BerandaNusantara”Satu Arah” Nasional Memb...

”Satu Arah” Nasional Membuka Puncak Arus Mudik Lebaran

Volume kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama terus melonjak. Skema rekayasa lalu lintas ”one way” nasional pun mulai diberlakukan sejak pukul 09.00.

28 Mar 2025 10:48 WIB · Nusantara

Oleh R Albertus Krisna Pratama P., Nikolaus Harbowo

JAKARTA, KOMPAS - Sistem rekayasa lalu lintas satu arah atau one way diberlakukan dari Kilometer 70 Tol Cikampek Utama hingga Kilometer 414 Tol Kalikangkung mulai Jumat (28/3/2025) pukul 09.00 WIB. Sementara sistem rekayasa sebelum Km 70 masih diberlakukan rekayasa lalu lintas lawan arus atau contraflow terbatas.

Logo Liputan Lebaran 2025

Sistem satu arah ini diberlakukan secara situasional ketika volume kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama lebih dari 8.500 kendaraan per jam. Adapun berdasarkan Jasa Marga pada Jumat pukul 07.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 13.000 kendaraan per jam.

Hingga pukul 09.47 WIB volume kendaraan yang melintas di Km 73 Tol Cikampek-Palimanan terpantau lancar. Kondisi ini terpantau lancar, baik di lajur jalan menuju Palimanan maupun lajur jalan menuju Cikampek. Hasil pemantauan tersebut terlihat dari CCTV tol yang dikelola Badan Usaha Jalan Tol milik Kementerian Pekerjaan Umum.

Situasi volume kendaraan di Km 73 Tol Cikampek Palimanan pada Jumat (27/3/2025) pukul 09.56 WIB.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Komisaris Jenderal Ahmad Dofiri menyebutkan, berkaitan dengan pemberlakuan rekayasa lalu lintas, pada Jumat ini, pihaknya telah kembali melakukan sistem one way.

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari Jasa Marga, hingga H+2 Lebaran, kurang lebih 2,1 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta. Sementara arus kendaraan sampai Jumat pagi tercatat kurang lebih 1,2 juta kendaraan. Artinya, hampir 60 persen kendaraan yang sudah meninggalkan Jakarta.

”Oleh karena itu, perkiraan mudah-mudahan hari ini memang puncaknya. Ya, kami pantau terus. Tetapi, kalau seandainya tinggal 40 persen hari ini dan besok sampai masih ada waktu sekitar tanggal 30 Maret, berarti mudah-mudahan pembagian lalu lintasnya kira-kira itu cukup,” ujar Dofiri.

Ia meyakini, dengan berbagai rekayasa lalu lintas yang diterapkan, hal itu dapat mengurai kepadatan arus lalu lintas pada Jumat ini hingga H-2 Lebaran atau 29 Maret nanti.

Pedagang asongan memanfaatkan kemacetan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (27/3/2025). Para pemudik mulai memadati Gerbang Tol Jakarta-Cikampek Utama sampai ras Tol Cikopo-Palimanan sejak pagi. PT Jasamarga mencatat, dari pukul 06.00 WIB sampai 11.00 WIB terdapat 23.341 kendaraan yang masuk ke Gerbang Tol Cikampek Utama. Untuk mengatasi kepadatan lalu-lintas, rekayasa contra flow sudah diterapkan dari kilometer 55 sampai kilometer 160, kilometer 109 sampai kilometer 132, dan kilometer 162 sampai kilometer 169 Tol Cikopo-Palimanan. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 27-03-2025

Namun, Dofiri mengingatkan bahwa penerapan sistem one way selalu tergantung pada situasi dan kondisi di lapangan. Misalnya seperti Kamis (27/3/2025), seharusnya one way baru akan diberlakukan pukul 14.00 sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan, tetapi bangkitan arus lalu lintas terjadi lebih awal. Alhasil, pihaknya mempercepat penerapan one way menjadi pukul 08.00 WIB.

”Ternyata, sebelum itu, kepadatan sudah mulai mengekor. Oleh karena itu, kebijakan di lapangan langsung diberlakukan one way. Nah, itu juga sama. Hari ini dan seterusnya akan kami berlakukan seperti itu. Jadi menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan,” tutur Dofiri.

Untuk itu, ia berharap agar pemudik juga tidak perlu menunggu momen penerapan one way. Sebab, jika seluruh pemudik berpikiran seperti itu dan seluruhnya bepergian di waktu yang sama, dapat dipastikan kepadatan arus lalu lintas akan terjadi.

”Nah, pemudik kami harap jangan sampai menunggu kapan one way dilakukan. Nah, (Kamis) kemarin terjadi kepadatan, kenapa? Salah satu kepadatan karena mereka menunggu one way. Padahal, one way itu kami berlakukan sesuai dengan situasi dan kondisi,” ucapnya.

Foto udara kepadatan kendaraan yang melintas di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (27/3/2025). Para pemudik mulai memadati Gerbang Tol Jakarta-Cikampek Utama sampai ras Tol Cikopo-Palimanan sejak pagi. PT Jasamarga mencatat, dari pukul 06.00 WIB sampai 11.00 WIB terdapat 23.341 kendaraan yang masuk ke Gerbang Tol Cikampek Utama. Untuk mengatasi kepadatan lalu-lintas, rekayasa contra flow sudah diterapkan dari kilometer 55 sampai kilometer 160, kilometer 109 sampai kilometer 132, dan kilometer 162 sampai kilometer 169 Tol Cikopo-Palimanan. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 27-03-2025

Dofiri pun berharap pemudik senantiasa berhati-hati dalam berkendara dan selalu mengikuti arahan petugas. Hal ini penting agar jangan sampai terjadi kecelakaan ketika penerapan rekayasa lalu lintas dilakukan.

”Kembali terkait dengan pengaturan petugas di lapangan dan pengaturan dari arus lalu lintas yang masuk itu sendiri. Itu penting. Mudah-mudahan pembelajaran tahun ini lebih bagus daripada tahun lalu, kami doakan seperti itu,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

R Albertus Krisna Pratama P., Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

Iqbal Basyari