Semula, tim bulu tangkis Indonesia didominasi atlet muda untuk SEA Games Thailand 2025. Belakangan, daftar diubah dengan memasukkan atlet senior.
01 Des 2025 10:58 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
Untuk mewujudkan target regenerasi yang berulang kali disebutkan sejak awal kepengurusan, PP PBSI mendaftarkan sebagian besar atlet muda untuk SEA Games Thailand 2025. Namun, itu hanya cerita awal sebelum dua wakil diubah atas permintaan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Dari sepuluh pemain putra pada nomor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran yang diumumkan PBSI pada 31 Oktober, hanya Leo Rolly Carnando, Bagas Maulana, dan Amri Syahnawi yang tergolong senior berdasarkan usia dan pengalaman bermain dalam turnamen BWF. Mereka berada di rentang usia 24-27 tahun yang bermain pada panggung BWF World Tour pada level Super 300 hingga 1000 sejak 2019.
Dalam daftar pemain putri, Febriana Dwipuji Kusuma dan Nita Violina Marwah, yang berusia 24 tahun, menjadi yang paling senior. Febriana tampil dalam turnamen BWF World Tour pada nomor ganda putri sejak 2021. Adapun Nita, yang saat ini fokus pada ganda campuran bersama Amri, bersaing pada level yang sama sejak 2020.
”Adik-adik” mereka adalah pemain berusia 19-23 tahun dengan pengalaman tampil dalam turnamen BWF World Tour baru selama 1-3 tahun. Ada yang mulai tampil intens mulai tahun ini, seperti Alwi Farhan, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, ada pula yang baru pada tahap merasakan atmosfernya, seperti yang dialami Mohammad Zaki Ubaidillah, Mutiara Ayu Puspitasari, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/26/28d643409379f32158824d3f169cbe47-FAK_1653.jpg)
Bagi Zaki, Mutiara, Dhinda, Yohanes Saut Marcellyno, dan Prahdiska Shujiwo, SEA Games Thailand 2025 akan menjadi panggung multicabang pertama. Zaki menjadi bagian dari ”Merah Putih” pada nomor beregu putra di Kamboja 2023, tetapi dia pun belum sempat bermain.
Semula, tunggal putri Thalita Ramadhani Wiryawan dan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin akan menjalani debut di SEA Games. Namun, nama mereka terpaksa diganti pemain senior, Gregoria Mariska Tunjung dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.
Disebutkan, dua wakil tersebut ditambahkan dalam long list tim bulu tangkis. Namun, untuk atlet yang akan tampil, tak ada cara lain selain mengganti Thalita dan Raymond/Nikolaus karena setiap tim bulu tangkis hanya bisa diperkuat sepuluh atlet putra dan sepuluh putri.
Pergantian dilakukan karena mengikuti permintaan Kementerian Pemuda dan Olahraga agar PP PBSI menurunkan tim dengan kekuatan penuh. Dalam konferensi pers pada 6 November, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Surono mengusulkan perubahan skuad bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2025.
Kemenpora menargetkan bulu tangkis meraih dua emas, hanya bertambah satu emas dari target PBSI dengan formasi tim sebelumnya. Tambahan target satu emas ini menjadi bagian dari target menempati peringkat ketiga secara keseluruhan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/25/cf772335039cda74f6c312d66d5162d9-IMG_20251123_WA0008.jpg)
Permintaan tersebut adalah reaksi Kemenpora setelah melihat Thailand dan Malaysia yang akan diperkuat atlet-atlet utama. Thailand akan menurunkan atlet utama, seperti tunggal putra peraih perak Olimpiade Paris 2024, Kunlavut Vitidsarn, dan tunggal putri senior, Ratchanok Intanon.
Adapun Malaysia, yang menjadi bagian dari tiga ”negara bulu tangkis” di Asia Tenggara selain Indonesia dan Thailand, akan diperkuat ganda putra peringkat lima besar dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik (2) dan Man Wei Chong/Tee Kai Wun (5); ganda putri ranking kedua dunia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan; dan juara dunia ganda campuran, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/01/8b787132e2d335fa5c78f5e9b2db7981-20251201_H14_KID_Bulu_Tangkis_mumed.png)
”Kami menyambut baik target yang telah ditetapkan pemerintah. Target tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas persiapan. Kami ingin memastikan bahwa setiap atlet turun dalam kondisi terbaik dan siap memberikan kontribusi maksimal bagi Indonesia,” ujar Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja.
Memang tak ada peraturan yang mewajibkan kontingen menurunkan pebulu tangkis muda di SEA Games. Setiap negara bebas memilih siapa pun asalkan sudah didaftarkan kepada panitia penyelenggara.
Di sisi lain, jika tak memiliki alasan kuat, setiap atlet hampir pasti bersedia mengemban tugas membawa nama negara, apalagi di ajang multicabang. Maka, Gregoria dan Sabar/Reza tak bisa disalahkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/16/69c711f1f1f6f4c41bf80e3fe8f150bb-SabarReza_R32_ChinaMasters2025_PBSI_20250916.jpg)
Sayangnya, tujuan regenerasi dengan menurunkan pemain muda di SEA Games yang semula menjadi target PBSI dihalangi Kemenpora. PBSI mengikuti permintaan mereka untuk mengubah nama beberapa pemain, tetapi dalam perjalanannya harus menanti kepastian boleh/tidaknya perubahan nama pada menit-menit akhir. Pergantian nama baru diumumkan kepada media dan publik pada Jumat (28/11/2025), enam hari sebelum keberangkatan tim.
Sebelum pengumuman tersebut, PBSI berulang kali menolak memberi jawaban perihal pergantian nama atlet karena menanti kepastian dari Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sebagai pihak yang mendaftarkan nama kontingen.
Padahal, sebagai cabang yang masih memiliki agenda turnamen BWF pada akhir tahun, PBSI, atlet, dan pelatih membutuhkan kepastian cepat untuk menyusun program. BWF memiliki turnamen Final BWF World Tour yang akan diselenggarakan di Hangzhou, China, 17-21 Desember. Tiga wakil Indonesia yang menjadi anggota SEA Games akan tampil pula di Final BWF, yaitu Putri, Sabar/Reza, dan Jafar/Felisha.
Demi target yang hanya ranking ketiga (bukan juara umum), harapan pemain muda untuk menjalani debut di SEA Games pun tertunda. Apalagi, Raymond/Nikolaus berada pada kondisi psikologis yang baik setelah menjuarai Australia Terbuka Super 500 dengan mengalahkan dua ganda putra Malaysia top dunia dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di final. Thalita, yang berusia 18 tahun, menjuarai tiga turnamen BWF level international series/challenge pada 2025.
Sebagai ajang multicabang regional terendah yang bisa diikuti Indonesia, sewajarnya Raymond/Indra dan Thalita mendapat kesempatan tampil di SEA Games. Toh, target setiap negara di setiap cabang tak harus sama. Ketika Thailand menurunkan kekuatan penuh sebagai tuan rumah, begitu juga dengan Malaysia, bukan hal yang salah jika awalnya bulu tangkis hanya ditargetkan mendapat satu emas dengan target jangka panjang, yaitu regenerasi.
Pembaca yang budiman, harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.
Penulis:
Yulia Sapthiani, Rebiyyah Salasah, Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti