Rusia Pertimbangkan Aset Beku 300 Miliar Dollar AS untuk Rekonstruksi Ukraina

Pertimbangan pemberian aset itu sebagai bagian dari negosiasi untuk mengakhiri Perang Ukraina-Rusia yang berjalan tiga tahun terakhir.

22 Feb 2025 14:24 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

MOSKWA, SABTU — Amerika Serikat dan Ukraina masih terus merundingkan kesepakatan hak pendapatan atas logam tanah jarang Ukraina. Sementara Rusia disebut bisa menerima bila sebagian asetnya dipakai untuk rekonstruksi Ukraina.

Pembicaraan itu menjadi salah satu perkembangan perang Ukraina. Pada Senin (24/2/2025) ini, perang genap berlangsung tiga tahun.

Sementara dalam laporan pada Sabtu (22/2/2025), media AS, Axios, dan Ukraina, Ukrainska Pravda, menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy belum menyetujui kesepakatan soal tanah jarang (LTJ) atau rare earth mineral. Beberapa hari lalu, beredar salinan dokumen AS meminta hingga 50 persen hasil penjualan LTJ Ukraina. Kyiv menolak permintaan itu karena tak jelas apa tawaran kompensasi Washington DC.

Utusan Khusus AS, Jenderal (Purn) Keith Kellogg, menyambangi beberapa pihak di Ukraina untuk mencapai kesepakatan. Sementara Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz mengatakan, Zelenskyy pasti akan segera meneken kesepakatan itu.

Selain soal mineral, Kellogg juga membahas soal perdamaian Ukraina-Rusia dalam lawatan ke Ukraina. Presiden AS Donald Trump terus mendesak Ukraina segera bersepakat dengan Rusia agar perang segera berhenti.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan, Kyiv selalu siap berdamai dengan Moskwa. Ukraina hanya menginginkan atu hal: Rusia mengakui hak Ukraina untuk bebas sepenuhnya. "Akar masalahnya di situ, Rusia tidak mengakui hak hidup Ukraina," kata dia.

Aset beku

Di Rusia, muncul diskusi untuk menyerahkan 300 miliar dollar AS sebagai bagian dari negosiasi perdamaian. Dana dalam bentuk aset beku itu dapat digunakan untuk rekonstruksi Ukraina.

Tiga sumber tanpa nama menyampaikan hal itu kepada Kantor Berita Reuters, Jumat (21/2/2025). Namun, tidak jelas apakah gagasan ini keluar dalam pertemuan tatap muka pertama antara Rusia dan Amerika Serikat di Arab Saudi pada 18 Februari 2025.

Namun, sejauh ini, Kremlin, Kementerian Luar Negeri Ukraina, dan Gedung Putih menolak berkomentar. Kantor Luar Negeri Inggris pun demikian.

”Tidak ada hal tentang Ukraina dan Uni Eropa yang dapat diputuskan tanpa Ukraina dan Uni Eropa,” kata Anitta Hipper, Juru Bicara Komisi Eropa. Ia menambahkan, Uni Eropa (UE) siap membantu Ukraina memperkuat posisinya menjelang pembicaraan apa pun, termasuk sanksi baru terhadap Rusia.

Sejak perang berlangsung pada 2022, AS dan sekutu melarang transaksi dengan bank sentral dan Kementerian Keuangan Rusia. Mereka juga memblokir aset negara Rusia senilai 300 miliar dollar AS-350 miliar dollar AS yang sebagian besar berbentuk obligasi pemerintah Eropa, AS, dan Inggris yang disimpan oleh lembaga sekuritas Eropa.

Gagasan penggunaan aset beku belum pernah ada sebelumnya. Aset beku Rusia telah menjadi pokok perdebatan sengit di Barat. Pada 2023, Kelompok G7 menyatakan, dana kedaulatan Rusia akan tetap beku sampai Moskwa membayar kerusakan di Ukraina. Pihak lainnya mengusulkan agar aset beku itu diberikan kepada Ukraina melalui sistem ”pinjaman repatriasi”.

US Secretary of State Marco Rubio (C), US National Security Advisor Mike Waltz (R) and US Middle East envoy Steve Witkoff attend an interview after meeting with Russian Foreign Minister Sergei Lavrov and Russian President Vladimir Putin's foreign policy advisor Yuri Ushakov, at Diriyah Palace, in Riyadh, Saudi Arabia, on February 18, 2025. (Photo by EVELYN HOCKSTEIN / POOL / AFP)

Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina, Kamis (20/2/2025), mengatakan, bank tersebut tidak menjadi bagian dari pembicaraan tentang pencabutan sanksi atau pencairan cadangan Rusia. Sebelumnya, Rusia menyebut rencana penggunaan dana tersebut di Ukraina sebagai perampokan.

Sebagian besar wilayah Ukraina timur hancur akibat perang dan ratusan ribu tentara tewas atau terluka di kedua belah pihak. Sementara itu, jutaan warga Ukraina mengungsi ke negara-negara Eropa atau Rusia. Tahun lalu, Bank Dunia memperkirakan rekonstruksi Ukraina akan menelan biaya 486 miliar dollar AS.

Analis utama Renaissance Capital, Oleg Kouzmin, mengatakan, perbedaan antara AS dan Eropa akan mempersulit pencabutan pembekuan aset. Eropa merasa AS tidak melibatkannya dan Ukraina dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina.

”Pihak Eropa harus sepenuhnya mendukung sikap AS saat ini yang bertujuan untuk berdialog dengan Rusia,” kata Kouzmin yang menyebut skenario seperti itu ”sangat optimistis”.

Tuntutan utama Rusia dalam negosiasi adalah penarikan pasukan Kyiv dari wilayah Ukraina yang diklaim Moskow dan penghentian ambisi Ukraina bergabung dengan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Sementara itu, Ukraina ingin Rusia menarik diri dari wilayahnya dan menginginkan jaminan keamanan dari Barat.

Foto yang dirilis Layanan Media Istana Kepresidenan Ukraina memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berjabat tangan dengan calon presiden Amerika Serikat Donald Trump usai bertemu di New York, Jumat (27/9/2024). This handout photograph released by the Ukrainian presidential press service on September 27, 2024 shows Ukrainian President Volodymyr Zelensky (L) and Republican presidential nominee former US President Donald Trump, shake hands during a meeting on September 27, 2024 in New York. The meeting coincides with Zelensky's visit to New York for the United Nations General Assembly. (Photo by Handout / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Pembagian dua pertiga

Menurut salah satu sumber, Rusia dapat menerima penggunaan dua pertiga dari aset beku untuk pemulihan Ukraina berdasarkan kesepakatan damai, asalkan ada jaminan akuntabilitas. Sisanya dapat digunakan untuk wilayah yang dikuasai Rusia di Ukraina timur yang sekarang dianggap Rusia sebagai bagian dari Rusia.

Sumber lainnya mengatakan, Moskwa akan setuju menggunakan aset itu untuk membangun kembali Ukraina. Akan tetapi, masih terlalu dini untuk bicara soal pembagian dana. Dua sumber menekankan, penting untuk membahas perusahaan mana yang akan mendapatkan kontrak masa depan untuk rekonstruksi.

Sumber lain, yang dekat dengan Kremlin, tetapi tidak terlibat dalam diskusi tersebut, mengatakan, Rusia masih akan menuntut pencabutan pembekuan aset sebagai bagian dari keringanan sanksi secara bertahap.

Pejabat di Kremlin telah berulang kali memperingatkan, penyitaan aset oleh negara lain bertentangan dengan prinsip pasar bebas, merusak keamanan perbankan, dan mengikis kepercayaan terhadap mata uang cadangan.

Sebagai balasan, Rusia telah merancang undang-undang untuk menyita dana dari perusahaan dan investor dari negara tidak bersahabat serta negara yang menjatuhkan sanksi. RUU ini belum disahkan di Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma).

This handout picture taken on June 16, 2023 and released by host photo agency RIA Novosti shows Russian President Vladimir Putin attending a plenary session of the Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) in Saint Petersburg. (Photo by Alexei Kudenko / Mikhail Korytov / Host photo agency RIA Novosti / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / Host photo agency RIA Novosti" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Rincian aset

Seperti bank sentral lainnya, Bank Sentral Rusia (CBR) menempatkan sebagian cadangan emas dan valuta asingnya dalam aset likuid, seperti mata uang, emas, dan obligasi pemerintah. Sekitar setengah dari cadangan tersebut disimpan di Barat.

Rusia memiliki total cadangan emas dan valuta asing sekitar 627 miliar dollar AS, termasuk dana yang dibekukan. Nilai aset Rusia yang dibekukan berfluktuasi sesuai dengan harga obligasi dan pergerakan mata uang.

Rinciannya, CBR mempunyai sekitar 207 miliar dollar AS dalam bentuk aset euro, 67 miliar dollar AS dalam dollar AS, dan 37 miliar dollar AS dalam pound sterling. Ada pula aset 36 miliar dollar AS dalam yen, 19 miliar dollar AS dalam dollar Kanada, 6 miliar dollar AS dalam dollar Australia, 1,8 miliar dollar AS dalam dollar Singapura, dan 1 miliar dollar AS dalam franc.

CBR menginvestasikan aset-aset ini dalam sekuritas asing, simpanan bank, dan rekening nostro. Kepemilikan obligasi terbesar bank itu adalah obligasi negara China, Jerman, Perancis, Inggris, Austria, dan Kanada. Cadangan emas Rusia disimpan di Rusia. Sekitar 159 miliar euro dari aset tersebut dikelola oleh lembaga kliring Belgia, Euroclear Bank.

Meski pembekuan dana membuat Rusia marah, beberapa pendukung perang Rusia mengakui, Moskwa pada akhirnya bisa saja menyerahkan aset beku asalkan wilayah yang diduduki tetap berada di dalam Rusia.

”Saya mengusulkan sebuah solusi. Mereka membayar uang ini untuk pembelian wilayah-wilayah tersebut, wilayah yang ingin bersama kita,” kata Margarita Simonyan, Kepala Penyiaran Negara RT, pada 2023.

Wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia menyumbang sekitar 1 persen dari produk domestik bruto Rusia. Beberapa ekonom percaya kontribusi itu dapat bertumbuh cepat jika wilayah-wilayah itu tetap bergabung bersama Rusia saat perang berakhir. Wilayah-wilayah tersebut sudah menyediakan sekitar 5 persen dari panen gandum Rusia. (REUTERS)

Catatan redaksi: artikel ini diperbarui dengan keterangan soal perundingan logam tanah jarang AS-Ukraina


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra