Kompas.id Brief

Mengapa Rudal Iran Mampu Tembus Pertahanan Udara Israel?

Israel kewalahan menghadapi ”hujan” rudal dan pesawat nirawak dari Iran. Sistem pertahanan udara (Iron Dome) yang jadi andalan ternyata tak mampu lagi melindungi.

22 Jun 2025 08:00 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Rudal apa saja yang digunakan Iran untuk menembus Israel?
  2. Mengapa Israel bisa sampai kewalahan?
  3. Apa yang akan terjadi pada Israel jika Iran terus menyerang?
  4. Apa saja sasaran serangan Iran?
  5. Apa upaya komunitas internasional untuk menghentikan perang Israel-Iran?

Rudal apa saja yang digunakan Iran untuk menembus Israel?

copy title

Dalam satu gelombang serangan, 150 rudal dan lebih dari 100 pesawat nirawak Iran bisa diarahkan ke Israel. Rudal-rudal Iran menjangkau Israel dalam rentang 10-15 menit sejak diluncurkan. Kecepatan itu mengindikasikan Iran menembakkan rudal hipersonik. Jarak lurus terdekat dari perbatasan Iran-Irak ke lokasi sasaran di Israel adalah 1.200 kilometer.

Sementara lokasi peluncuran rudal Iran berada beberapa ratus kilometer dari perbatasan Iran-Irak. Ada setidaknya dua rudal Iran yang mampu melaju paling kurang 3 kilometer per detik.

Rudal itu adalah Shahab-3 dan Khoramshahr yang bisa menjangkau sasaran 1.300 kilometer hingga 1.800 kilometer dari lokasi peluncuran. Lajunya setara hingga 10 kali kecepatan suara. Setiap proyektil atau peluncur yang melaju di atas lima kali kecepatan suara disebut senjata hipersonik.

Iran juga punya Qassem Basir, versi peningkatan dari rudal Qassem. Rudal itu pernah dipakai Houthi menyasar Bandara Ben Gurion. Qassem Basir dilengkapi penjejak optik elektronik (EO) mandiri yang lebih aman dari pengacakan sinyal.

Sebab, rudal tidak mengandalkan komunikasi dengan markas komando peluncur untuk mencapai sasaran. EO, singkatnya kamera di kepala rudal, merekam kondisi dalam penerbangan menuju sasaran. Rekaman itu menjadi pemandu menuju sasaran.

Mengapa Israel bisa sampai kewalahan?

copy title

Cadangan rudal dan roket penangkis serangan udara Israel menipis. Sistem pertahanan udara Israel kewalahan menghadapi rudal dan pesawat nirawak Iran.

Menurut intelijen kedua negara pada 18 Juni 2025, cadangan roket dan rudal artileri pertahanan udara Israel cuma cukup untuk paling lama 12 hari. Hal itu bila intensitas serangan Iran tidak berkurang.

infografik Sistem Pertahanan Kubah Besi (Iron Dome) Israel

Roket dan rudal pertahanan udara (arhanud) Israel mahal. Setiap unit rudal yang diluncurkan Arrow, salah satu arhanud Israel, harganya 3 juta dollar AS. Arrow arhanud Israel menangkis rudal Iran. Israel tidak bisa mengandalkan Iron Dome untuk menangkis rudal-rudal Iran yang terus berkembang.

Lapisan arhanud Israel ternyata tidak efektif. Hal itu, antara lain, karena kecerdikan taktik Iran. Teheran menerbangkan berbagai varian pesawat nirawak Shaheed. Meski mengangkut peledak, fungsi utama pesawat itu untuk mengacau arhanud. Serangan lalu dilakukan oleh rudal yang membawa hulu ledak lebih besar.

Pesawat nirawak Iran juga unggul di bidang peperangan asimetris. Pesawat nirawak lebih murah daripada rudal, dapat terbang di ketinggian rendah, dan sulit dideteksi dan dicegat oleh radar. Meluasnya penggunaan pesawat nirawak membingungkan sistem pertahanan udara Israel dan mengurangi kemampuannya.

Pertahanan musuh jadi berantakan karena kewalahan saat berupaya melumpuhan serangan yang datang. Ketika Iran menembakkan puluhan rudal secara bersamaan, tidak semua dari rudal itu ditujukan untuk mencapai sasaran. Serangan tersebut dilakukan untuk membanjiri ruang udara Israel sehingga membingungkan sistem pertahanan udara Israel.

Apa yang akan terjadi pada Israel jika Iran terus menyerang?

copy title

Pakar rudal pada Missile Defense Advocacy Alliance, Tal Inbar, menyebut Israel akan mendorong gencatan senjata begitu cadangan roket dan rudal pertahanan udaranya menipis. Israel pernah melakukannya dengan kelompok Hamas pada 2014. Kondisi itu bisa jadi pendorong gencatan senjata sekarang.

Semakin lama menyerang Iran, penderitaan Israel akan membesar. Solusi diplomatik juga tidak mudah ditemukan, antara lain, karena Eropa-Amerika Serikat membiarkan Israel menyerang Iran. Bahkan, senjata Eropa-Amerika terus mengalir ke Israel.

TOPSHOT - Israel's Prime Minister Benjamin Netanyahu visits the site of the Weizmann Institute of Science, which was hit by an Iranian missile barrage, in the central city of Rehovot on June 20, 2025. (Photo by Jack GUEZ / POOL / AFP)

Kepada CNN pada Sabtu (21/6/2025), Afshon Ostovar menyebut Iran tidak akan menyerah dan punya beragam cara berperang dalam jangka panjang. Iran akan punya banyak cara membuat Israel menderita.

”Mereka (Iran) bisa bertahan dan membuat konflik ini sangat mahal bagi Israel,” kata dosen Naval Postgraduate School AS itu.

Iran, kata Ostovar, tidak akan merasa rugi lagi. Fasilitas nuklirnya rusak akibat serangan berulang Israel. Sekutunya di kawasan juga melemah. ”Semakin lama Israel mengebom Iran, semakin lama Iran membalas,” katanya.

Apa saja sasaran serangan Iran?

copy title

Rudal Iran menghantam Rumah Sakit Soroka di Beersheba. Sebanyak 47 orang terluka dan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Rudal lain mengenai sebuah gedung bertingkat dan beberapa permukiman tak jauh dari Tel Aviv. Teheran mengatakan, target utama yang mereka sasar adalah pangkalan militer dan kantor intelijen Israel.

A medical staffer walks in a damaged area of the Soroka hospital complex in Beersheba, Israel, after it was hit by a missile fired from Iran, Thursday, June 19, 2025. (AP Photo/Leo Correa)

”Target utama serangan itu adalah Pangkalan Komando dan Intelijen Angkatan Darat Israel dan Kamp Intelijen Angkatan Darat di Taman Teknologi Gav-Yam, yang terletak di sekitar Rumah Sakit Soroka,” kata Kantor Berita Iran, IRNA.

Teheran juga mengklaim berhasil menembak jatuh tiga F-35 Israel. Tentu ini klaim yang bukan kaleng-kaleng karena F-35 Israel diketahui merupakan salah satu varian tercanggih dari keluarga F-35 di seluruh dunia. Atas klaim itu, Israel membantahnya.

Apa upaya komunitas internasional untuk menghentikan perang Israel-Iran?

copy title

Iran siap menghentikan pembalasan ke Israel dengan satu telepon saja. Iran selalu siap berunding dengan siapa pun yang serius mencari solusi damai. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, sangat sulit meminta Israel berhenti menyerang. Sebab, Israel dianggap sedang dalam posisi menang. 

Trump juga menyebut upaya Eropa menghentikan serangan Israel ke Iran tidak menyelesaikan masalah. ”Mereka tidak membantu. Iran tidak mau bicara dengan Eropa. Mereka (Iran) mau bicara dengan kami,” katanya.

Fragments of a projectile are displayed by Israeli security forces at the site of an Iranian missile attack in a residential area in Beersheba in southern Israel, on June 20, 2025. Israel and Iran exchanged fire again on June 20, a week into the war between the longtime enemies. (Photo by MAYA LEVIN / AFP)

Pernyataan disampaikan setelah delegasi Iran bertemu perwakilan Inggris, Perancis, Jerman, dan Uni Eropa di Swiss. Pertemuan pada Jumat itu berakhir tanpa kesepakatan soal serangan Israel ke Iran. Meski demikian, para pihak setuju terus membuka ruang diplomasi. Perancis mengajak Iran agar mau mempertimbangkan negosiasi tanpa menunggu serangan Israel berhenti meski mereka juga mengharapkan penghentian serangan.

Kepala Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan agar eskalasi ketegangan ini dihentikan dengan mengatakan perdamaian dan diplomasi harus menang. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Israel dan Iran untuk menghentikan serangan mereka satu sama lain sambil menyerukan diplomasi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .