Gambaran calon juara di musim baru NBA masih abstrak. Mulai dari tim juara bertahan Thunder sampai tim berisi veteran, Warriors dan Clippers, dipenuhi tanda tanya.
21 Okt 2025 13:44 WIB · Olahraga
Musim baru NBA segera dimulai pada Rabu (22/10/2025) pagi WIB. Peta kekuatan seluruh tim sudah tergambar jelas setelah deretan transaksi selama jeda musim. Namun, prediksi juara masih sangat abu-abu. Terdapat segudang tanda tanya yang mengelilingi tim-tim unggulan.
Musim 2025-2026 akan dibuka dengan laga Oklahoma City Thunder versus Houston Rockets di Stadion Paycom Center, Oklahoma, Rabu pukul 06.30 WIB. Bukan tanpa alasan, dua tim dari Wilayah Barat itu dipertemukan di laga pembuka. Mereka digadang-gadang akan jadi rival perebutan gelar.
Thunder, tim juara bertahan, paling diunggulkan untuk mempertahankan gelar. Mereka menjaga fondasi juara musim lalu, termasuk trio bintang Shai Gilgeous-Alexander, Jalen Williams, dan Chet Holmgren, yang diikat dengan kontrak jangka panjang. Pelatih Mark Daigneault juga masih bertahan.
Shai, pemegang gelar Most Valuable Player (MVP), sudah menebar teror dalam serial dokumenter Netflix, Starting 5. ”Tebak? Thunder adalah tim basket terbaik di dunia. Saya harap kalian mengerti itu. Kami pun tidak akan ke mana-mana. Jadi, semoga beruntung,” katanya seusai malam final.
Pertanyaannya, apakah tim termuda kedua yang menjuarai NBA itu bisa tetap konsisten setelah juara? Rasa puas diri membayangi Shai dan rekan-rekan. Pada saat bersamaan, mereka akan menjadi sasaran utama seluruh tim lain. Adapun tim juara dalam lima musim sebelumnya selalu gagal mempertahankan gelar.
Ujian pertama Thunder datang dari Rockets, tim dengan transaksi paling mewah selama jeda. Mereka mendatangkan salah satu pemain terbaik dalam dua dekade terakhir, Kevin Durant. Forward berusia 37 tahun itu bisa menjelma sosok mesin skor dan berpengalaman yang tidak dimiliki Rockets pada musim lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/23/6a5c28e415c7cb083660d5fd44183627-063_2220897774.jpg)
Tim Rockets diisi banyak pemain muda yang nyaris sempurna. Mereka memiliki salah satu pemain bertahan paling kokoh di liga, guard Amen Thompson; pemain besar terampil khas Eropa, center Alperen Sengun; serta Durant yang punya satu gelar MVP dan dua gelar juara.
Durant baru saja menandatangani perpanjangan kontrak selama dua musim, Senin kemarin. Rockets pun tidak perlu khawatir lagi kehilangan sang megabintang pada akhir musim nanti. ”Jadi, kami hanya perlu mengkhawatirkan soal basket, fokus pada musim kami,” kata Durant.
Masalahnya hanya terletak di peran pengatur serangan. Rockets kehilangan point guard veteran, Fred VanVleet, untuk semusim ke depan akibat cedera lutut. Tim asuhan Pelatih Ime Udoka itu tidak punya point guard murni, posisi paling penting dalam permainan modern saat ini.
Selain Thunder dan Rockets, kandidat juara musim ini juga kebanyakan datang dari Wilayah Barat. Dua tim berisi pemain veteran, Golden State Warriors dan Los Angeles Clippers, menjadi penantang serius. Mereka datang dengan kedalaman skuad lebih baik di musim baru.
Warriors dan Clippers mendapatkan center veteran berkualitas. Posisi itu sering menjadi titik lemah mereka sebelumnya. Warriors memiliki Al Horford (39) dan Clippers dengan Brook Lopez (37). Horford dan Lopez merupakan center modern yang piawai menembak jauh.
Hanya saja, kedua tim itu dikhawatirkan soal kebugaran. Mereka dipenuhi pemain tua dengan riwayat cedera kurang baik. Trio jagoan Warriors adalah Stephen Curry (37), Jimmy Butler (36), dan Draymond Green (35). Clippers dikomandoi Chris Paul (40), James Harden (36), dan Kawhi Leonard (34).
”Selamat kepada Steve Ballmer (pemilik Clippers) dan Clippers. Mereka adalah panti jompo NBA untuk para pemain yang ingin menyudahi karier. Saat saya melihat daftar skuad mereka, Clippers terlihat tua,” kata mantan pemain NBA, Kendrick Perkins, kepada ESPN, akhir Juli lalu.
Jika ingin melangkah jauh, para veteran Warriors dan Clippers harus bisa menjaga kebugaran dalam permainan NBA yang belakangan semakin intens dan punya 82 laga di musim reguler. Adapun tren tim juara NBA mulai bergeser ke skuad dengan rerata usia lebih muda, seperti dibuktikan Thunder.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/05/86933faf98eae1153acd0b9f4963721e-Warriors_Rockets_Basketball_7_.jpeg)
Tim yang memiliki pemain terbaik pasti punya kans juara besar. Denver Nuggets berupaya menjaga keyakinan tersebut bersama Nikola Jokic, center peraih tiga gelar MVP dalam lima musim terakhir. Sulit dimungkiri, Jokic merupakan individu paling dominan di NBA saat ini.
Nuggets gagal juara musim lalu karena kalah tipis dari Thunder di semifinal wilayah. Faktor utama kegagalan mereka adalah tidak ada pelapis Jokic. Saat Jokic dibangkucadangkan, Nuggets keteteran. Tanda tanya pun tertuju ke center baru, Jonas Valanciunas, yang akan dibebankan tugas untuk mengisi menit tanpa Jokic.
Dua calon wajah masa depan NBA, Luka Doncic (LA Lakers) dan Anthony Edwards (Minnesota Timberwolves), siap mengejutkan. Namun, lompatan mereka tergantung dari sistem dukungan di dalam tim. Doncic didampingi LeBron James yang semakin tua dan sering cedera, sementara Edwards kekurangan dukungan dari point guard papan atas.
Dari Wilayah Timur, finalis musim lalu Indiana Pacers memudar dari radar juara. Mereka akan sulit bersaing karena kehilangan point guard utama, Tyrese Haliburton, yang mengalami cedera robek achilles dalam gim ketujuh final versus Thunder. Belum ada kepastian kapan sang bintang muda bisa kembali.
Tim paling potensial dari timur adalah Cleveland Cavaliers. Mereka memiliki pertahanan area dalam terbaik dengan duet ”menara kembar”, Evan Mobley dan Jarrett Allen. Masalahnya, Cavaliers kekurangan sosok megabintang yang bisa mengubah permainan sendirian. Peran itu harus bisa diisi oleh guard Donovan Mitchell dan Darius Garland.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/23/85abc50d5a56fe7f08f281b95719ca91-2025_NBA_Finals_Game_Seven_3_.jpeg)
New York Knicks, yang menembus final wilayah lalu, juga potensial. Di kota yang sangat meromantisasi bola basket itu, peluang juara selalu terbuka. Jalen Brunson dan rekan-rekan memiliki skuad cukup solid untuk berbicara banyak. Catatannya, para pemain harus sehat, terutama center Mitchell Robinson yang tampil hanya dalam 107 dari 246 laga di tiga musim terakhir.
Pada akhirnya, segudang tanda tanya untuk tim-tim unggulan tersebut akan terjawab seiring perjalanan musim. Jawaban itu akan mengarah ke teka-teki terakhir soal siapa tim yang akan menduduki takhta tertinggi pada akhir musim nanti. (AP)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan