Sunan Gresik, Saudagar Penyebar Islam di Tanah Jawa (1)

Datang ke Gresik sebagai saudagar, Sunan Maulana Malik Ibrahim berdagang sambil menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

24 Mar 2025 04:05 WIB · Politik & Hukum

Oleh Caecilia Mediana, Ambrosius Harto Manumoyoso, Raynard Kristian Bonanio Pardede

Dalam liputan Lebaran 2025, Harian ”Kompas” mengunjungi situs-situs peninggalan Wali Sanga di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Liputan akan disajikan di Harian Kompas (Kompas.id) mulai Senin (24/3/2025). Selamat menikmati.

Suasana hening menyelimuti Masjid Pesucinan yang terletak di Desa Leran, Manyar, Gresik, Jawa Timur, Jumat (14/3/2025) pagi. Hanya terdengar sayup-sayup suara mesin pembersih karpet yang dioperasikan Abdurrohman, marbut di masjid itu. Belum terlihat jemaah yang beribadah di masjid pada hari ke-14 Ramadhan tersebut.

”Karena masih pagi saat bulan puasa, masjid sepi kunjungan peziarah. Pengunjung biasanya ramai berdatangan menjelang petang atau setelah berbuka puasa untuk melakukan itikaf,” kata Abdurrohman.

Logo Liputan Lebaran 2025

Masjid Pesucinan dikenal sebagai salah satu peninggalan Sunan Maulana Malik Ibrahim, salah satu dari wali sanga. Masjid tersebut diyakini menjadi saksi penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Maulana Malik Ibrahim atau dikenal sebagai Sunan Gresik di Pulau Jawa. Tak heran, tempat ibadah umat Islam ini memiliki magnet tersendiri bagi di masyarakat.

Masjid Pesucinan terletak sekitar 10 kilometer arah barat daya dari Alun-alun Gresik. Di bagian depan sebelum masuk ke area masjid terdapat gerbang melengkung cukup besar. Pada bagian atasnya, ada kaligrafi berwarna emas dengan tulisan Masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Meski diyakini sebagai masjid tertua di Jawa karena dibangun pada 1389, Masjid Pesucinan tampak seperti masjid pada umumnya. Lantai masjid menggunakan keramik, sedangkan bagian atap menggunakan genteng.

Ornamen sebagai masjid tua terlihat dari menur atau bagian pucuk atap yang terbuat dari tanah liat. Pada bagian ujungnya terdapat ornamen ukiran. 

Masjid Pesucinan Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) di Leran, Kec. Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (14/3/25).

Ada pula kolam berukuran 3 meter x 3 meter berkedalaman sekitar 2,5 meter di bagian tengah bangunan masjid yang pernah digunakan untuk tempat berwudu. Kolam ini, menurut kepercayaan masyarakat sekitar, sudah dibangun sejak awal pendirian masjid. Begitu pula mimbar masjid yang dipercaya oleh warga lokal pernah dipakai oleh Sunan Gresik.

”Banyak peziarah percaya bahwa kolam tempat wudu itu membawa berkah, salah satunya mampu menyembuhkan segala penyakit,” ujar Abdurrohman.

Dia melanjutkan, peziarah yang berkunjung ke masjid tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari luar negeri, seperti dari Singapura, Malaysia, dan Australia. Para pengunjung itu datang berziarah sekaligus napak tilas peninggalan Sunan Gresik di masjid tersebut. 

Sementara itu, ketika bulan puasa, kunjungan peziarah mulai meningkat pada 10 hari terakhir Ramadhan untuk melakukan iktikaf atau berdiam diri di masjid.

Masjid Pesucinan Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) di Leran, Kec. Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (14/3/25).

Ketua Takmir Masjid Pesucinan Mushollin mengatakan, kisah mengenai sosok Sunan Gresik cukup beragam. Namun pada umumnya, Sunan Gresik digambarkan sebagai salah satu wali sanga yang tertua. 

Penyebaran agama Islam juga dilakukan secara toleran, mengingat sunan tersebut diperkirakan hidup ketika era Kerajaan Majapahit yang kental pengaruh budaya Hindu-Buddha.

”Saya percaya Sunan Maulana Malik Ibrahim adalah sosok wali yang suka menolong fakir miskin, dermawan, dan sangat toleran karena hidup di Pesucinan yang kala itu masih banyak pengaruh Hindu-Buddha di bawah kekuasaan Majapahit. Dia juga memiliki jiwa pedagang sekaligus dai,” katanya.

Beragam versi

Catatan sejarah mengenai latar belakang Sunan Maulana Malik Ibrahim cukup beragam. Agus Sunyoto dalam buku Atlas Walisongo menyebut Sunan Gresik sebagai Syaikh Maghribi. Penyebutan nama tersebut menimbulkan asumsi bahwa Sunan Gresik berasal berasal dari Maroko, Afrika Utara. 

Anak-anak tertawa sepulang salat Jumat di Desa Gapuro, Sukolilo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tak jauh dari tempat dimana Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) dimakamkan, Jumat (14/3/2025). Sunan Gresik adalah salah satu Wali Songo yang berdakwah di wilayah Gresik.

Syaikh Maghribi pertama kali berlabuh di Desa Sembalo—sekarang bernama Leran—Manyar, Gresik, sekitar abad ke-12. Ia kemudian menyiarkan agama Islam dan mendirikan masjid pertama di Desa Pesucinan. Setelah dakwahnya dianggap berhasil, Syaikh Maghribi kemudian pindah ke Gresik dan tinggal di Desa Sawo.

Perjalanan dakwah Syaikh Maghribi kemudian berlanjut dengan mendatangi ibu kota Majapahit di Kutaraja, Mojokerto. Ia kemudian menghadap Raja dan diberikan sebidang tanah di pinggiran Gresik yang belakangan dikenal sebagai Desa Gapura.

Ketika berdakwah, kondisi masyarakat Majapahit sempat mengalami kemerosotan ekonomi akibat perang saudara. Syaikh Maghribi kemudian mengambil pendekatan melalui perdagangan dan pergaulan untuk menyebarkan agama Islam kepada masyarakat setempat. Cara yang digunakan pun dengan memperlihatkan kebaikan dari agama Islam.

Dalam buku berjudul Southeast Asia: A Historical Encyclopedia, from Angkor Wat to East Timor suntingan sejarawan Ooi Keat Gian menyebut, makam-makam Islam tua di Gresik yang ditemukan pada abad ke-19 ternyata berasal pada awal abad ke-15. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa Sunan Gresik merupakan salah satu tokoh yang membangun fondasi Islam di Jawa. 

Komplek Makam Sunan Gresik (maulana Malik Ibrahim) di Desa Gapuro Sukolilo berada tak jauh dari Pelabuhan Gresik di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (14/3/2025). Sunan Gresik adalah salah satu Wali Songo yang berdakwah di Wilayah Kabupaten Gresik.

Adapun berdasarkan hasil pembacaan epigraf asal Perancis, JP Moquette, ditemukan angka 882 H/1419 pada prasasti makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim di Desa Gapuro, Sukolilo. Angka itu dimaknai sebagai tahun wafat Maulana Malik Ibrahim sehingga menempatkannya sebagai salah seorang tokoh penyebar Islam tertua di Jawa.

Adapun pembacaan inkripsi pada batu nisan di makam Sunan Gresik menjelaskan bahwa tokoh bernama Al-Malik Ibrahim adalah seorang tokoh terhormat. Dia adalah tokoh yang berkedudukan sebagai guru kebanggaan para pangeran, penasihat raja dan para menteri, dermawan kepada fakir miskin, serta berbahagia karena syahid.

Ketua Umum Yayasan Syeikh Maulana Malik Ibrahim Gresik Taufiq Harris mengatakan, hasil pembacaan Moquette menunjukkan, betapa mudahnya dakwah Islam yang dilakukan Sunan Gresik. Dakwah itu diterima masyarakat, bahkan penguasa Majapahit saat itu, yakni Wikramawardhana.

Wikramawardhana adalah raja kelima Kerajaan Majapahit yang memerintah 1389 hingga 1400. Kedekatan Sunan Gresik dengan Wikramawardhana itu membuatnya leluasa menyebarkan agama Islam. Bahkan, dia diangkat oleh raja menjadi syahbandar.

”Berdagang adalah bagian dari strateginya mengenal masyarakat. Metodologi dakwahnya yang dari bawah ke atas justru membuat dia leluasa menyebarkan agama Islam,” kata Taufiq.

Makam Sunan Gresik (maulana Malik Ibrahim) di Desa Gapuro Sukolilo berada tak jauh dari Pelabuhan Gresik di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (14/3/2025). Sunan Gresik adalah salah satu Wali Songo yang berdakwah di Wilayah Kabupaten Gresik.

Dosen Sejarah dan Kebudayaan Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jajat Burhanuddin, mengatakan, sejumlah penelitian menunjukkan, Sunan Gresik adalah seorang saudagar. Dia memiliki kelebihan dari sisi pemahaman agama Islam sehingga mampu berdagang sambil berdakwah di Tanah Jawa.

Ia melanjutkan, wilayah Jawa dan Sumatera mulai didatangi pedagang berlatar belakang musim di abad ke-7. Mereka mencari rempah wewangian yang kala itu sangat diminati masyarakat di kota-kota Persia

Para saudagar itu lantas berburu hingga Lautan Hindia dan akhirnya masuk ke Indonesia. Kedatangan Sunan Gresik ke wilayah Gresik tak lepas dari posisi daerah tersebut yang menjadi hub perdagangan rempah dari bagian timur Nusantara.

”Jadi wajar kalau Maulana Malik Ibrahim datang ke Gresik sebagai bagian dari arus perdagangan rempah dan migrasi ke Nusantara. Dari sisi keagamaan Islam, dia juga kuat,” ucapnya.

Makam Sunan Gresik (maulana Malik Ibrahim) di Desa Gapuro Sukolilo berada tak jauh dari Pelabuhan Gresik di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (14/3/2025). Sunan Gresik adalah salah satu Wali Songo yang berdakwah di Wilayah Kabupaten Gresik.

Jajat melanjutkan, Sunan Gresik tampil sebagai sosok saudagar yang memiliki kekuatan ekonomi yang mumpuni. Di samping itu, ia juga memiliki kemampuan keagamaan yang kuat. Bahkan saat berada di Gresik, Sunan Maulana Malik Ibrahim membentuk komunitas kota dagang bernapas keagamaan.

”Agama Islam mudah sekali diakui dalam komunitas penduduk Gresik, tanpa hambatan sosiologis. Apalagi, penduduk lokal kala itu memperoleh keuntungan dari saudagar - saudagar rempah dari Timur Tengah,” tutur Jajat.


Kerabat Kerja

Penulis:

Caecilia Mediana, Ambrosius Harto Manumoyoso, Raynard Kristian Bonanio Pardede
 | 

Editor:

Iqbal Basyari