Indonesia akan tampil di perempat final bulu tangkis beregu putra dan putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kemenangan akan berbuah medali.
21 Sep 2026 18:23 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
ICHINOMIYA, SENIN — Perempat final bulu tangkis nomor beregu putra dan putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi laga yang teramat penting bagi Indonesia. Jika menang, Indonesia dipastikan mendapat medali, hasil yang tak bisa dicapai pada Asian Games sebelumnya.
Di Hangzhou 2022, yang penyelenggaraannya mundur setahun karena pandemi Covid-19, skuad bulu tangkis Indonesia gagal mendapat medali di semua nomor. Ini terjadi untuk pertama kali sejak bulu tangkis dipertandingkan di Asian Games Jakarta 1962.
Hasil terbaik bulu tangkis Indonesia di Hangzhou 2022 dalam nomor beregu adalah perempat final, baik pada beregu putra maupun putri. Pada kategori perorangan, hanya tiga wakil yang bisa mencapai perempat final, lalu kalah. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/05/202f2baa-1168-4a62-8aaa-34632ac687d9_jpg.jpg)
Maka, kemenangan pada perempat final beregu putra dan putri di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Selasa (22/9/2026), setidaknya akan sedikit memperbaiki hasil buruk di Hangzhou. Indonesia bisa memperoleh medali perunggu jika lolos ke semifinal.
Tim putri akan melawan Taiwan mulai pukul 09.30 waktu setempat atau pukul 07.30 WIB, sementara tim putra berhadapan dengan Malaysia mulai pukul 13.00 WIB. Ini akan menjadi pertandingan pertama Jonatan Christie dan kawan-kawan setelah mendapat bye di babak pertama. Adapun tim putri menang 3-0 atas Mongolia pada babak pertama.
Berbeda dengan babak pertama, perempat final mulai mempertemukan tim-tim yang memiliki atlet dengan prestasi level dunia. Indonesia dan Taiwan masing-masing, memiliki tiga pasangan di peringkat 20 besar dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/17/de8fa7396151ed6853940ba898e0ca4e-20260917_DMS_Atlet_BulTang_IND_di_AG_2026_mumed.jpg)
”Merah Putih” juga punya Putri Kusuma Wardani, tunggal putri peringkat keenam dunia, tetapi tunggal kedua dan ketiga Indonesia berperingkat jauh dari Putri, yaitu Thalita Ramadhani Wiryawan di peringkat ke-60 dan Mutiara Ayu Puspitasari di posisi ke-75. Sementara Taiwan memiliki dua tunggal putri dengan ranking 20 besar dunia.
Berdasarkan statistik tersebut, laga pembuka akan menjadi partai krusial bagi kedua tim. Jika tak ada perubahan susunan pemain berdasarkan peringkat, Putri akan mengawali penampilan ”Merah Putih” untuk melawan Chiu Pin Chian.
Putri seharusnya bisa membuka penampilan tim dengan kemenangan berdasarkan keunggulan 5-1 atas Chiu. Pertemuan terakhir terjadi pada penyisihan grup kejuaraan beregu Piala Uber di Denmark, April.
Pasti yang diturunkan adalah komposisi terbaik. Ganda mereka cukup kuat, tapi dengan persiapan yang anak-anak lakukan, lawan bukan pasangan yang tidak bisa dilewati.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/20/e43f8a0538fc7110c655c5c36e569a8b-WhatsApp_Image_2026_09_20_at_10.14.38.jpeg)
Peran Putri untuk membuat tim unggul sangat penting karena Indonesia dan Taiwan memiliki ganda putri dengan kekuatan merata. Dua pasangan terbaik kedua negara menempati posisi berurutan dalam peringkat dunia. Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum berada pada urutan kesepuluh, diikuti Hsieh Pei Shan/Hung En Tzu, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, lalu Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun.
Rachel/Febi belum pernah bertemu Hsieh/Hung, tetapi saat Rachel berpasangan dengan Meilysa, mereka tertinggal 0-2. Febriana/Meilysa unggul 2-1 dari Hsu/Lin, tetapi kalah pada pertemuan terakhir yang berlangsung pada perempat final Jepang Terbuka, Juli.
”Pasti yang diturunkan adalah komposisi terbaik. Ganda mereka cukup kuat, tapi dengan persiapan yang anak-anak lakukan, lawan bukan pasangan yang tidak bisa dilewati,” kata pelatih ganda putri Indonesia Karel Mainaky tentang potensi pemain yang akan diturunkan melawan Taiwan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/20/c806e0cff0bf1d4186dd20704835ef4b-WhatsApp_Image_2026_09_20_at_10.14.54.jpeg)
Keyakinan Karel bahwa pemain asuhannya bisa menyumbangkan kemenangan didasari kondisi Rachel dan kawan-kawan pada latihan terakhir yang dilakukan Senin. ”Teknik dan fisik mereka sudah siap untuk menghadapi Taiwan. Kami selalu mengutamakan kebersamaan. Tadi juga sudah kumpul dengan tim tunggal putri, dengan coach Imam (Tohari). Semoga ini membawa dampak positif bagi performa anak-anak,” tutur Karel.
Persaingan ketat pada nomor ganda juga bisa terjadi dalam pertemuan tim putra Indonesia dan Malaysia, apalagi kedua tim memiliki atlet yang punya banyak pengalaman pada turnamen BWF World Tour.
”Malaysia diisi pemain-pemain senior, khususnya di ganda. Mereka banyak pengalaman, jadi kami tidak boleh lengah. Kami juga ingin memberikan yang terbaik, siapa pun yang diturunkan besok harus siap untuk bertanggung jawab dan memberikan hasil yang terbaik,” kata Fajar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/21/61b2872a56c29cf03c55cdbe2b4bf51c-WhatsApp_Image_2026_08_21_at_21.05.42.jpeg)
Bagi Fajar, ini menjadi Asian Games ketiga setelah Jakarta-Palembang 2018 dan Hangzhou 2022. Berbeda dengan dua edisi itu, kali ini, atlet senior tersebut berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri yang menjalani debut Asian Games.
Fajar/Fikri berpeluang bertemu Goh Sze Fei/Nur Izuddin dalam persaingan sesama ganda putra peringkat 10 besar dunia. Fajar/Fikri (peringkat kedua) unggul 2-1 atas Goh/Izuddin (6), tetapi siapa pun bisa memenangi pertandingan tersebut. Kedua pasangan mempunyai gelar juara dari turnamen BWF Super 1000 pada tahun ini: Fajar/Fikri juara di China Terbuka, sementara Goh/Izuddin menjuarai Indonesia Terbuka.
Ganda kedua, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, juga akan berhadapan dengan pasangan senior, Aaron Chia/Tan Wee Kiong. Meski lawan yang akan dihadapi baru berpasangan, Leo/Daniel harus waspada karena Aaron berpengalaman menjuarai ajang besar, salah satunya Kejuaraan Dunia bersama Soh Wooi Yik. Mereka juga mencapai final Kejuaraan Dunia di India, pada Agustus, tetapi kalah dari Liang Wei Keng/Wang Chang (China).
Indonesia seharusnya bisa mendapat poin dari tunggal putra berdasarkan statistik pertemuan setiap pemain. Jonatan Christie unggul 3-2 atas Leong Jun Hao, sementara Alwi Farhan unggul 6-2 atas Justin Hoh. Tunggal ketiga, Mohammad Zaki Ubaidillah, juga unggul 1-0 atas Ewew Eogene.
Akan tetapi, kejuaraan beregu memiliki faktor lain yang bisa menjadi penentu kemenangan, alih-alih statistik pertemuan, fisik, dan teknik. Faktor tersebut adalah mental. Bermain dalam ajang beregu memiliki tanggung jawab lebih besar sehingga atlet pun harus siap memikul beban lebih besar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/19/dcd2757aa7cf701aa38815fcdf4047f9-WhatsApp_Image_2026_09_18_at_13.46.54.jpeg)
Kasus doping pertama Asian Games Aichi-Nagoya 2026 muncul dengan hasil tes positif atlet bulu tangkis tunggal putri Thailand, Pitchamon Opatniputh. Agen Tes Antidoping Internasional (ITA), pada Senin, mengumumkan, Opatniputh dinyatakan positif menggunakan zat terlarang furosemid dan telah dijatuhi skorsing sementara.
Furosemid dapat digunakan untuk mengeluarkan air guna menurunkan berat badan dengan cepat. Sampel dikumpulkan oleh ITA selama pengujian di luar kompetisi pada 17 September.
Opatniputh adalah tunggal putri nomor tiga Thailand di bawah Ratchanok Intanon dan Pornpawee Chochuwong. Dengan usia 19 tahun dan menempati peringkat ke-18 dunia, dia dinilai sebagai atlet masa depan. Prestasi terbaiknya pada 2026 adalah saat menjadi finalis Indonesia Masters di Jakarta, Januari.
Opatniputh seharusnya membela Thailand menjalani perempat final beregu putri melawan China, Selasa, tetapi dia menerima sanksi dilarang bertanding. ”Atlet dilarang berkompetisi, berlatih, melatih, atau mengikuti aktivitas apa pun selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026,” kata ITA.
ITA juga menyatakan bahwa Opatniputh dapat menggugat penangguhan sementara di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Selain itu, atlet juga berhak meminta analisis sampel B. (AFP)
China-Thailand
India-Jepang
Taiwan-Indonesia
Malaysia-Korea Selatan
Indonesia-Malaysia
India-Jepang
China-Korea Selatan
Taiwan-Thailand
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Retma Wati