Gelar Liga Italia milik Napoli. Antonio Conte spesialis meruntuhkan dominasi bekas klub asuhannya. Inter Milan gagal total di Italia.
24 Mei 2025 06:52 WIB · Olahraga
NAPOLI, SABTU — Napoli menyempurnakan superioritas di Liga Italia edisi 2024-2025 dengan gelar juara pada pekan pamungkas, Sabtu (24/5/2025), dini hari WIB. Inter Milan dan Atalanta silih berganti mengusik kenyamanan mereka di puncak klasemen, tetapi ”Si Keledai Kecil” meraih scudetto keempat dengan catatan menduduki posisi pertama selama 21 pekan dari 38 pekan yang dilalui.
Dua pemain impor, Scott McTominay (menit ke-42) dan Romelu Lukaku (menit ke-51), membantu Napoli menjaga posisi pucuk klasemen pada laga terakhir nan menentukan kontra Cagliari di Stadion Diego Armando Maradona, Napoli. Napoli unggul 2-0 demi memenangi persaingan gelar Liga Italia dengan keunggulan satu poin atas Inter.
Napoli menutup musim dengan koleksi 82 poin, sedangkan Inter mengemas 81 poin. Liga Italia menjadi kompetisi tersengit dari lima liga top Eropa musim ini. Mereka satu-satunya kompetisi yang menunggu tim pemenang hingga pekan terakhir.
Dalam laga pamungkas yang digelar bersamaan, Napoli sempat turun ke peringkat kedua sekitar 22 menit. Penyebabnya, Inter unggul satu gol atas Como melalui sundulan bek Stefan de Vrij, saat laga memasuki menit ke-20.
Namun, McTominay membantu sekitar 54.000 suporter Napoli lepas dari ketegangan mereka menjelang babak pertama rampung. Setelah gol Lukaku pada awal paruh kedua laga, pendukung Napoli yang memadati tribune stadion hingga berkumpul di Piazza del Plebiscito, alun-alun kota Napoli, tidak lagi memikirkan hasil Inter.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/24/13740ef0-e7b9-43ec-acb7-063b3f4fb203_jpg.jpg)
Mereka sudah sepenuhnya bernyanyi dan mendendangkan yel-yel klub untuk merayakan scudetto keempat dalam sejarah. Napoli meraih gelar Liga Italia kedua dalam tiga musim terakhir.
McTominay mengakui ketegangan dan kecemasan sempat menggelayuti skuad Napoli pada babak pertama menghadapi Cagliari. Meski begitu, pemain-pemain Si Keledai Kecil berusaha menjaga fokus meski beberapa peluang sempat gagal berbuah gol keunggulan.
”Saya sampai lupa tentang gol (pertama) karena berkecamuknya banyak perasaan. Kami berusaha terus berkonsentrasi, tetapi ada rasa gugup yang kami rasakan. Kini, saatnya kami menikmati pesta bersama pendukung dan berharap musim depan kami memiliki energi yang sama,” ucap McTominay kepada DAZN.
Pemain asal Skotlandia itu dinobatkan pula sebagai Pemain Terbaik Liga Italia musim ini. Berkat 12 gol dan empat asis, McTominay sudah tidak bisa disangsikan lagi sebagai sosok terpenting bagi anak asuhan Antonio Conte selama kampanye kompetisi 2024-2025.
Hebatnya, delapan dari 12 gol McTominay itu merupakan pemecah kebuntuan bagi Napoli ketika laga masih berjalan 0-0. Bagi McTominay, kuantitas kontribusi golnya di Napoli adalah catatan statistik terbaik dalam karier profesionalnya.
”Saya tidak bisa berkata-kata lagi, sungguh luar biasa. Pengorbanan setiap pemain di klub sangat besar. Pendukung juga pantas atas scudetto ini. Mereka selalu mendukung kami sejak hari pertama musim ini,” kata McTominay yang direkrut dari Manchester United pada musim panas 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/585b2a2c5fd429f3304fc56b728c6539-wires_photo_7_.jpg)
Gelar scudetto keempat bagi Napoli bermakna scudetto kelima bagi Conte dalam karier kepelatihannya. Ia membantu Juventus meraih tiga gelar Liga Italia, lalu masing-masing satu gelar juara untuk Inter Milan dan Napoli.
Menariknya, Conte mengakhiri kedigdayaan bekas klub asuhannya untuk memberikan scudetto bagi klub lainnya. Ia memutus rekor sembilan scudetto beruntun Juve ketika mempersembahkan gelar liga untuk Inter pada 2020-2021.
Conte pula yang menggagalkan ”I Nerazzurri” untuk mengemas dua scudetto beruntun pada musim ini. Ia menjadi pelatih keempat yang membawa Napoli menjadi raja Italia setelah Ottavio Bianchi (1986-1987), Alberto Bigon (1989-1990), dan Luciano Spalletti (2022-2023).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/24/7e519145-9ed7-43fd-bd38-c83fabaa90dc_png.png)
Bagi Conte, scudetto bersama Napoli merupakan perjalanan tersulit baginya. Apalagi Conte datang dengan status Napoli sebagai peringkat ke-10 pada Liga Italia edisi 2023-2024. Setelah ditinggal Spalletti, Napoli mengalami dipimpin oleh tiga pelatih berbeda, yaitu Rudi Garcia, Walter Mazzarri, dan Francesco Calzona, selama musim lalu.
”Ini tentunya tantangan paling tidak terduga dan tersulit dalam karier saya. Tidak mudah datang ke Napoli untuk membawa tim kembali ke habitat sebenarnya setelah kekacauan di musim lalu. Kami juga berusaha membujuk beberapa pemain terbaik untuk bertahan karena saya yakin kami bisa mendapatkan sesuatu yang positif,” tutur Conte dilansir Corriere dello Sport.
Tak heran, pendukung dan pemain Napoli sangat mencintai Conte. Para pemain bersama-sama melempar Conte ke udara setelah laga menghadapi Cagliari berakhir. Mereka satu per satu memeluk sang allenatore.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/24/4592b9d6-6b76-494c-8c5a-ff94fa18e688_jpg.jpg)
Adapun pendukung Napoli menggemakan nama Conte di stadion dan sudut-sudut kota sebagai apresiasi terhadap persembahan scudetto. Ada pula pencinta setia Napoli yang merajah tubuh mereka dengan foto dan tulisan Conte untuk merayakan gelar juara liga musim ini.
Sementara itu, kekecewaan pecah di Stadion Giuseppe Sinigaglia, markas Como. Gol dari De Vrij dan Joaquin Correa gagal membantu Inter meraih scudetto kelima.
Musim ini bisa dikatakan Inter gagal total di kancah domestik. Selain kalah bersaing dengan Napoli untuk scudetto, Inter kalah dari AC Milan di final Piala Super Italia dan disingkirkan Milan pula dari persaingan gelar Coppa Italia.
Meski begitu, Inter masih memiliki satu asa mengangkat trofi pada musim ini. Hal itu hadir pada partai puncak Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain di Muenchen, Jerman, akhir pekan mendatang.
”Kami telah melakukan tugas kami dengan baik, tetapi memenangi liga tidak berada sepenuhnya di tangan kami. Kami harus melupakan kekecewaan ini dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengejar trofi di Eropa. Ada keinginan besar untuk menutup musim dengan penampilan terbaik di Liga Champions,” ujar De Vrij seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nur Adji