Sabalenka dan Rybakina akan berebut gelar juara Final WTA. Salah satunya akan menjadi juara turnamen itu untuk pertama kali.
08 Nov 2025 11:27 WIB · Olahraga
AP
RIYADH, JUMAT — Aryna Sabalenka dan Elena Rybakina bersaing dalam turnamen Final WTA dalam tiga tahun beruntun. Kali ini, pertemuan kedua petenis yang sudah menciptakan rivalitas level tinggi selama enam tahun itu mempertaruhkan gelar juara Final WTA untuk pertama kalinya.
Sabalenka dan Rybakina menjadi dua petenis tunggal putri yang bertahan hingga laga puncak Final WTA 2025. Salah satu di antara mereka akan masuk dalam daftar juara turnamen akhir musim itu untuk pertama kalinya setelah bertanding di King Saud University Indoor Arena, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (8/11/2025).
Amanda selalu mendorong saya mengeluarkan kemampuan dengan maksimal dan, jujur, saya tidak peduli jika saya kalah pada pertandingan tadi.
Rybakina akan tampil pada final pertamanya pada turnamen yang diikuti delapan wakil terbaik sepanjang 2025 tersebut. Dalam partisipasi pada 2023 dan 2024, juara Wimbledon 2022 tersebut tersingkir pada penyisihan grup. Adapun Sabalenka akan menjalani final kedua setelah kalah dari Caroline Garcia pada 2022.
Kedua petenis mendapatkan tiket final setelah dipaksa bekerja keras oleh lawan pada semifinal, Jumat. Rybakina mengalahkan finalis 2023, Jessica Pegula, dengan skor 4-6, 6-4, 6-3 dalam pertandingan selama 2 jam 5 menit. Sabalenka menyusul ke final setelah bertanding 2 jam 21 menit melawan Amanda Anisimova dan menang 6-3, 3-6, 6-3.
”Amanda selalu mendorong saya mengeluarkan kemampuan dengan maksimal dan, jujur, saya tidak peduli jika saya kalah pada pertandingan tadi. Pertarungan kami luar biasa dan kami berhak untuk tampil di final. Saya katakan pada Amanda bahwa dia harus bangga dengan performanya pada musim ini,” tutur Sabalenka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/08/81248cfcbc7346fe74474a2ab7214c09-TENNIS_WTA_KSA_133911766.jpg)
Anisimova menjalani debut pada Final WTA setelah mendapat hasil terbaik selama bersaing di arena tenis profesional sejak 2016. Dia menjadi finalis dalam dua Grand Slam beruntun, yaitu Wimbledon dan Amerika Serikat, serta menjuarai WTA 1000 Doha dan Beijing. Petenis AS keturunan Rusia ini pun menempati peringkat keempat dunia, posisi terbaik yang pernah dimilikinya.
Lepas dari ”cengkeraman” Anisimova dalam pertandingan antara petenis yang dikenal dengan permainan powerful, Sabalenka akan menjalani tantangan serupa saat berhadapan dengan Rybakina. Sebanyak 13 pertemuan sebelumnya (Sabalenka unggul 8-5) membuktikan hal itu, termasuk dalam pertemuan di babak penyisihan Final WTA 2023 dan 2024. Sabalenka menang 6-2, 3-6, 6-3 di Meksiko City 2023, lalu Rybakina mengalahkannya dengan skor 6-4, 3-6, 6-1 di Riyadh 2024.
Awal persaingan Sabalenka dan Rybakina terjadi pada perempat final WTA Wuhan 2019. Persaingan mereka semakin intens dan mencapai masa terbaik pada 2023 ketika berbagi dua kemenangan dari empat pertemuan.
Pada masa itu, Sabalenka dan Rybakina menjadi bagian dari tiga tunggal putri terbaik bersama Iga Swiatek. Mereka mendominasi turnamen besar dan sering bertemu di semifinal atau final.
Meskipun Rybakina lebih dulu menjuarai Grand Slam, yaitu di Wimbledon 2022, performanya menurun sejak 2024 karena cedera. Sebaliknya, Sabalenka mengungguli rival beratnya dengan empat kali menjuarai Grand Slam pada rentang 2023-2025 dan bertahan di puncak peringkat dunia sejak 21 Oktober 2024 hingga saat ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/08/faae1e8d1891823dc34256211358c5f9-TENNIS_WTA_KSA_133913504.jpg)
Namun, seperti diutarakan Sabalenka, Rybakina tetap menjadi lawan yang sulit ditaklukkan. Apalagi, petenis Kazakhstan itu dikenal memiliki servis keras dengan sudut tajam hingga sulit dikembalikan lawan. Saat mengalahkan Pegula, dia membuat 15 as.
”Saya bisa melancarkan servis dengan baik pada waktu yang tepat. Saya pun berusaha fokus pada setiap pukulan ketika terjadi reli yang sulit. Pada akhirnya, saya senang bisa mengatasi tekanan ini,” kata Rybakina.
Performa konsisten Rybakina selama di Riyadh pun sangat diwaspadai Sabalenka meski dia unggul 2-1 pada pertemuan 2025. ”Final akan menjadi pertandingan powerful. Semifinal tadi menjadi persiapan yang baik bagi saya untuk melawan Elena dan saya akan mengeluarkan semua yang saya miliki di lapangan untuk membawa pulang trofi yang indah dari sini,” kata Sabalenka yang ingin menyandingkan juara Final WTA dengan status petenis nomor satu dunia ini.
Di Turin, Italia, sesi foto peserta turnamen putra Final ATP, pada Jumat, baru diikuti enam dari delapan petenis. Mereka adalah Carlos Alcaraz, Jannik Sinner, Alexander Zverev, Taylor Fritz, Ben Shelton, dan Alex de Minaur.
Novak Djokovic, yang sudah dipastikan lolos, akan menjalani final ATP 250 Athena, Yunani, pada Sabtu sebelum terbang ke Turin. Lawan Djokovic adalah Lorenzo Musetti yang memiliki pertaruhan besar pada final tersebut.
Jika menang, Musetti bisa tampil di hadapan publiknya dalam debut di Final ATP sebagai peserta kedelapan. Sebaliknya, jika Musetti kalah, tiket terakhir Final ATP akan menjadi milik petenis yang tinggal menanti nasib, Felix Auger-Aliassime.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/08/6e59a41f080f064c52396b30d2f6b057-Greece_Tennis_ATP_133912145.jpg)
Musetti berjuang keras untuk mewujudkan kesempatan yang langka didapatnya itu. Saat menjalani semifinal ATP Athena, Musetti harus menggagalkan satu match point Sebastian Korda hingga menang dengan skor 6-0, 5-7, 7-5. Pada semifinal lain, Djokovic masih terlalu tangguh bagi Yannick Hanfmann dan menang 6-3, 6-4.
”Saya senang dengan sikap yang sudah saya tunjukkan di lapangan, juga, dengan semangat juang yang saya miliki. Mencapai final di sini adalah momen yang sangat penting dan saya akan sangat fokus menjalaninya,” kata Musetti, petenis berusia 23 tahun, rekan satu negara Sinner.
Walaupun belum lolos, Mussetti atau Auger-Aliassime sudah dipastikan akan bersaing dengan Sinner, Zverev, dan Shelton pada penyisihan Grup Bjorn Borg. Sementara, empat petenis lain bertanding pada Grup Jimmy Connors. Mereka harus bertanding dengan format round robin untuk menempati peringkat dua teratas setiap grup agar lolos ke semifinal. (AFP/REUTERS)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan