Petenis remaja dan petenis kualifikasi. Ini menggambarkan persaingan Mirra Andreeva dan Maja Chwalinska yang akan terjadi di final tunggal putri Perancis Terbuka.
05 Jun 2026 08:59 WIB · Olahraga
AP Photo/Thibault Camus
Persaingan terbuka tunggal putri dalam turnamen tenis Perancis Terbuka 2026 akan diakhiri dengan laga final antara Mirra Andreeva dan Maja Chwalinska. Trofi Suzanne Lenglen akan diperebutkan oleh si petenis remaja dan petenis kualifikasi.
Tersingkirnya beberapa petenis favorit juara pada pekan pertama dan kedua membuat siapa pun bisa menjadi juara. Final remaja berusia 19 tahun, Andreeva, dan Chwalinska yang akan berlangsung di Lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Sabtu (6/6/2026), menjadi pertemuan dua petenis yang belum pernah tampil di final Grand Slam. Chwalinska, petenis dengan peringkat ke-114 dunia, bahkan menjadi petenis kualifikasi pertama yang lolos ke final Perancis Terbuka.
Seusai mengalahkan Diana Shnaider dengan skor 7-6 (4), 6-4 pada semifinal, Kamis, Chwalinska menyamai rekam jejak nama besar, Evonne Goolagong dan Chris Evert, yaitu menembus final dalam penampilan perdana pada babak utama Perancis Terbuka. Goolagong melakukannya pada 1971, lalu Evert pada 1973.
Ini seperti mimpi. Saya tak tahu apa yang terjadi. Saya juga tidak tahu harus berbicara apa. Saya hanya merasa senang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/73674cb20e5b28713c10fdb3157d97bd-shnaider.jpg)
Pada keikutsertaan sebelumnya, yaitu 2021, 2023, dan 2025, Chwalinska selalu tersingkir pada babak kualifikasi. Dari 14 penampilan sebelumnya di ajang Grand Slam, petenis Polandia itu baru dua kali lolos ke babak utama, yaitu saat mencapai babak kedua Wimbledon 2022 dan babak pertama Australia Terbuka 2025.
”Ini seperti mimpi. Saya tak tahu apa yang terjadi. Saya juga tidak tahu harus berbicara apa. Saya hanya merasa senang,” kata petenis berusia 24 tahun itu di hadapan penonton di stadion.
Chwalinska bermain melawan Shnaider, yang mengalahkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka pada perempat final, setelah Andreeva tampil solid saat berhadapan dengan Marta Kostyuk. Andreeva menang 6-1, 6-3, yang menjadi pembalasan kekalahannya dalam final salah satu turnamen pemanasan Perancis Terbuka, WTA 1000 Madrid, sebulan lalu. Andreeva pun hanya kehilangan satu set, pada babak kedua, dari enam babak yang dimenangi.
”Saya sangat-sangat fokus pada apa yang harus dilakukan di pertandingan tadi. Sangat fokus pada taktik bermain yang direncanakan bersama Conchita, pada pola pikir, dan hal-hal kecil,” kata Andreeva menyebut pelatihnya, Conchita Martinez.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/1de420f50ea0d1b519cb52f65bad7a1e-andreeva1.jpeg)
Andreeva dan Martinez bekerja sama menjelang Perancis Terbuka 2024. Untuk pertama kalinya, Andreeva mencapai semifinal Grand Slam, setahun setelah petenis Rusia ini menjalani debut dalam persaingan level tertinggi di arena tenis profesional.
Di antara empat semifinalis yang lahir pada era 2000-an—ini terjadi untuk pertama kalinya dalam tunggal putri Grand Slam—Andreeva adalah yang termuda, juga, yang terdepan. Dia mempunyai lima gelar juara WTA Tour, dua di antaranya dari level WTA 1000, yaitu di Indian Wells dan Dubai pada 2025. Pada 2025 pula Andreeva menempati peringkat kelima dunia, posisi tertinggi yang pernah ditempati, sebelum turun ke urutan kedelapan pada saat ini.
Di Roland Garros, performanya menjadi yang paling konsisten dibandingkan pada tiga Grand Slam lain. Dia mencapai semifinal 2024, perempat final pada 2025, lalu final pada tahun ini.
”Saya masih ingat semifinal dua tahun lalu. Saat itu, ketika kehilangan servis, saya masih berpikir, ’Ya Tuhan, saya kehilangan servis. Ini akhir dari segalanya’. Saat ini, saya bisa melakukan pendekatan berbeda pada setiap pertandingan berdasarkan siapa lawannya. Saya tampil berdasarkan rencana permainan,” tutur Andreeva yang juga menyebut dirinya semakin dewasa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/888b8b526a9fb611b9764292cbe54805-andreeva2.jpg)
Pola pikir itu dan fokus pada semua hal detail akan dibawa Andreeva untuk pertandingan terakhir di Roland Garros tahun ini. Dia mewaspadai dan menyampaikan rasa salut kepada lawan yang akan dihadapinya.
”Maja bermain luar biasa dalam tiga pekan terakhir karena harus melewati kualifikasi. Saya tidak terlalu tahu cara dia bermain. Saya hanya akan mempersiapkan diri saya sebaik mungkin karena pertandingan nanti akan menjadi pertemuan pertama kami,” ujar Andreeva.
Sementara Chwalinska memperlihatkan kemampuannya membaca permainan lawan dalam sembilan pertandingan yang dimenangi sejak kualifikasi. Dia memenangi tiga babak pada fase kualifikasi untuk mendapat tiket babak utama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/c3dc288974973497e91a5fa911eb608f-chwalinska.jpg)
Para pengamat tenis internasional menilai Chwalinska bisa membaca gerakan berikutnya dari lawan. Kemampuan itu tidak luput dari perhatian sejak dia memulai babak kualifikasi.
”Pertama, saya memang harus mempelajari permainan lawan saya. Kedua, mungkin itu memang menjadi kemampuan natural diri saya,” kata petenis yang baru memiliki gelar juara dari turnamen level rendah, WTA Challenger dan ITF, ini.
Selain kemampuan tersebut, Chwalinska punya bekal karena menjadi penggemar berat tenis. Dengan status tersebut, hidup sehari-harinya kerap diisi dengan menonton tenis. Saat kecil, dia bahkan bisa menonton tenis seharian, setiap hari.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/e267206c65570c00302ae8c3feaac8b3-chwalinska1.jpg)
Hobi tersebut membantunya bisa membaca permainan dengan lebih baik, apalagi ketika menonton permainan idolanya, Roger Federer. ”Saya fans nomor satu Roger. Saat mulai bermain tenis, semuanya tentang Roger. Lalu ada Rafa (Rafael Nadal), kemudian Novak (Djokovic). Saya merasa beruntung tumbuh sebagai petenis di era ini,” kata Chwalinska.
Jika bisa membaca permainan Andreeva dan mengantisipasinya dengan baik, Chwalinska akan mengikuti langkah rekannya, Iga Swiatek, sebagai juara Perancis Terbuka. Itu akan mengantarkannya ke peringkat ke-14 dunia, naik dari posisi ke-114, dan membuatnya harus berpikir tentang target berikutnya pada tahun ini.
Namun, untuk saat ini, Chwalinska hanya akan mendorong dirinya sendiri untuk fokus pada laga puncak. (AP/AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar