari turnamen selama tiga bulan hingga harus absen di Perancis Terbuka dan Wimbledon. Meskipun demikian, dia tetap hadir di Roland Garros sebagai penonton walau kesulitan berjalan.

”Sejak saat itu (Perancis Terbuka 2005), saya mengerti betapa pentingnya Roland Garros bagi saya. Dalam perjalanannya, saya punya rival seperti (Roger) Federer, Andy (Murray), Novak (Djokovic), dan petenis lain yang mendorong fisik dan mental saya hingga melewati batas kemampuan,” ujarnya kemudian.

Ayah Rafael Nadal,  Sebastian Nadal (kiri); ibu Nadal, Ana Maria (kedua dari kiri); istri Nadal, Maria Francisca Perello (kedua dari kanan); dan anaknya, Rafa Nadal Junior;  dan adik Nadal, Maria Isabel Nadal Parera (kanan) menghadiri acara penghargaan untuk Nadal dari panitia Perancis Terbuka. Acara ini digelar di Roland Garros, Paris, Perancis, Mingu (25/5/2025).

Ketika tiba saatnya berterima kasih kepada keluarga, termasuk Toni Nadal yang merupakan paman dan pelatihnya sejak kecil, Nadal berulang kali mengusap air mata. Toni, yang duduk bersama Sebastian dan Ana Maria (orangtua Nadal), Maria Isabel (adik),  serta Maria Fransisca (istri) yang menggendong Rafael Nadal Junior (anak) adalah sosok terpenting dalam karier Nadal sebagai petenis.

Toni adalah orang yang mengajarkan Nadal bermain tenis sejak usia 4 tahun. Ia mengantarkan keponakannya itu meraih 16 dari total 22 gelar Grand Slam.

Meskipun dididik Toni dengan keras, Nadal selalu menyebut Toni sebagai sosok yang bisa membuatnya menjadi seperti sekarang. Selain mendapat 22 gelar dari semua Grand Slam, Nadal juga pernah menempati puncak peringkat dunia, mengantarkan Spanyol lima kali menjuarai Piala Davis, serta meraih medali emas bagi Spanyol di Olimpiade Beijing 2008 (tunggal putra) dan Rio de Janeiro 2016 (ganda putra).

”Toni, kamu adalah alasan mengapa saya ada di sini. Terima kasih karena telah memberikan sebagian besar waktumu untukku. Latihan, diskusi, membuat saya menderita, tertawa, dan juga membawa saya ke batas kemampuan. Itu sangat tidak mudah. Namun, tanpa diragukan lagi, itu sangat berarti,” tutur Nadal kepada sang paman yang menahan tangis saat mendengarnya.  

Tangis Nadal makin tak tertahan ketika tiba waktunya berterima kasih pada istrinya yang dia panggil dengan nama Mary, serta papa dan mama, panggilan untuk orangtuanya. Nadal juga menyebut sebagian orang yang menjadi bagian penting dalam perjalanannya.

”Masih banyak yang belum saya sebut, orang-orang di belakang layar yang selalu mendukung saya,” katanya.

Rival sekaligus teman

Mereka yang menjadi bagian penting perjalanan itu dan dihadirkan panitia di lapangan adalah rival terbesar Nadal, yaitu Federer, Djokovic, dan Murray, hingga muncul sebutan ”Big Four” untuk ikatan persaingan mereka. Di antara keempatnya, hanya Djokovic yang belum pensiun dan turut bersaing di Perancis Terbuka 2025.

”Saya sering berdiskusi ini dengan Roger. Andy baru mengalaminya, hanya Novak yang belum. Perspektif kita akan berbeda saat karier selesai. Memiliki kalian sebagai rival sangat berarti. Akan tetapi, pada saat yang sama, ada pesan yang lebih berarti untuk dunia, yaitu bahwa rival terbaik dan terberat bisa menjadi teman yang baik. Itu adalah warisan kita untuk generasi baru,” tutur Nadal yang 40 kali berhadapan dengan Federer, 24 kali melawan Murray, dan 60 kali bersaing dengan Djokovic.

Roger Federer (kiri) bersalaman dengan Rafael Nadal, disaksikan Andy Murray (kanan) dan Novak Djokovic di Roland Garros, Minggu (25/5/2025). Mereka adalah empat petenis terbaik yang mendapat julukan ”Big Four”.

Federer, yang dikenal paling dekat dengan Nadal, menyampaikan respeknya pada rival dan sahabatnya itu, serta untuk keluarga dan tim pelatihnya. ”Kami bersaing sangat lama. Saling mendorong menjadi lebih baik melalui pertandingan sulit. Ketika saya diminta untuk hadir hari ini, saya tidak pernah berpikir untuk melewatkannya,” kata Federer.

Petenis dengan 20 gelar Grand Slam itu menilai, acara penghargaan yang digelar di Roland Garros sangat penting untuk Nadal. ”Rafa adalah yang terbaik di sini. Wajar ketika dia mendapat acara seperti ini,” katanya dalam laman resmi ATP.

Penghargaan kejutan

Di akhir acara, Nadal mendapat dua bentuk penghargaan yang merupakan kejutan dari panitia. Dia mendapat trofi besar dari kristal bertuliskan ”legend” dan tahun-tahun ketika menjuarai Perancis Terbuka. Trofi itu dilengkapi tanda tangan Nadal sendiri.

Momen lain yang kembali membuat Nadal menangis adalah ketika Mauresmo menunjukkan plakat yang ditempel di permukaan lapangan dekat net. Plakat putih, yang terlihat begitu lapisan tumbukan batu bata dihapus dengan sapu, itu bertuliskan Rafa Nadal serta bergambar trofi The Musketeers dengan angka 14 dan jejak sepatunya saat bermain di Philippe Chatrier.

”Saya tidak tahu tentang adanya plakat itu. Ketika melihatnya, saya kira itu akan ada di sini selama turnamen tahun ini. Ketika tahu itu akan melekat di lapangan untuk selamanya, saya sulit menggambarkan perasaan saya dengan kata-kata. Itu adalah penghargaan yang sangat besar, spesial, dan membuat saya emosional,” kata Nadal.

Plakat untuk menghormati pencapaian Rafael Nadal, yang 14 kali menjuarai Perancis Terbuka, dilekatkan di sisi lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Perancis.

Empat tahun lalu, tepatnya pada 27 Mei 2021, Nadal mendapat penghargaan lain dari Federasi Tenis Perancis. Dia dibuatkan patung dari besi setinggi 3 meter dan lebar 4,89 meter, dengan gaya melakukan forehand. Forehand dengan tangan kiri, yang membuat bola meluncur deras dan berputar kencang, menjadi ciri khas dengan senjata Nadal.

Acara penghargaan Roland Garros untuk menghormati warisan Nadal berakhir ketika petenis berjulukan ”King of Clay” itu berjalan mengelilingi lapangan sambil melambaikan tangan kepada penonton. Dia benar-benar meninggalkan lapangan Philippe Chatrier sambil menggendong Rafa Jr yang diturunkan Sebastian dari tribune.

”Merci Rafa!” (ap/afp/reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto