Ambisi besar, bakat terpendam, dan sedikit dendam dari McTominay bercampur dengan gairah sepak bola kota Napoli. Hasilnya adalah kisah manis untuk kedua sisi.
26 Mei 2025 06:11 WIB · Sosok
Sejak dibuang Manchester United dan pindah ke Napoli pada musim lalu, banyak hal yang berubah dari Scott McTominay. Salah satunya perspektif tentang buah tomat. Gelandang asal Skotlandia itu mulai jatuh cinta terhadap buah yang sering dimasukkan dalam kategori sayuran tersebut.
”Saya tidak pernah memakannya (tomat) di rumah (Skotlandia). Itu hanya seperti air berwarna merah. Di sini (Napoli), rasanya benar-benar seperti tomat. Sekarang saya memakannya sebagai camilan, sangat segar,” kata McTominay kepada The Athletic pada awal April 2025.
Sebulan lebih setelah wawancara itu, tepatnya pada Sabtu (24/5/2025) WIB, McTominay resmi menjadi pahlawan kota Napoli. Dia mengantar ”Si Keledai Kecil” keluar sebagai juara Liga Italia musim 2024-2025 di depan pendukung sendiri di Stadion Diego Maradona.
Nama stadion Napoli terinspirasi dari sosok pemain legendaris klub pada era 1980-an, Maradona. Di kota itu, Maradona dianggap setara dewa. Namanya melekat abadi di hati warga berkat pengabdian selama sewindu. Lima tahun setelah dia meninggal, muralnya masih terpampang dan menjadi ikon kota.
Sosok legendaris Maradona seperti terlahir kembali musim ini dalam diri McTominay. Pemain 28 tahun itu belum genap semusim di Napoli, tetapi sudah dipuja-puja oleh para penggemar. Wajar saja, kontribusi McTominay sangat besar untuk mengantar klub kembali ke kejayaan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/24acb8e02aa6cec74dcd56016315a4b4-APTOPIX_Italy_Soccer_Serie_A.jpg)
McTominay menyudahi musim dengan gelar pemain terbaik Liga Italia. Dia menyumbang 12 gol dan 4 asis. Kontribusi itu sukses mengangkat Napoli yang terpuruk di peringkat ke-10 pada musim lalu, termasuk mengobati luka kehilangan duo bintang Victor Osimhen dan Khvicha Kvaratskhelia.
Salah satu penanda ikatan kuat antara pemain dan pendukung di Napoli adalah julukan. Kvaratskhelia, sebelum pindah ke Paris Saint-Germain, dijuluki ”Kvaradona”. McTominay mendapatkan banyak julukan, mulai dari ”McFratm”, ”Apribottiglie”, hingga ”Braveheart”.
”McFratm” merupakan bahasa gaul lokal yang berarti saudara. ”Apribottiglie” berarti pembuka botol. McTominay begitu sering membuka keunggulan, termasuk di laga penentu juara versus Cagliari. Julukan ”Braveheart” terinspirasi dari film Mel Gibson tentang pejuang Skotlandia.
Saking dicintai publik Napoli, wajah dan nama McTominay bisa ditemukan di mana pun. Banyak penggemar merelakan tubuhnya untuk ditato nama atau julukan sang pemain. Lukisan wajah McTominay bahkan muncul di kuil pusat kota Napoli baru-baru ini.
Saya selalu ingin belajar bahasa (Italia). Penting bagi kami mengenal budaya sekitar.
McTominay tidak mendapatkan itu dengan gratis. Performa di lapangan merupakan satu hal. Namun, dia juga berusaha mendekatkan diri dengan para penggemar lewat budaya, makanan, hingga bahasa. Kisah unik tentang tomat, buah yang populer di kota tersebut, bisa mencerminkan usahanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/10/14/ff610a4e-07c0-443b-8f6a-fe6801305b37_jpg.jpg)
”Saya selalu ingin belajar bahasa (Italia). Penting bagi kami mengenal budaya sekitar. Kota ini menakjubkan dan benar-benar berbeda. Kami harus menunjukkan bahwa kami peduli dengan kota ini, selain juga harus bermain dengan baik,” ujar pemain tim nasional Skotlandia itu.
Di kota Napoli, sepak bola sudah seperti hal spiritual. Para penggemar mendukung tim dan para pemain sepenuh hati, tanpa menuntut syarat. McTominay merasakan ketulusan itu. Tidak seperti di MU, ketika dia bisa dipuji setinggi langit saat bermain bagus dan dicaci pada laga berikutnya.
McTominay sangat beruntung pindah dari MU, tim yang dibela selama tujuh musim sejak dari akademi. Di Napoli, dia bertemu dengan pelatih sekelas Antonio Conte yang bisa memaksimalkan bakat pemain. Bakat terpendamnya sebagai gelandang serang terbuka seketika.
Conte membebaskan McTominay untuk menjajah kotak penalti lawan. Dia membantu penyerang Romelu Lukaku dengan pergerakan dari lini tengah. Presensi fisik McTominay yang bertubuh kekar dan tinggi lebih dari 190 sentimeter selalu mampu merepotkan barisan pertahanan lawan.
Alhasil, McTominay berhasil menjadi gelandang tersubur di Italia. Dia juga menjadi salah satu pemain tengah dengan catatan sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan. Adapun produktivitasnya dalam semusim di Napoli hampir menyamai catatan di MU, 19 gol dari 178 pertandingan liga.
Peran baru McTominay sebenarnya mulai terlihat di tim nasional Skotlandia dalam beberapa tahun terakhir. Momentum itu juga sempat dimanfaatkan MU di bawah Pelatih Erik ten Hag pada musim lalu. Namun, McTominay harus berebut posisi dengan gelandang kreatif Bruno Fernandes.
Kekuatan utama saya adalah saat masuk ke kotak penalti dan mencetak gol.
Tubuh besar McTominay yang cenderung terlihat kaku membuat banyak kesalahan penilaian pada awal kariernya. Di MU, dia diperkenalkan sebagai gelandang jangkar sejak promosi dari akademi. Pemain kelahiran Lancaster, Inggris, itu bahkan sempat dimainkan sebagai bek tengah di timnas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/0ed4c6216ddd50bbb713696e1a7ec1de-Italy_Soccer_Serie_A_2_.jpg)
Menurut McTominay, dirinya lebih nyaman memainkan peran ofensif ketimbang defensif sejak dulu. ”Kekuatan utama saya adalah saat masuk ke kotak penalti dan mencetak gol. Hanya saja, kemampuan itu tidak dikenali dengan baik di awal karier saya. Saya digunakan sebagai gelandang jangkar dan bek yang bukan keahlian saya,” katanya.
Itulah kisah ”McFratm” yang berhasil bangkit membuktikan diri di Italia, meninggalkan sejarah kurang baik di Inggris. Dia adalah pemain yang sangat potensial, hanya salah tempat dan pendekatan. Masa depan cemerlang menanti idola baru publik Napoli tersebut. (AP/REUTERS)
Lahir: Lancaster, Inggris, 8 Desember 1996
Kebangsaan: Skotlandia
Posisi: Gelandang serang
Klub:
Manchester United (2017-2024)
Napoli (2024-2025)
Prestasi:
Juara Liga Italia (2024-2025)
Pemain Terbaik Liga Italia (2024-2025)
Juara Piala FA (2023-2024)
Juara Piala Liga Inggris (2022-2023)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar Alexey, Moh. Hilmi FaiqPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan