Kompas.id Brief

Seberapa Jauh Manchester United Mampu Melaju di Liga Europa?

Kemenangan atas Real Sociedad yang mengantar MU ke babak perempat final Liga Europa meledakkan optimisme. MU seharusnya mampu melangkah lebih jauh lagi.

15 Mar 2025 08:00 WIB · Olahraga

Oleh Wisnu Aji Dewabrata

Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?

  1. Apa arti kemenangan MU pada pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Europa?
  2. Pelajaran apa yang dapat diambil oleh MU dari hasil seri pada pertandingan leg pertama? 
  3. Kenapa MU dikatakan sedang memasuki fase gelap? 

Stadion Old Trafford mampu memberikan kekuatan besar yang tak kasatmata pada tim Manchester United. Ketika mereka terdesak, kemenangan yang sebelumnya sulit diraih di kandang lawan menjadi musnah seketika di Old Trafford. Real Sociedad adalah korban terbaru yang tumbang di Old Trafford.

Gelar juara Liga Europa semakin mendekat dalam genggaman Bruno Fernandes dan kawan-kawan. Syaratnya, MU harus memperbaiki segala kelemahan di lapangan dan menyelesaikan krisis internal di dalam manajemen.

1. Apa arti kemenangan MU pada pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Europa?

copy title

Kemenangan MU atas Real Sociedad pada pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Europa di Old Trafford, Jumat (14/3/2025) membuktikan “Setan Merah” mampu tampil solid sejak Ruben Amorim ditunjuk sebagai pelatih. Pertahanan MU yang sebelumnya menjadi masalah mulai menunjukkan perbaikan, dengan kemampuan bertahan yang baik dan serangan balik yang efektif.

Meskipun mendapat “keuntungan” dari keputusan wasit, MU membuktikan diri sebagai tim yang lebih baik dalam dua kali pertandingan melawan Sociedad. Pertahanan yang solid dan serangan yang efektif menjadi kunci kesuksesan mereka.

Hampir semua pemain MU memberikan kontribusi positif, terutama trio penyerang Rasmus Hojlund, Joshua Zirkzee, dan Alejandro Garnacho. Patrick Dorgu juga tampil impresif, menyebabkan penalti dan kartu merah untuk Sociedad.

Manchester United's Bruno Fernandes scores his third goal of the game during the Europa League soccer match between Manchester United and Real Sociedad at Old Trafford stadium in Manchester, England, Thursday, March 13, 2025 . (Nick Potts//PA via AP)

Bruno Fernandes, selain mencetak hattrick, juga rajin mengumpan bola dari lini tengah. Fernandes optimistis MU akan semakin baik ke depan dan kepercayaan diri yang terus meningkat.

Amorim merasa puas dengan performa timnya, yang menunjukkan kemajuan baik dari segi fisik maupun taktik.

Dengan kemenangan tersebut, MU tetap memiliki peluang untuk meraih gelar Liga Europa, satu-satunya gelar yang mungkin diraih musim ini. MU akan menghadapi Lyon di perempat final Liga Europa pada 11 dan 18 April 2025.

2. Pelajaran apa yang dapat diambil oleh MU dari hasil seri pada pertandingan leg pertama?

copy title

Pertandingan antara Manchester United dan Real Sociedad saat pertemuan pertama babak 16 besar Liga Europa berakhir imbang 1-1, memberikan beberapa pelajaran penting bagi MU. MU tampil dominan selama 70 menit pertama, menciptakan banyak peluang dan mencetak gol melalui Joshua Zirkzee pada menit ke-57. Namun, setelah gol Sociedad yang dieksekusi Mikel Oyarzabal dari titik putih, MU kehilangan momentum dan tampil kurang meyakinkan.

Salah satu pelajaran penting dari pertandingan leg pertama melawan Sociedad adalah ketidakstabilan skuad MU. Meskipun mereka tampil solid di awal, satu saja gol penalti lawan dapat mengubah akhir dari permainan. Gol itu juga menyebabkan serangan balik MU menjadi tumpul.

Manchester United's Portuguese head coach Ruben Amorim gestures on the touchline during the English Premier League football match between Manchester United and Bournemouth at Old Trafford in Manchester, north west England, on December 22, 2024. (Photo by Darren Staples / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Pelatih MU, Ruben Amorim, menyayangkan kondisi fisik anak asuhnya. Pemain MU terlihat kelelahan pada 30 menit terakhir. Pemain MU perlu menggenjot kebugaran fisiknya, terutama dalam menghadapi pertandingan-pertandingan penting.

Sementara itu Sociedad menunjukkan mental baja dengan gol penyeimbang yang menjadi awal kebangkitan. Tarian Poznan dari pendukung Sociedad mampu mendongkrak motivasi tim yang kebobolan lebih dulu. 

Pertandingan itu menambah banyak contoh bahwa MU sering kesulitan bermain di kandang. Dengan delapan kekalahan di Old Trafford musim ini, MU harus menemukan cara untuk mengatasi tekanan saaat bermain di depan pendukungnya.

3. Kenapa MU dikatakan sedang memasuki fase gelap? 

copy title

MU mengalami berbagai macam krisis internal di dalam tubuhnya sendiri. Sejak Sir Alex Ferguson mundur, MU telah berganti-ganti pelatih, mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, hingga Erik ten Hag dan terakhir Ruben Amorim.

Namun, tidak satu pun dari mereka berhasil membawa MU kembali ke puncak kejayaan seperti pada era Ferguson. Bahkan, Amorim menyatakan kondisi MU saat ini mungkin adalah "tim terjelek dalam sejarah klub" setelah kekalahan dari Brighton.

MU telah menghabiskan ratusan juta pound sterling untuk transfer pemain, tetapi banyak pembelian pemain yang tidak tepat. MU juga menghadapi masalah finansial serius. Sejak musim 2013/2014, klub mengalami defisit transfer sebesar 1,46 miliar euro. Krisis finansial ini memaksa MU untuk menghentikan makan siang gratis bagi karyawan dan melakukan PHK terhadap 200 karyawan.

Manajer legendaris Manchester United Alex Ferguson (AFP/ LINDSEY PARNABY)

Salah satu penyebab utama krisis MU adalah hilangnya struktur yang kuat setelah kepemimpinan Ferguson berakhir. Ferguson adalah sosok yang mengendalikan segala aspek klub. Setelah dia pergi, MU tidak memiliki sosok maupun sistem yang mampu menggantikan kepemimpinan Ferguson.

Untuk keluar dari krisis internal, MU harus melakukan perubahan. Krisis internal seperti dialami MU adalah suatu petunjuk bahwa jalan keluar tidak bisa ditemukan dengan kembali ke masa lalu, jalan satu-satunya adalah melakukan perubahan besar-besaran.


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari