PIALA ASIA 2026

Saatnya Timnas Futsal Indonesia Naik Kelas ke Level Asia

Dengan raihan emas SEA Games 2025, timnas futsal Indonesia berada di jalur terbaik guna lahir sebagai kekuatan baru di Asia.

26 Jan 2026 15:58 WIB · Olahraga

AFC MEDIA

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — Setelah meraih medali emas SEA Games 2025, tim nasional futsal Indonesia memiliki kesempatan terbaik untuk membuktikan diri telah memiliki kemampuan lebih dari sekadar jagoan di Asia Tenggara. Skuad ”Garuda” dinaungi ekspektasi untuk tampil gemilang dan mencetak capaian anyar di Piala Asia 2026.

Indonesia perlu menunggu selama 24 tahun untuk mendapat kehormatan lagi sebagai tuan rumah Piala Asia Futsal. Kesempatan pertama menjadi tuan rumah pada edisi 2002 sekaligus merupakan titik awal olahraga futsal mulai digemari dan menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Setidaknya, berkiprah di ranah futsal menjadi alternatif bagi generasi muda yang gagal menembus level profesional di dunia sepak bola.

Sejak edisi 2002, Indonesia sudah berpartisipasi 11 kali dari 15 edisi yang telah berjalan pada periode 2002 hingga 2026. Pada keikutsertaan itu, penampilan terbaik Indonesia adalah menembus babak perempat final atau fase pertama babak gugur di Kuwait 2022. Indonesia disingkirkan sang juara edisi itu, Jepang, dengan skor tipis 2-3.

Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, memberikan pernyataan pada konferensi pers jelang Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Senin (26/1/2026). Souto menargekan Indonesia tembus perempat final.

Pada sembilan partisipasi lainnya, Indonesia selalu gagal lolos dari fase grup. Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, mengakui, Piala Asia adalah kesempatan bagi anak asuhannya untuk menaikkan derajat futsal Indonesia di kancah kontinental.

”Ini adalah pengalaman besar bagi kami. Bersaing di kawasan Asia adalah target kami saat ini,” kata Souto dalam konferensi pers jelang babak penyisihan, Senin (26/1/2026), di Indonesia Arena, Jakarta.

Piala Asia dijalani tim Indonesia dengan modal apik, yakni emas SEA Games perdana dalam sejarah. Indonesia mampu memutus rentetan raihan medali emas milik Thailand dalam lima edisi beruntun sejak 2007.

Namun, Souto mengingatkan pasukannya untuk segera meredam kebahagiaan meraih emas di SEA Games Thailand lalu. Menurut dia, prestasi itu sudah menjadi bagian masa lalu timnas futsal Indonesia.

”Akan jadi masalah bagi kami jika masih memikirkan SEA Games. Kami hanya memikirkan laga-laga yang akan kami hadapi di Piala Asia karena tantangan lebih besar telah menanti,” ujar Souto yang berpaspor Spanyol.

Selain mempersembahkan medali emas SEA Games 2025, Souto, yang juga menjabat senagai Direktur Teknik Federasi Futsal Indonesia, juga sudah memberikan Indonesia trofi Kejuaraan ASEAN Futsal 2024. Prestasi itu mengakhiri penantian 14 tahun untuk meruntuhkan dominasi Thailand di ajang tersebut.

Target tim

Indonesia tergabung di Grup A bersama Korea Selatan, Kirgistan, dan Irak. Laga pembuka kiprah Iqbal Iskandar dan kawan-kawan akan dimulai dengan menghadapi tantangan Korsel, Selasa (27/1/2026) pukul 19.00 WIB. Selanjutnya, Kirgistan dan Irak akan dijamu pada Kamis (29/1/2026) dan Sabtu (31/1/2026).

”Kami akan berusaha untuk lolos ke babak perempat final. Untuk itu, kami harus mempertahankan fokus laga demi laga,” tutur Souto.

Ia pun berharap dukungan belasan ribu suporter yang hadir di Indonesia Arena setiap pertandingan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh skuad Garuda. Dukungan suporter menjadi bekal penting lainnya bagi Indonesia untuk meningkatkan mental bertanding.

Demi memenuhi target di Piala Asia, Souto telah menetapkan 14 pemain untuk mengharumkan logo garuda di dada. Andalan di SEA Games lalu, seperti Ahmad Habiebie, Ardiansyah Nur, Syauqi Saud, hingga Samuel Eko, masih mengisi daftar skuad final Piala Asia 2026.

Total, Souto hanya mengganti dua nama dari susunan pemain SEA Games. Mereka adalah Yogi Saputra dan Rio Pangestu. Mereka menukar tempat dari Romi Humandri dan Evan Soumilena.

Dilihat dari komposisi asal klub di Liga Pro Futsal Indonesia, Bintang Timur Surabaya menyumbang paling banyak. Juara Indonesia pada tiga musim beruntun itu mengirimkan enam pemain.

Sebanyak empat pemain dari Cosmo JNE, dua pemain berkiprah untuk Black Steel, serta dua pemain asal Pangsuma.

Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto (kiri), berbincang dengan pelatih timnas futsal Irak, Joao Carlos (tengah), dan pelatih timnas futsal Korea Selatan, Paulo Fernandes, seusai konferensi pers jelang Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Senin (26/1/2026). Souto targetkan Indonesia lolos ke perempat final.

Pelatih timnas futsal Korsel, Paulo Fernandes, menyebut Indonesia bakal memberikan awal turnamen yang sangat sulit bagi anak asuhannya. Ia menganggap bermain di bawah tekanan suporter tuan rumah dengan atmosfer yang menggetarkan akan menjadi pengalaman berharga bagi Korsel.

”Pertandingan pertama di setiap turnamen akan selalu sulit, terlebih lagi kami akan bermain menghadapi Indonesia. Sudah lama Korsel tidak berprestasi. Jadi ini kesempatan kami untuk meningkatkan performa di level Asia,” kata Fernandes.

Sempat rutin menembus semifinal pada empat edisi awal Piala Asia medio 1999 hingga 2002, Korsel selalu gagal lolos dari babak penyisihan pada sembilan partisipasi terakhir. Mereka terakhir kali menembus perempat final pada 2004.

Tak ayal, Kirgistan dan Irak menjadi lawan terberat Indonesia untuk lolos dari fase grup. Dua tim itu mampu menembus babak delapan besar pada Piala Asia Futsal 2024 di Thailand. Irak bahkan menembus semifinal pada edisi Taiwan 2018.

”Tujuan kami adalah mempersiapkan diri untuk memenangkan laga demi laga di fase grup. Target kami menembus babak gugur,” ujar pelatih timnas futsal Irak, Joao Carlos.

Hal senada disampaikan pelatih timnas futsal Kirgistan, Nurjan Djetybaev. ”Kami berambisi melaju ke babak gugur. Kami datang dengan tim yang lebih muda dibandingkan dua tahun lalu, tetapi kami siap bersaing,” tutur Djetybaev.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan