RSUD Aceh Tamiang Mulai Beroperasi dalam Keterbatasan

Dituntut untuk segera beroperasi, RSUD Aceh Tamiang mulai membuka pelayanan bagi pasien korban banjir meskipun belum seluruh ruangannya bersih dari lumpur.

08 Des 2025 07:30 WIB · Kesehatan

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Oleh Totok Wijayanto

Dokter Stephen dari RS H Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, sibuk membersihkan luka terbuka warga korban banjir yang sudah mengalami infeksi di Rumah sakit Umum Daerah Aceh Tamiang, Minggu (7/12/2025). Siang itu, RSUD yang sempat lumpuh selama 11 hari karena banjir bandang akibat meluapnya Sungai Tamiang secara perlahan mulai beroperasi lagi.

Mereka menggunakan salah satu ruang di Gedung Instalasi Gawat Darurat RSUD Aceh Tamiang yang telah ”bersih” untuk membuka praktik. Dikatakan ”bersih” karena sudah tidak ada lagi genangan lumpur setebal 10 sentimeter yang mengendap di ruangan itu meskipun lantainya masih becek dan lumpur tipis masih menempel di dinding Gedung.

Dokter Stephen dari RS Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, sedang menangani pasien yang terinfeksi tangan dan kakinyaakibat terkena seng saat banjir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang di Kuala Simpang, Minggu (7/12/2025). Dalam kondisi yang minimalis, mulai hari ini RSUD tersebut sudah dapat digunakan menangani pasien.

Tim RS Adam Malik tiba di Kuala Simpang sehari sebelumnya dan langsung berkeliling menggunakan ambulans mencari pasien korban banjir. Mereka berhasil menangani 16 pasien.

”Pasien yang saya tangani, antara lain, terkena penyakit kulit, penderita stroke yang kehabisan obat rutinnya, darah tinggi, gula, demam, dan batuk,” ujar dr Stephen.

”Untuk luka yang terbuka, semalam baru satu yang saya tangani, tapi kemungkinan besar masih banyak yang mengalami hal tersebut,” lanjutnya.

Dokter Stephen dari RS Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, sedang menangani pasien yang terinfeksi tangan dan kakinya.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang di Kuala Simpang mulai beroperasi pada Minggu (7/12/2025).
Lumpur Tipis di Ruang Perawatan
Aktivitas di Ruang Perawatan

Karena kondisi RSUD Aceh Tamiang yang tidak mendukung, untuk kebutuhan dasar obat-obatan, mereka membawanya dari RS Adam Malik. Obat-obatan itu, antara lain, antibiotik, antinyeri, minor set, antitetanus, obat batuk, salep kulit, obat sakit perut, lambung, dan diare.

Sebanyak 130 anggota TNI dan petugas Damkar Aceh Tamiang dikerahkan untuk membersihkan lumpur yang mengendap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, Kuala Simpang, Minggu (7/12/2025). Pembersihan gedung IGD yang dilakukan sejak Kamis lalu itu diperkirakan akan selesai dalam 3-4 hari kedepan. RSUD akan segera difungsikan untuk merawat warga korban banjir yang membutuhkan perawatan medis.

Sudah dapat digunakannya RSUD itu secara darurat tak lepas dari peran penting prajurit Yonif TP 853/Bawar Reje Bur, Aceh Timur; pasukan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodareal) TNI AL, Belawan, Medan; petugas Damkar Aceh Tamiang; dan sukarelawan Satgas Matadana. Secara bertahap mereka sejak Kamis membersihkan seluruh ruangan IGD yang sebelumnya dipenuhi lumpur.

Pembersihan gedung IGD yang dilakukan sejak Kamis lalu itu diperkirakan akan selesai dalam 3-4 hari ke depan.
RSUD akan segera difungsikan untuk merawat warga korban banjir yang membutuhkan perawatan medis.
Sisa-sisa Lumpur di Gedung Rumah Sakit
Membersihkan Lumpur di Dinding Rumah Sakit
Membersihkan Bagian Luar RSUD
Bekerja Sama
Kondisi salah satu ruang di IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang.

Rumah sakit menjadi prioritas untuk dibersihkan agar dapat segera berfungsi kembali mengingat banyak warga korban banjir yang menjadi rentan kesehatannya. ”Rumah sakit harus segera beroperasi, makanya kita kebut dalam 3-4 hari ini (selesai), IGD dulu utamanya,” ujar Koordinator Penanggulangan Bencana khusus Aceh Tamiang dari Komando Daerah Angkatan Laut (Kodareal) I TNI AL Kolonel Marinir Farick.


Kerabat Kerja

Penulis:

Totok Wijayanto
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto