Aksi magis Jens Petter Hauge, eks pemain AC Milan, menghentikan jalan Inter di Liga Champions, musim ini. San Siro tidak lagi ramah untuk tim tuan rumah.
25 Feb 2026 08:11 WIB · Olahraga
AP/LaPresse/Spada
RABU, MILAN — Stadion San Siro di kota Milan sudah tidak layak disebut sebagai cattedrale del calcio alias katedral sepak bola Italia, tetapi lebih cocok dianggap sebagai cimitero del calcio atau makam sepak bola. Di arena ikonik itu, ambisi dua tim Italia pupus dalam tiga bulan terakhir.
Performa buruk disaksikan publik Italia ketika menyaksikan tim nasional mereka dipermalukan 1-4 oleh Norwegia pada laga pamungkas fase grup kualifikasi Piala Dunia 2026, November 2025 lalu. Hasil itu menyebabkan Italia harus menempuh jalur playoff demi memperebutkan satu tiket tersisa menuju Amerika Utara, musim panas mendatang.
Berselang tiga bulan, giliran klub asal Norwegia, Bodo/Glimt, menyingkirkan kesebelasan terbaik Italia saat ini, Inter Milan. Bodo/Glimt menumbangkan Inter 2-1 pada laga kedua playoff babak gugur Liga Champions 2025-2026, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB.
”I Nerazzurri” menelan kekalahan agregat 2-5 dari klub Norwegia itu. Performa Inter jauh menurun dibandingkan dengan capaian mereka menembus babak final pada edisi 2024-2025 lalu. Bahkan, Inter adalah finalis kompetisi antarklub terbaik Eropa itu dalam dua dari tiga edisi sebelumnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/02/25/39a4fd2a-7b4f-4001-9c0a-99558a842569_jpg.jpg)
Inter membutuhkan tiga gol untuk menciptakan rimontare atau membalikkan ketertinggalan 1-3 dari hasil di kandang Bodo/Glimt, pekan lalu. Nasib naas justru tersemat dari penampilan Inter di hadapan lebih dari 70.000 pendukung sendiri di San Siro.
Kesalahan bek tengah, Manuel Akanji, mengawali gol dari penyerang sayap Bodo/Glimt, Jens Petter Hauge, pada menit ke-58. Hauge, mantan pemain AC Milan, memanfaatkan bola tepisan kiper Inter, Yann Sommer, terhadap penyerang sayap tim tamu lainnya, Ole Didrik Blomberg.
Pada menit ke-72, gelandang Bodo/Glimt, Hakon Evjen, mencetak gol melalui sepakan pertama setelah menerima umpan silang Hauge. Evjen berlari menempati ruang di antara dua bek Inter demi menyambut umpan rekan setimnya dengan sempurna.
Alessandro Bastoni, bek Inter, sempat mencetak gol memanfaatkan situasi sepak pojok 3 menit setelah gol kedua Bodo/Glimt. Namun, upaya itu tidak mampu menaikkan moral dan semangat juang Inter untuk menambah pundi-pundi gol di sisa durasi gim.
”Kami mencoba membalikkan situasi dalam setiap jalan yang bisa ditempuh. Kami bertahan dan berjuang hingga menit terakhir, tetapi gagal mencapai target. Kami kecewa, tetapi besok adalah hari yang baru,” kata bek Inter, Yann Bisseck, kepada Inter TV.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/02/25/f8fe460d-b325-4bf4-bf7c-9f800ad12899_jpg.jpg)
Pelatih Inter Cristian Chivu menyebut timnya kesulitan untuk membongkar dan mencari celah dari permainan terorganisir Bodo/Glimt. Namun, Chivu mengakui para pemainnya telah memberikan usaha maksimal untuk menang.
”Kami gagal mencetak gol yang menjadi suntikan psikologis bagi mereka. Saya tidak memiliki keluhan untuk pemain. Di babak kedua, Bodo memiliki lebih banyak energi dibandingkan dengan kami,” ujar Chivu, dilansir La Gazzetta dello Sport.
Dengan tersingkirnya Inter, Italia berpeluang mencapai titik nadir dalam partisipasi Liga Champions. ”Negeri Espresso” berpeluang tidak memiliki wakil di babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kali.
Harapan Italia tersisa kepada Juventus dan Atalanta yang akan menjalani gim kedua, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Namun, jalan mereka lebih terjal. Sebab, menghadapi lawan yang jauh lebih berpengalaman di Liga Champions dibandingkan dengan Bodo/Glimt.
Juve memulai laga kedua di Stadion Allianz Arena dengan tertinggal 2-5 dari Galatasaray. Adapun Atalanta menyambut Borussia Dortmund di Stadion Gewiss setelah kalah 0-2 di Jerman.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/02/25/72c05375-8bda-419f-83fc-be67af0fc1af_jpg.jpg)
Selain itu, situasi Inter sebagai pemuncak klasemen Liga Italia kian menunjukkan penurunan kualitas tim-tim Italia di kancah kontinental. I Nerazzurri tidak terbendung di kompetisi domestik karena unggul 10 poin dari rival terdekat, AC Milan.
Nicolo Barella, gelandang Inter, mengakui kekecewaan membayangi skuad Inter setelah tersingkir dari Liga Champions. Fokus Inter selanjutnya, lanjut Barella, adalah memastikan tidak melepas trofi Serie A dan Coppa Italia.
”Secara alami, target utama kami adalah scudetto. Meski begitu, kami selalu berusaha tampil kompetitif di semua ajang,” tutur Barella yang mengenakan ban kapten di laga kedua kontra Bodo/Glimt.
Kehilangan Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu akibat cedera menyebabkan serangan Inter terlalu monoton. Mereka sangat dominan memulai serangan dari kedua sayap yang dihuni Federico Dimarco di sisi kiri dan Luis Henrique di sisi kanan.
Pemain Bodo/Glimt tidak canggung untuk mengantisipasi umpan silang dua pemain Inter itu. Hasilnya, akurasi umpan silang Inter hanya mencapai 40 persen. Hanya 19 umpan silang tepat sasaran dari 47 umpan silang yang dilepas pemain Inter.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/02/25/b98c0268-6ad5-4a52-89d6-1d0b32670020_jpg.jpg)
Sementara itu, Bodo/Glimt pertama kali menembus babak 16 besar Liga Champions. Mereka akan berjumpa Manchester City atau Sporting Lisbon pada fase selanjutnya.
Kali terakhir duta Norwegia mencapai babak gugur Liga Champions tercipta pada musim 1996-1997. Saat itu, Rosenborg tersingkir dari Juve pada babak perempat final.
”Ini adalah malam fenomenal untuk klub, pendukung, dan sepak bola Norwegia,” ucap Pelatih Bodo/Glimt Kjetil Knutsen, dilansir laman UEFA.
Meskipun mampu mencetak malam bersejarah di San Siro, Knutsen menilai anak asuhannya tidak bermain sempurna. Bermain lebih buruk di babak pertama, skuad Bodo/Glimt tampil membaik setelah turun minum.
”Saya pikir kami jelas terlihat takut dan khawatir di babak pertama. Secara bertahan, kami bermain baik, tetapi kami tidak cukup berani menguasai bola. Seiring berjalannya laga, kami bisa mengontrol pertandingan lebih baik di babak kedua dan mencetak dua gol dari gaya tipikal kami,” tutur Knutsen.
Tiga tim lain melaju ke babak 16 besar. Mereka adalah Atletico Madrid yang melibas Club Brugge 4-1 sehingga unggul agregat 7-4. Kemudian, Newcastle United dan Leverkusen mampu menjaga keunggulan mereka dari laga pertama. (REUTERS)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto