PIALA THOMAS DAN UBER

Saat Aljazair dan Afrika Selatan Bertanding Bukan untuk Juara

Peserta kejuaraan Piala Thomas dan Uber bukan hanya tim kuat seperti China dan Indonesia. Ada tim-tim kecil yang juga bangga tampil di ajang level dunia itu.

25 Apr 2026 12:15 WIB · Olahraga

Tangkapan layar laman BWF.

Oleh Yulia Sapthiani

Tidak semua peserta kejuaraan bulu tangkis Piala Thomas dan Uber 2026 bersaing untuk gelar juara. Lebih luas dari itu, tampil di kejuaraan olahraga adalah membawa kebanggaan atas nama negara dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Misi itu dibawa Aljazair dan Afrika Selatan dalam kejuaraan Piala Thomas dan Uber 2026 di Horsens, Denmark, 24 April-3 Mei. Masing-masing menjadi wakil dari Afrika dengan status sebagai juara beregu putra dan putri dari zona tersebut.

Aljazair adalah juara beregu putra dan Afrika Selatan menjadi juara beregu putri dalam Kejuaraan Afrika kategori beregu di Gaborone, Botswana, 9-12 Februari. Kejuaraan tersebut menjadi salah satu babak kualifikasi Piala Thomas dan Uber. Sejak putaran final Piala Thomas dan Uber diikuti peserta dari lima zona pada 2004, tim putra Aljazair lolos untuk kelima kali, sedangkan Afrika Selatan tampil di Piala Uber untuk keenam kali.

”Saya bermain untuk diri sendiri, untuk tim, negara, dan jelas bermain untuk benua saya, mewakili banyak negara lain yang telah kami kalahkan. Kami merasa sangat terhormat untuk menjadi bagian dari perjalanan itu,” tutur pemain putri Afrika Selatan, Johanita Scholtz, dalam laman resmi BWF.

Pebulu tangkis Afrika Selatan, Johanita Scholtz, tampil dalam kejuaraan Piala Thomas dan Uber 2026 di Denmark. Scholtz bangga bisa mewakili Afrika.

Dengan ranking ke-160 dunia di tunggal putri, Scholtz tak hanya menjadi pebulu tangkis putri terbaik Afrika Selatan, tetapi juga pebulu tangkis terbaik di negaranya. Bersama Amy Ackerman, Scholtz menjadi ganda putri terbaik Afrika Selatan dengan ranking ke-100 dunia. Scholtz merasa terhormat dan bangga bisa menjadi wakil Afrika di Piala Uber. Dia juga menyatakan kebanggaannya atas atlet-atlet putra Aljazair yang bisa tampil di Piala Thomas.

Atlet ganda putra Aljazair, Koceila Mammeri, memiliki pandangan lain dengan keikutsertaanya di Piala Thomas dan Uber. Atlet ranking ke-127 dunia bersama partnernya, Youcef Sabri Medel, ini ingin menjadi sumber inspirasi bagi atlet-atlet bulu tangkis muda di Afrika. Apalagi, bulu tangkis bukanlah cabang olahraga utama bagi negara-negara Afrika.

”Kami tahu bahwa kami belum berada di level teratas dunia. Berdasarkan posisi kami, kami ingin menginspirasi pemain muda di Aljazair dan Afrika, mungkin (bulu tangkis) Afrika bisa menjadi lebih baik di masa depan, di panggung dunia,” kata Mammeri.

Bagi Scholtz, ada faktor lain yang menambah kebanggaannya bisa bertanding di Horsens. Afrika Selatan tampil di Piala Uber untuk pertama kali dalam rentang 14 tahun setelah terakhir kali tampil di Wuhan, China, 2012. Maka, bagi Scholtz dan rekan-rekannya, yang akan menjalani debut di Piala Uber, prestasi ini selayaknya menjadi juara.

Infografik Grup Piala Thomas 2026

”Ini sangat berarti bagi kami dan kami adalah tim baru. Jelas, kami memberikan yang terbaik di babak kualifikasi dan ketika bisa mencapai target, perjalanan itu terasa lebih manis,” tutur Scholtz.

Afrika Selatan sebenarnya berhak tampil dalam Piala Thomas dan Uber 2024 di Chengdu, China ketika menjadi juara beregu putri pada ajang kualifikasi. Akan tetapi, mereka akhirnya tidak mengirimkan tim hingga posisinya digantikan Uganda.

Sementara tim putra Aljazair tampil di Piala Thomas untuk kelima kali beruntun sejak Kunshan 2016. Bagi Mammeri, pemegang rekor Aljazair di Kejuaraan Afrika dengan 16 gelar, partisipasinya dalam tim Piala Thomas sama halnya seperti mendapat hadiah besar.

”Ini menjadi kesempatan untuk bermain melawan pemain terbaik dan tim terbaik,” kata Mammeri. ”Kami tahu bahwa kami tidak punya peluang, tetapi ini lebih tentang mendapatkan pengalaman, berkembang sebagai tim, karena kami tidak sering bermain di ajang tim.”

M Abderrahmie Belarbi/Koceila Mammeri bersalaman dengan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri seusai bertanding dalam laga Indonesia melawan Aljazair pada penyisihan Grup D Piala Thomas. Dalam pertandingan di Forum Horsens, Denmark, Jumat (24/4/2026), itu, Indonesia menang 5-0.

Mammeri menjalankan tugas pertamanya di Horsens saat melawan Indonesia dalam penyisihan Grup D, Jumat malam. Berpasangan dengan M Abderrahmie Belarbi, Mammeri bermain pada partai keempat melawan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan kalah 14-21, 8-21. Pemain-pemain Aljazair lainnya bertemu Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Pertemuan Aljazair-Indonesia ini menjadi ulangan pertemuan lain yang juga berlangsung di Denmark, tetapi di kota berbeda. Kedua tim bertemu di penyisihan grup Piala Thomas 2020 di Aarhus yang penyelenggeraannya dimundurkan setahun karena pandemi Covid-19. Saat itu, perjalanan Indonesia diakhiri dengan berdiri di podium juara.

Tunggal putra Australia berusia 18 tahun, Shrey Dhand, juga berkesempatan menjadi lawan atlet top dunia saat timnya melawan China pada penyisihan Grup A Piala Thomas. Australia kalah 0-5, tetapi Dhand bisa memaksa Li Shi Feng bermain tiga gim dengan skor 15-21, 21-17, 6-21. Dhand adalah atlet dengan ranking 246 dunia, sementara Li di posisi ketujuh.

Anthony Sinisuka Ginting (kanan) bersalaman dengan M Abdelaziz Ouchefoun (Aljazair) dalam penyisihan Grup D Piala Thomas di Forum Horsens, Denmark, Jumat (24/4/2026). Anthony menyumbangkan kemenangan dan Indonesia menang 5-0.

”Saya bermain bagus dan bisa melawan Li adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Dia adalah salah satu idola yang selalu saya tonton,” kata Dhand, juara Oseania, pada Januari 2026.

Kalahkan juara dunia

Atlet Bulgaria, Kaloyana Nalbantova, tak hanya punya kesempatan melawan atlet top dunia, melainkan juga mengalahkannya saat tim Piala Uber Bulgaria bertemu Thailand di Grup D, Jumat. Nalbantova tampil pada partai pembuka, berhadapan dengan juara dunia 2013, Ratchanok Intanon, dan menang dengan skor 21-23, 14-21, 24-22 meski Bulgaria akhirnya kalah 2-3.

”Ratchanok adalah satu satu idola saya. Saya melihat penampilannya dalam 13 tahun terakhir. Jadi, bisa melawan dia dalam ajang besar dan mengalahkannya sangat berarti bagi saya,” kata Nalbantova, atlet berusia 20 tahun dan bermain bulu tangkis sejak berusia enam tahun.

Juara Eropa yunior 2022 dan 2024 bercerita, awalnya dia kesulitan mengimbangi kecepatan dan gaya bermain Intanon yang memiliki pukulan tajam. ”Namun, saya sudah siap secara mental bahwa pertandingan melawan Ratchanok akan sulit,” kata Nalbantova, yang turut membawa Bulgaria menjadi juara beregu putri Eropa untuk pertama kalinya, pada Februari.

Atlet Bulgaria, Kaloyana Nalbantova, menang atas Ratchanok Intanon (Thailand) pada penyisihan Grup D Piala Uber di Forum Horsens, Denmark, Jumat (24/4/2026). Namun, Bulgaria kalah 2-3.

Tim putri Afrika Selatan, yang berada satu grup dengan Jepang, Malaysia, dan Turki di Grup B, akan menjalani pertandingan pertama melawan Jepang, Sabtu. Scholtz akan bertemu tunggal putri ranking ketiga dunia yang merupakan tiga kali juara dunia, Akane Yamaguchi. Scholtz juga akan bermain pada nomor ganda bersama Ackerman dan akan berhadapan dengan ganda putri ranking ketujuh dunia, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi.  

Tak seperti Fajar dan kawan-kawan, Mammeri, Scholtz, dan rekan-rekannya tampil di Piala Thomas dan Uber tanpa gelar juara dari turnamen BWF World Tour. Selain gelar juara dari Kejuaraan Afrika, mereka ”hanya” berbekal gelar juara turnamen international series/challenge, yang berada di bawah BWF World Tour, ketika turnamen digelar di Afrika.

Maka, mereka memanfaatkan peluang bertemu atlet-atlet top dunia untuk menambah pengalaman, tentu saja dengan target lain, meraih poin sebanyak-banyaknya. ”Kami tidak akan sekadar bermain, melawan siapapun meski lawan adalah idola kami. Kami akan bermain dengan pola pikir yang sama dalam setiap pertandingan, yaitu melihat seberapa jauh kami bisa melngkah di setiap pertandingan,” kata Scholtz.

Mammeri percaya Piala Thomas memberikan panggung untuk menguji kemampuan dirinya dan rekan senegaranya melawan yang terbaik.

”Kami senang bermain melawan tim-tim kuat. Bagi kami, apa pun undiannya, akan sulit. Jadi, kami tidak masalah dengan itu dan kami hanya berharap untuk menikmati pertandingan,” ucapnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey