Iran Terpukul Kejatuhan Assad

Satu per satu sekutu-sekutu Iran menghadapi hantaman. Dari Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, dan sekarang pemerintahan Bashar al-Assad runtuh di Suriah.

10 Des 2024 06:00 WIB · Internasional

Oleh Irene Sarwindaningrum

Runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah menjadi pukulan telak untuk poros perlawanan Iran. Tanpa pemerintah al-Assad di Suriah, rantai poros perlawanan yang dibangun Iran itu terputus.

Kondisi ini berpotensi semakin melemahkan perlawanan terhadap Israel dan para pendukungnya. Menyusul jatuhya Al-Assad, Israel dengan cepat menyerang sejumlah lokasi di Suriah.

Iran telah menjalankan strategi membangun ”Poros Perlawanan” selama puluhan tahun untuk melawan Israel. Kini, strategi ini mulai runtuh.

Dimulai dari serangan Israel terhadap Hamas di Gaza yang dipicu serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, konflik berlanjut dengan serangan Israel kepada Hizbullah di Lebanon.

Hizbullah merupakan bagian terkuat dari Poros Perlawanan Iran. Sejak awal 2024, sejumlah pimpinan tertinggi Hizbullah tewas dalam serangan Israel. Israel juga sudah melancarkan serangan udara ke dalam wilayah Iran yang dibalas dengan serangan udara oleh Iran ke wilayah Israel.

Konflik Hizbullah-Israel mereda saat keduanya mencapai gencatan senjata pada 27 November 2024. Namun, bersamaan dengan itu, oposisi Suriah bergerak merebut kota-kota penting dengan serangan cepat.

This picture shows newspapers front-pages headlining the fall of Syrian president Bashar al-Assad's rule, in Tehran, on December 9, 2024. A lightning offensive spearheaded by Islamist rebels ousted Assad from power on December 8, opening a new chapter in Syria's history after five decades of rule by his clan. (Photo by ATTA KENARE / AFP)

Sekarang, sekutu Iran di Suriah, al-Assad digulingkan oleh milisi oposisi. Saat fajar menyingsing pada Minggu (8/12/2024), pasukan oposisi Suriah menjalankan serangan kilat terakhirnya.

Mereka berhasil merebut ibu kota Suriah, Damaskus dan merobohkan simbol-simbol pemerintahan Al-Assad yang telah berkuasa selama lebih dari 50 tahun.

Ali Akbar Velayati, penasihat utama Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, pernah menyebut Assad dan Suriah sebagai cincin emas rantai perlawanan di kawasan tersebut. ”Tanpa Pemerintah Suriah, rantai ini akan putus dan perlawanan terhadap Israel dan para pendukungnya akan melemah,” katanya waktu itu.

Quote

Pengaruh Iran benar-benar remuk oleh peristiwa di Gaza, oleh peristiwa di Lebanon, dan tentu saja oleh perkembangan di Suriah.

Putusnya rantai itu terlihat jelas dari posisi strategis Suriah. Dengan lokasi tepat di persimpangan jalur di Timur Tengah, Suriah merupakan penghubung geografis penting yang memungkinkan Iran memindahkan senjata dan perlengkapan lainnya ke Hizbullah di Lebanon.

Kehilangan kendali di Suriah ini semakin melemahkan Hizbullah. Padahal, selama ini, persenjataan yang kuat di Lebanon selatan telah menempatkan pengaruh Iran berhadapan langsung di perbatasan musuh bebuyutannya, Israel.

”Pengaruh Iran benar-benar remuk oleh peristiwa di Gaza, oleh peristiwa di Lebanon, dan tentu saja oleh perkembangan di Suriah,” kata diplomat senior dari Uni Emirat Arab, Anwar Gargash.

(FILES) This file handout picture provided by the office of Iran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei on May 08, 2022 shows him (R) greeting Syrian President Bashar al-Assad (L) in Tehran. Islamist-led rebels declared that they have taken Damascus in a lightning offensive on December 8, 2024 sending President Bashar al-Assad fleeing and ending five decades of Baath rule in Syria. (Photo by KHAMENEI.IR / AFP) / === RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / HO / KHAMENEI.IR" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS ===

Memang, pengaruh Iran di Timur Tengah belum sepenuhnya habis. Salah satunya karena program nuklir. Meskipun menyangkal program nuklir itu untuk senjata, Iran dapat saja menggunakan potensi tersebut untuk membangun kemampuan persenjataan guna memberikan pengaruh di kawasan tersebut.

”Iran tetap menjadi pemain regional yang penting. Menurut saya, kita harus menggunakan momen ini untuk terhubung dan berbicara tentang apa yang akan terjadi selanjutnya,” ujar Gargash.

Pengaruh luas

Beberapa tahun lalu, Republik Islam Iran berkuasa di seluruh Timur Tengah. Kekuatan Poros Perlawanan berada di puncaknya.

Hizbullah di Lebanon bangkit melawan Israel. Assad berhasil menekan gelombang unjuk rasa Musim Semi Arab yang kemudian berubah menjadi perang saudara.

Di Irak, milisi yang didukung Irak berhasil melancarkan serangan bom pinggir jalan yang dirancang Iran dan berhasil membunuh pasukan AS. Di Yaman, kelompok Houthi juga menunjukkan kekuatan garang dan bertempur melawan koalisi yang dipimpin Arab Saudi.

Suriah pun memainkan peran pentingnya. Di awal perang saudara Suriah, Iran dan Hizbullah mengerahkan pasukan milisi untuk mendukung Al-Assad yang saat itu akan digulingkan.

Mereka menggunakan alasan mempertahankan tempat-tempat suci Syiah di Suriah. Rusia kemudian bergabung mendukung Al-Assad dengan serangan udara.

A young Syrian resident who lives in Turkey wait with his belongings at Cilvegozu crossborder gate before entering in Syria at Reyhanli district in Hatay, on December 9, 2024. Islamist-led rebels declared on December 8, 2024, that they have taken the Syrian capital in a lightning offensive, sending President Bashar al-Assad fleeing and ending five decades of Baath rule in Syria. (Photo by Ozan KOSE / AFP)

Serangan gabungan itu berhasil merebut kembali sebagian wilayah Suriah dari cengkeraman milisi oposisi. Namun, Suriah tetap terpecah. Ada zona yang dikuasai pemerintahan Al-Assad. Ada zona yang dikendalikan kelompok oposisi.

Cepatnya Al-Assad runtuh awal pekan ini menunjukkan betapa ia bergantung pada dukungan dari Iran dan Rusia. Namun, dukungan yang diharapkan pada saat genting itu tidak kunjung datang.

Baik Iran maupun Rusia, dua sekutu Al-Assad itu, tengah menghadapi masalahnya masing-masing. Rusia tengah menghadapi perang Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun. Sementara Iran menghadapi sanksi internasional atas program nuklirnya yang menghancurkan ekonomi negara itu.

”Yang mengejutkan adalah kegagalan tentara Suriah untuk melawan serangan, dan juga cepatnya serangan dan perkembangannya,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan agar pemerintahan Suriah ke depan harus tetap bebas dari campur tangan asing. Masa depan Suriah harus sepenuhnya berada di tangan rakyat Suriah.

Untuk mencapai tujuan ini, Kemenlu Iran menyerukan pembentukan pemerintahan inklusif yang mewakili seluruh rakyat Suriah. ”Republik Islam Iran mendukung mekanisme internasional berdasarkan Resolusi PBB 2254 dalam proses politik di Suriah, seperti yang telah dilakukannya pada masa lalu, dan terus terlibat secara konstruktif dengan PBB,” kata pernyataan itu seperti dikutip kantor berita Iran, Irna.

Pernyataan itu menekankan keamanan semua warga negara dan warga negara asing di Suriah dilindungi sesuai dengan hukum internasional. Iran juga menyerukan pentingnya perlindungan bagi mereka yang berada di tempat-tempat suci dan keagamaan.

TOPSHOT - A demonstrator holds a Syrian opposition flag as members of the Syrian community chant slogans in Syntagma square in Athens to celebrate the end of the regime of Syrian dictator Bashar al-Assad after rebel fighters took control of the Syrian capital Damascus overnight, on December 8, 2024. Islamist-led rebels toppled Syria's longtime ruler Bashar al-Assad in a lightning offensive that a UN envoy called "a watershed moment" for the nation marred by civil war. (Photo by Angelos TZORTZINIS / AFP)

Kemenlu Iran juga mengharapkan agar hubungan persahabatan antara Iran dan Suriah yang telah lama terjalin tetap bertahan dengan baik. Hubungan itu berdasarkan kepentingan bersama dan kepatuhan terhadap komitmen hukum internasional.

Serangan Israel

Kondisi ini tak dilewatkan Israel. Menyusul runtuhnya Al-Assad oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Israel melancarkan serangan ke sejumlah lokasi di Suriah.

Bagi Israel, menghancurkan jaringan regional Iran merupakan tujuan utama mereka. Israel juga merasa penting melakukan langkah militer untuk mewaspadai kelompok HTS yang awalnya berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Pekan lalu, saat gelombang militan oposisi menyapu Suriah dengan serangan-serangan kilatnya, Israel menghancurkan jalur yang mereka sebut sebagai rute penyelundupan senjata Suriah-Hizbullah. Israel juga meluncurkan serangan udara yang membunuh penghubung Hizbullah di Suriah.

Pemantau perang Suriah melaporkan, pada Senin, serangan Israel menargetkan posisi dan depot militer di beberapa bagian negara itu. ”Sejak jam-jam awal setelah pengumuman jatuhnya rezim sebelumnya, Israel mulai melancarkan serangan udara intensif, dengan sengaja menghancurkan depot senjata dan amunisi,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).

Israeli soldiers walk up the hill inside the buffer zone that separates the Israeli-annexed Golan Heights from the rest of Syria on December 9, 2024. Israel's Foreign Minister Gideon Saar said on December 9 that his country's military takeover of the buffer zone along its border with Syria was a "limited and temporary step" after Prime Minister Benjamin Netanyahu announced the previous day that he had ordered the army to "take control" of the zone, following the fall of Syrian president Bashar al-Assad. (Photo by Menahem KAHANA / AFP)

Pemantau yang berbasis di Inggris itu juga melaporkan, Israel juga melancarkan serangan di selatan Suriah. Target serangan di selatan adalah Tal al-Hara di dekat Dataran Tinggi Golan Suriah yang dianeksasi Israel serta posisi militer di Izraa, di Provinsi Daraa.

Israel menyatakan akan meningkatkan serangan udara terhadap gudang persenjataan Suriah dan mempertahankan kehadiran pasukan terbatas di darat. Hal ini untuk menangkal ancaman apa pun yang dapat muncul sebagai dampak dari penggulingan Al-Assad ke Israel.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan, militer Israel akan menghancurkan senjata strategis berat di seluruh Suriah, termasuk rudal permukaan-ke-udara, sistem pertahanan udara, rudal permukaan-ke-permukaan, rudal jelajah, roket jarak jauh, dan rudal pesisir.

Seorang pejabat senior Israel mengatakan, serangan udara akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Sementara Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan, Israel tidak berminat mencampuri urusan dalam negeri Suriah dan hanya peduli dengan membela warga negaranya.

”Itulah sebabnya kami menyerang sistem persenjataan strategis, seperti senjata kimia yang tersisa atau rudal dan roket jarak jauh, agar tidak jatuh ke tangan para ekstremis,” katanya.

Israeli tanks and armoured vehicles line up the area outside the Druze village of Majdal Shams on the fence with the buffer zone that separates the Israeli-annexed Golan Heights from the rest of Syria on December 9, 2024. Israel's Foreign Minister Gideon Saar said on December 9 that his country's military takeover of the buffer zone along its border with Syria was a "limited and temporary step" after Prime Minister Benjamin Netanyahu announced the previous day that he had ordered the army to "take control" of the zone, following the fall of Syrian president Bashar al-Assad. (Photo by Menahem KAHANA / AFP)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pihaknya telah memerintahkan militer Israel untuk merebut zona penyangga demiliterisasi di perbatasan dengan Suriah setelah Assad digulingkan. Sementara militer Israel memberlakukan jam malam bagi penduduk lima kota Suriah di daerah tersebut.

Netanyahu mengatakan, perjanjian pelepasan yang telah berlaku selama 50 tahun antara kedua negara telah runtuh dan pasukan Suriah telah meninggalkan posisi mereka. Israel merebut sebagian besar Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada tahun 1967 dan kemudian mencaploknya.

Netanyahu menyebut jatuhnya Assad sebagai hari bersejarah. ”Hal itu adalah hasil langsung dari tindakan kami terhadap Hizbullah dan Iran, pendukung utama Assad,” katanya.

Belum padam

Meski demikian, kehilangan Suriah tidak berarti berakhirnya kemampuan Iran untuk memproyeksikan kekuatan di Timur Tengah. Pemberontak Houthi yang juga didukung Iran terus melancarkan serangan terhadap Israel dan kapal-kapal yang bergerak melalui Laut Merah. Iran juga mempertahankan program nuklirnya.

Selama ini, Iran bersikeras bahwa program memperkaya uranium mereka untuk tujuan damai. Namun, badan intelijen negara-negara Barat dan Badan Energi Atom Internasional mengatakan, hingga tahun 2003, Iran memiliki program senjata nuklir yang terorganisasi.

Pada Jumat (6/12/2024), Kepala IAEA Rafael Grossi juga memperingatkan bahwa Iran siap untuk meningkatkan persediaan uranium tingkat senjata mereka. Peringatan ini muncul karena Iran telah memulai serangkaian sentrifus canggih.

”Jika Iran mengembangkan senjata nuklir, itu akan menjadi pukulan telak bagi rezim nonproliferasi internasional,” kata Thanos Dokos, penasihat keamanan nasional Yunani, di Bahrain.

Syrian residents who lives in Turkey walk with their belongings at Cilvegozu crossborder gate before entering in Syria at Reyhanli district in Hatay, on December 9, 2024. Islamist-led rebels declared on December 8, that they have taken the Syrian capital in a lightning offensive, sending President Bashar al-Assad fleeing and ending five decades of Baath rule in Syria. (Photo by Ozan KOSE / AFP)

Risiko lain dari Iran ataupun pendukungnya adalah serangan terhadap infrastruktur minyak. Serangan ke fasilitas minyak Arab Saudi pada tahun 2019, misalnya, awalnya diklaim oleh Houthi. Tetapi, kemudian, para ahli menilai serangan itu dilakukan oleh Iran untuk mengurangi separuh produksi minyak Arab Saudi selama sementara.

”Jika, sebagai akibat dari eskalasi, ada serangan terhadap infrastruktur energi Iran atau Arab Saudi, itu akan menjadi berita buruk bagi pasokan minyak global,” ujar Dokos memperingatkan.

Apa pun yang terjadi selanjutnya, kata Dokos, Iran perlu membuat keputusan, tetapi tetap mempertimbangkan masalah yang dihadapinya di dalam dan luar negeri. ”Stabilitas merupakan kawasan sulit diekspor, tapi ketidakstabilan dapat menyebar dengan sangat cepat. Itulah sebabnya stabilitas di Timur Tengah sangat penting bagi kita semua,” katanya. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Kris Mada