Indonesia Selangkah Lagi Juara Piala Suhandinata

Indonesia lolos ke final kejuaraan bulu tangkis Piala Suhandinata untuk tiga kali beruntun. Gelar juara 2025 dipertaruhkan dalam final melawan China.

10 Okt 2025 21:06 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

GUWAHATI, JUMAT – Indonesia memiliki kesempatan untuk mempertahankan Piala Suhandinata berada di Tanah Air. Setelah menjadi juara pada 2024, tim “Merah Putih” kembali ke final kejuaraan dunia bulu tangkis beregu campuran yunior itu yang digelar di Guwahati, India, pada 2025.

Indonesia akan berebut gelar juara dengan China dalam pertandingan yang akan berlangsung di National Centre of Excellence pada Sabtu (11/10/2025). Dalam semifinal yang berlangsung Jumat, Indonesia menghentikan langkah tuan rumah, India, dengan skor 2-0, sementara China mengalahkan Jepang, 2-1.

Final itu menjadi yang ketiga kali secara berturut-turut bagi Indonesia dan semuanya melawan China. Adapun untuk beberapa atlet, seperti Mohammad Zaki Ubaidillah dan Rinjani Kwinara Nastine, pertandingan tersebut menjadi final kedua beruntun.

Zaki dan Rinjani turut mengantarkan Indonesia menjadi juara dunia yunior setelah mengalahkan tuan rumah China pada final Piala Suhandinata 2024 di Nanchang. Setahun sebelumnya, di  Spokane, Amerika Serikat, Indonesia juga bertemu China di final, tetapi kalah 1-3 ketika sistem skor menggunakan best of three games dengan 21 poin.

Dalam Piala Suhandinata 2024, BWF menggunakan sistem skor estafet untuk mencapai 110 poin. Setiap pertandingan terdiri atas lima nomor dalam dua putaran. Dengan demikian, setiap atlet memiliki target meraih 11 poin dan kelipatannya. Di final, Indonesia menang 110-103 atas China.

Mohammad Zaki Ubaidillah menjadi bagian dari tim Indonesia yang lolos ke final kejuaraan bulu tangkis beregu campuran yunior Piala Suhandinata. Indonesia mengalahkan India 2-0 dalam semifinal di Guwahati, India, Jumat (10/10/2025).

Format penghitungan skor secara estafet juga digunakan dalam persaingan di Guwahati dengan modifikasi jumlah partai yang dimainkan. Pertemuan dua tim berlangsung tiga set yang masing-masing terdiri atas lima nomor.

Dalam masing-masing partai, setiap pemain harus memperoleh sembilan poin dan kelipatannya hingga mencapai skor 45 untuk memenangi satu set. Pemenang adalah tim yang memenangi dua set.

Saat melawan India, Indonesia unggul 45-35 pada set pertama, lalu 45-21 di set kedua. Adapun pada semifinal lain yang berlangsung lebih ketat, China memenangi set pertama 45-42 setelah tertinggal 14-18 hingga partai kedua.

Quote

Dukungan pelatih, teman-teman, dan tim menambah semangat dan keyakinan kami.

Jepang berbalik unggul 45-38 pada set kedua dan kembali memberi perlawanan ketat pada gim ketiga saat memperkecil selisih ketinggalan, yaitu dari sepuluh menjadi dua poin. Namun, perolehan skor China tak terkejar dan mereka pun menang 45-42.

Skuad Merah Putih pun tertinggal lebih dulu dari India pada awal pertandingan, yaitu ketika ganda putra Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono dikalahkan Bhargav Ran Arigela/Viswa Tej Gobburu 6-9.

Thalita Ramadhani Wiryawan menjadi andalan Indonesia dalam nomor tunggal putri kejuaraan bulu tangkis beregu campuran yunior Piala Suhandinata. Indonesia mengalahkan India 2-0 dalam semifinal di Guwahati, India, Jumat (10/10/2025).

Oleh karena menggunakan sistem estafet poin, Thalita Ramadhani Wiryawan yang mewakili tunggal putri Indonesia memulai laga melawan Unnati Hooda pada skor tersebut. Thalita sebenarnya unggul 10-9, tetapi Hooda mencapai target untuk meraih poin 18 lebih dulu.

Baru sejak partai ketiga, Indonesia unggul secara tim yang diawali dengan kemenangan Zaki atas Rounak Chouhan. Keunggulan Zaki dengan skor 11-5 membuat Indonesia berbalik memimpin 27-23. Setelah itu, pemain-pemain yang turun pada nomor ganda campuran dan putri mempertahankan keunggulan tersebut hingga meraih skor 45.

Kekalahan ganda putra pada set pertama membuat Indonesia mengubah komposisi pada set kedua dan memberi hasil signifikan. Rizki, yang kali ini berpasangan dengan Alexius Ongkytama Subagio, langsung membuat Indonesia unggul 9-2.

Pemain lain dengan formasi yang sama seperti set pertama menambah keunggulan tersebut hingga memenangi set kedua dan membawa Indonesia ke fase final.

“Puji Tuhan, tadi di set kedua saya ditunjuk untuk mengantikan Barrok. Perasaannya antara senang dan tegang, tetapi tetap harus percaya diri. Saya dan Edsel berusaha untuk tenang, yakin, dan nekat. Dukungan pelatih, teman-teman, dan tim menambah semangat dan keyakinan kami,” ucap Alexius.

Rinjani Kwinasa Nastine (kiri), wakil Indonesia, tampil dalam nomor ganda putri bersama Riska Anggraini dalam semifinal kejuaraan bulu tangkis Piala Suhandinata. Indonesia menang 2-0 atas India di Guwahati, India, Jumat (10/10/2025).

Sementara Zaki yang berperan sebagai kapten tim Indonesia menilai, performa tim sudah baik meskipun ada rasa tegang pada set pertama. “Perasaan itu bisa diatasi dengan baik. Pada set kedua, semua bermain dengan percaya diri,” kata Zaki yang juga mengharapkan dukungan dari penggemar bulu tangkis di Tanah Air agar Indonesia menjadi juara.

Menurut Rinjani, melawan India di kandang lawan memunculkan tekanan besar pada dia dan rekan-rekannya. “Kuncinya adalah berusaha menjaga fokus,” kata Rinjani yang bermain pada nomor ganda putri bersama Riska Anggraini dan ganda campuran (Ikhsan Lintang Pramudya) kepada BWF.

 

Hasil semifinal Indonesia – India 

Set I

Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Bhargav Ran Arigela/Viswa Tej Gobburu 6-9

Thalita Ramadhani Wiryawan vs Unnati Hooda 16-18

Mohammad Zaki Ubaidillah vs  Rounak Chouhan 27-23

lkhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs  C Lalramsanga/Vishakha Toppo 36-33

Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Vennala Kalagotla/R. Uthayasooriyan 45-35

 

Set II

Raihan Daffa Edsel Pramono/Alexius Ongkytama Subagio vs Bhargav Ran Arigela/Viswa Tej Gobburu 9-2

Thalita Ramadhani Wiryawan vs Unnati Hooda 18-8

Moh Zaki Ubaidillah vs  Rounak Chouhan 27-15

lkhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs  C Lalramsanga/Vishakha Toppo 36-19

Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Aanya Bisht/Angel Punera 45-21


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase