PIALA DUNIA 2026

Saat Piala Dunia ”Menyusup” di Wimbledon

Di tengah-tengah pertandingan tenis di Wimbledon, sorakan berkaitan laga sepak bola di Piala Dunia terdengar. Penonton menyaksikan tenis dan sepak bola bersamaan.

03 Jul 2026 09:44 WIB · Olahraga

AP Photo/Brian Inganga

Oleh Rebiyyah Salasah

Piala Dunia menemukan caranya untuk ”hadir”, bahkan di tengah-tengah turnamen tenis bergengsi seperti Wimbledon. Pertandingan Piala Dunia ”menyusup” lewat tayangan dan sorakan dari penonton yang tidak ada hubungannya dengan laga tenis.

Saat Barbora Krejcikova memantulkan bola sebelum melakukan servis dalam keungguan 2-1 di set ketiga, Lapangan Utama All England Club, London, Inggris, tiba-tiba hidup.

”Ayo.” Teriakan itu terdengar dari tribune, tampak tidak ada hubungannya dengan tenis.

Dalam laga babak kedua Wimbledon, Rabu (1/7/2026), itu, lawan Krejcikova, Mirra Andreeva, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Wasit lantas segera meminta suasana tenang kembali.

Sekitar 6.775 kilometer jauhnya, jika diukur garis lurus, kapten timnas Inggris, Harry Kane, mencetak gol untuk menyamakan kedudukan melawan Republik Demokratik Kongo di Atlanta, Georgia, AS.

Sorakan kembali terdengar saat Kane mencetak gol kedua untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Andreeva sedang melakukan servis untuk bertahan dalam pertandingannya saat tertinggal 4-5 ketika ledakan suara terakhir yang paling keras kembali terdengar. Sorakan itu bertepatan dengan peluit akhir yang menandai Inggris melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Andreeva, juara Perancis Terbuka 2026 yang akhirnya kalah dengan skor 6-4, 5-7, 4-6, tampak sedikit bingung ketika sorakan pertama terdengar di antara poin.

”Apakah ada pertandingan sepak bola? Saya tidak tahu itu,” kata Andreeva setelah pertandingan.

Wimbledon adalah turnamen tenis prestisius yang menjadi bagian dari empat turnamen Grand Slam. Tahun ini, ajang yang diadakan di atas lapangan rumput tersebut berlangsung pada 29 Juni-12 Juli, berbarengan dengan perhelatan Piala Dunia 2026 yang sudah digelar sejak 11 Juni.

All England Club, tempat ”suci” Wimbledon, terkenal unik. Tempat ini memiliki kebijakan untuk tidak menayangkan pertandingan sepak bola di layar di dalam area Wimbledon selama turnamen besar seperti Piala Dunia atau Kejuaraan Eropa.

Itu bukan hal yang aneh bagi siapa pun yang familier dengan turnamen tersebut. Pada 2018, penggemar Wimbledon teralihkan dari kejutan yang menakjubkan ketika Kevin Anderson mengalahkan Roger Federer, yang bertepatan dengan kekalahan Inggris, 1-2, dari Kroasia di Piala Dunia.

A spectator overlooks number one court on day three of the 2026 Wimbledon Championships at The All England Lawn Tennis and Croquet Club in Wimbledon, southwest London, on July 1, 2026. (Photo by Henry Nicholls / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE

Meski All England Club tidak menayangkan laga sepak bola, pertandingan Piala Dunia masih memungkinkan untuk hadir di sana. Alasannya, tidak ada aturan yang melarang penggemar menonton pertandingan Piala Dunia di perangkat mereka sendiri selama laga tenis berlangsung.

”Jika orang-orang memiliki ponsel, kami tidak akan mencegah mereka menonton sepak bola,” kata Kepala Eksekutif All England Club Sally Bolton.

Di Henman Hill, tempat para penggemar berkumpul untuk menonton pertandingan Lapangan Utama di layar besar, banyak penggemar yang mengeluarkan ponsel mereka. Perhatian mereka terbagi antara laga tenis dan Piala Dunia.

Ponsel-ponsel dikeluarkan, diputar menyamping, dengan siaran BBC tentang pertandingan Inggris diputar di banyak ponsel. Penonton punya cara sendiri untuk mengikuti pertandingan di era ponsel pintar, menyaksikan Piala Dunia dan tenis secara bersamaan.

Russia's Mirra Andreeva reacts as she plays against Czech Republic's Barbora Krejcikova during their women's singles second round tennis match on the third day of the 2026 Wimbledon Championships at The All England Lawn Tennis and Croquet Club in Wimbledon, southwest London, on July 1, 2026. (Photo by Kirill KUDRYAVTSEV / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE

Andreeva sendiri terlihat frustrasi selama set ketiga dan melemparkan raketnya dengan marah setelah kalah. Wajar Andreeva frustrasi. Petenis peringkat kelima dunia ini tersingkir sebulan setelah menjuarai Perancis Terbuka 2026.

Namun, Andreeva mengatakan tak terganggu oleh penonton lain yang memperhatikan pertandingan sepak bola. ”Saya tidak merasa mereka terlalu berisik,” kata petenis yang mencatatkan 37 kemenangan ini.

”Mereka (bersorak) ketika dia masih menuju garis belakang untuk mengembalikan bola. Jadi, itu sama sekali tidak mengganggu saya,” ujarnya.

Krejcikova juga tidak menyadari bahwa sorakan itu tidak terkait dengan pertandingan tenis. Petenis asal Ceko ini justru sempat berpikir bahwa sorakan itu untuknya dan Andreeva.

Lagi pula, Krejcikova tidak terlalu memperhatikan sorakan-sorakan tersebut. ”Saya fokus pada servis, pengembalian, dan permainan saya,” ucap juara Wimbledon 2024 ini.

Barbora Krejcikova of Czech Republic returns the ball to Mirra Andreeva of Russia in their second round women's singles match at the Wimbledon Tennis Championships in London, Wednesday, July 1, 2026. (AP Photo/Brian Inganga)

Adapun Coco Gauff sudah mengamankan kemenangan tiga set di lapangan nomor 1 sebelum Inggris melakukan comeback.

Namun, dia tidak bisa menghindari sorak-sorai yang bergema di seluruh lapangan sebelum pergi ke konferensi pers pascapertandingan.

”Saya rasa Inggris mencetak gol. Saya mendengarnya,” ujar Gauff.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar