Potret pengungsi Palestina yang kembali ke tempat asalnya di Gaza.
16 Okt 2025 09:40 WIB · Internasional
Kesepakatan gencatan senjata yang disetujui kedua belah pihak yang berperang, Israel dan Hamas, membawa harapan dan kehidupan baru penduduk Palestina di Gaza. Selama dua tahun perang, lebih dari 67.000 warga Palestina tewas sebagai balasan serangan pada 7 Oktober yang dilakukan Hamas dan menewaskan 1.200 penduduk Israel dan menyandera 251 orang.
Bagi yang masih hidup, perang juga menyebabkan kesengsaraan. Mereka harus berpindah-pindah daerah untuk menghindari serangan. Mereka meninggalkan rumah dan kampung halaman mengikuti perintah militer, atau mengikuti langkah kaki mereka.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/16/4fdbb385-7071-4fde-ae2a-8847b9395739_jpg.jpg)
Kini, sebagian besar pengungsi, orang-orang yang telantar karena perang, kembali berjalan pulang. Mereka berharap dapat melanjutkan hidup damai seperti sebelum 7 Oktober 2023 di tempat asal mereka masing-masing.
Perjalanan kembali bukanlah hal yang mudah, walau tidak lagi menanggung risiko akan serangan bersenjata dari militer Israel. Namun, ketidakpastian akan tujuan memperberat langkah para pengungsi.
Hampir seluruh Gaza telah hancur oleh serangan militer Israel. Sebagian yang lain bahkan telah rata dengan tanah. Bangunan bertingkat ataupun desa-desa dan rumah penduduk dalam kondisi yang sama. Hancur lebur.
Sedikit pemandangan yang tampak ”normal” adalah pasar darurat di kamp pengungsian Nuseirat, di Jalur Gaza. Di sini, ratusan penduduk berkumpul untuk berbelanja kebutuhan hidup. Beberapa orang dewasa membawa sayur dan buah dalam tas plastik.
Sebagian ibu-ibu tampak berinteraksi dengan pedagang. Memilih-milih buah ataupun sayuran untuk dibawa pulang. Banyak pula yang sekadar berjalan-jalan, melihat-lihat barang dagangan di pasar. Suasana nampak normal layaknya pasar.
Di beberapa tempat, di samping reruntuhan, tampak tenda-tenda warga. Mereka memanfaatkan tanah kosong yang dirasa cukup aman untuk tinggal sementara. Kota Gaza tampak mulai ada-tanda-tanda kehidupan lagi.
Pemandangan yang diambil dari drone, tampak bangunan-bangunan yang hancur karena ledakan. Tampak pula orang-orang yang berjalan di tengah debu dan terik matahari. Sementara beberapa alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan sisa-sisa puing bangunan yang berada di jalanan.
Gaza mulai ”hidup”. Ribuan pengungsi yang kembali dari pengungsian akan kembali dan menghidupkan daerah ini. Apa pun keadaannya kini, bagi mereka Gaza adalah simbol kembalinya perdamaian.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto