Gelombang arus mudik meningkat sejak Kamis (27/3/2025) dan diperkirakan mencapai puncak pada Jumat (28/3/2025). Satu arah akan diberlakukan dari Km 70 hingga Km 414.
28 Mar 2025 06:46 WIB · Nusantara
JAKARTA, KOMPAS — Rekayasa lalu lintas berupa kebijakan one way atau satu arah akan diberlakukan lebih panjang saat puncak arus mudik yang diprediksi akan terjadi pada Jumat (28/3/2025). Kebijakan itu akan diambil untuk memperlancar perjalanan pemudik yang melintasi Tol Trans-Jawa.
”Prediksi puncak arus mudik Jumat (hari ini), H-3 (Lebaran), mungkin akan kami berlakukan one way nasional,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho, Kamis (27/3/2025), di Jakarta.
Sesuai rencana, kebijakan satu arah akan diberlakukan dari Kilometer (Km) 70 hingga Km 414 di Gerbang Tol Kalikangkung. Dengan demikian, pemudik akan menggunakan dua jalur tol sepanjang 344 km.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/18/2961334c-4cb4-4d6b-931b-0be2ecabec21_jpeg.jpeg)
Pantauan di Gerbang Tol Cikampek Utama, antrean kendaraan sempat mengular hingga 1,5 km pada Kamis pagi. Kendaraan yang antre masuk didominasi oleh mobil pribadi dan bus berstiker mudik gratis dari sejumlah instansi.
Situasi itu membuat Korlantas bersama Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan telah memberlakukan kebijakan satu arah. Pada mulanya, kebijakan satu arah diberlakukan mulai Gerbang Tol Cikampek Km 70 hingga Km 188 ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan. Pemberlakuan satu arah itu dimulai pukul 11.45 atau lebih cepat sekitar 2,5 jam dari jadwal.
Satu arah lalu lintas diperpanjang hingga Km 263 ruas Tol Pejagan-Pemalang pada Kamis malam karena volume kendaraan yang melintas terus meningkat.
”Hari ini kami juga kaget, pagi-pagi kenaikan arus sudah cukup tinggi, tetapi bisa kami kelola dengan baik karena langkah-langkah rekayasa kami tidak terlambat. Ini karena koordinasi di lapangan cukup bagus,” ucap Agus.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/27/8ed7d714-a820-43be-9630-4c7933519bfd_jpg.jpg)
Agus menegaskan, pelaksanaan satu arah selalu bersifat situasional sesuai dengan diskresi kepolisian. Setiap detik, menit, dan jam, pihaknya akan terus memantau pergerakan lalu lintas melalui layar CCTV. Dengan begitu, langkah-langkah rekayasa lalu lintas yang diambil akan selalu berdasarkan situasi di lapangan, baik di jalan tol maupun jalur arteri yang terdampak kebijakan satu arah.
”Sebab, di samping tol, kami juga harus melihat beban yang berada di non-tol. Yang di arteri, kami juga sudah perintahkan dirlantas (direktur lalu lintas), kapolres, dan kasatlantas (kepala satuan lalu lintas) agar dikelola betul sehingga jalur yang menuju Trans-Jawa dan jalur yang akan ke Jakarta semua terkelola dengan baik,” ujar Agus.
Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasa Marga Trans-Jawa Tol Ria Marlinda Paallo menambahkan, rekayasa lalu lintas yang diberlakukan di sepanjang ruas Tol Palimanan-Kanci merupakan diskresi dari pihak kepolisian. Hal ini semata-mata untuk mengurai peningkatan volume lalu lintas pada periode arus mudik libur Lebaran 2025. ”Terpantau volume lalu lintas menuju arah timur Trans-Jawa mulai meningkat,” ujar Ria.
Ia mengimbau para pengguna Jalan Tol Trans-Jawa untuk mengutamakan keselamatan dan mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol. Selain itu, perlu dipastikan pula kendaraan dalam kondisi prima, memastikan kecukupan daya, bahan bakar minyak, dan saldo uang elektronik. ”Patuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan,” kata Ria.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/27/1aa33c93-efc1-42c8-92cb-92191fa13398_jpg.jpg)
PT Jasa Marga mencatat sebanyak 955.923 kendaraan meninggalkan wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) pada H-10 hingga H-5 Lebaran 2025 yang jatuh pada periode Jumat-Rabu (21-26 Maret 2025).
Angka tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat gerbang tol (GT) utama, yaitu GT Cikampek Utama (menuju arah Trans-Jawa), GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung), GT Cikupa (menuju arah Merak), dan GT Ciawi (menuju arah Puncak).
”Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 1,5 persen jika dibandingkan dengan periode libur Lebaran 2024 atau naik 13,0 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal,” kata Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana.
Jika dilihat dari distribusi lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek, mayoritas kendaraan menuju arah timur (Trans-Jawa dan Bandung), yakni sebanyak 469.762 kendaraan (49,1 persen). Sisanya, sebanyak 284.373 kendaraan (29,7 persen), menuju arah barat (Merak) dan 201.788 kendaraan (21,1 persen) menuju arah selatan (Puncak).
Menyeberang
Ratusan ribu pemudik asal Pulau Jawa telah menyeberang ke Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Pergerakan pemudik yang didominasi kendaraan roda empat terpantau kondusif. Puncak arus mudik diprediksi akan berlangsung mulai malam ini hingga H-2 Lebaran.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/27/5a609ef4-19ff-4c7c-9d24-8876f9553720_jpg.jpg)
Berdasarkan pantauan, Kamis (27/3/2025), kondisi di Pelabuhan Bakauheni terpantau ramai lancar. Ribuan pemudik yang baru turun dari kapal langsung keluar pelabuhan untuk melanjutkan perjalanan ke Bandar Lampung dan kota-kota tujuan lainnya di Sumatera.
Demikian pula kondisi di Terminal Kedatangan Pelabuhan Bakauheni. Pemudik pejalan kaki yang tiba di pelabuhan langsung melanjutkan perjalanan dengan bus atau kendaraan travel yang sudah tersedia di sana.
”Secara operasional, situasi di Pelabuhan Bakauheni berjalan lancar dan kondisi cuaca juga baik,” ujar Syamsudin, General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni.
Adapun Kementerian Perhubungan memperkirakan puncak arus mudik penumpang pesawat udara juga bakal terjadi Jumat (28/3/2025). Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, akan ada lebih kurang 184.000 penumpang datang dan berangkat. Kapasitas bandara siap melayani pemudik yang akan berangkat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/27/f71139d9-d433-4345-9c2c-531dbc00ad54_jpg.jpg)
Asisten Deputi Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta Angkasa Pura Indonesia M Holik Muardi mengatakan, waktu libur lebih panjang memungkinkan masyarakat mengatur waktu mudik Lebaran. Sementara tahun lalu, menurut dia, karena jadwal libur lebih pendek, kepadatan pemudik terjadi di waktu tertentu sehingga puncaknya sekitar 190.000 penumpang.
”Kemarin Rabu, realisasi arus mudik sekitar 167.000 penumpang. Ini lebih tinggi dari perkiraan kami. Kami berharap puncak arus mudik ini berjalan lancar,” ucap Holik. Tujuan penerbangan domestik yang menjadi favorit adalah Kualanamu, Denpasar, dan Surabaya.
Penulis:
Nikolaus Harbowo, Stephanus AranditioEditor:
Iqbal BasyariPenyelaras Bahasa:
Nur Adji