Striker Denis Undav hanya menjadi pemain pengganti pada dua laga pertama Jerman. Ketajamannya saat melawan Pantai Gading mengharuskannya jadi pemain mula.
25 Jun 2026 07:59 WIB · Olahraga
Getty Images via AFP
Saat Jerman menghadapi laga kedua melawan Pantai Gading, mereka hampir saja mendapat hasil yang memalukan. Mereka tertinggal 0-1 dari gol yang dicetak Franck Kessie pada menit ke-30.
Jerman pun mengalami kebuntuan untuk membongkar pertahanan rapat Pantai Gading. Hingga akhirnya masuk Deniz Undav yang menjadi pahlawan bagi tim ”Panser”.
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann memasukkan penyerang Deniz Undav, menggantikan Jamal Musiala, pada menit ke-60. Hanya butuh waktu delapan menit bagi striker VfB Stuttgart itu untuk membayar kepercayaan sang pelatih.
Ia membobol gawang Pantai Gading untuk menyamakan kedudukan. Tak sampai di situ, Undav kembali mencetak gol pada pengujung laga untuk memberikan kemenangan bagi Jerman.
Dengan sudah memastikan lolos ke babak 32 besar, Nagelsmann bakal merombak susunan pemainnya saat menghadapi Ekuador pada pertandingan terakhir Grup E di Stadion MetLife, New Jersey, Kamis (25/6/2026). Setelah hanya tampil sebagai pemain pengganti pada dua laga sebelumnya, Undav pun kemungkinan besar bakal bermain sebagai pemain mula.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/25/269e4fb03273863af7d24de3ef9becf7-Germany_Training_And_Press_Conference_FIFA_World_Cup_2026_2_.jpeg)
Nagelsmann sepertinya akan memasangkan Undav dengan Nick Woltemade, menggantikan Musiala dan Kai Havertz. Itu adalah kombinasi lini serang VfB Stuttgart pada musim 2024-2025 yang menyajikan performa sangat solid.
Kebersamaan kedua pemain terhenti setelah Woltemade hijrah ke Newcastle United pada tahun 2025 dan sempat kesulitan beradaptasi di musim pertamanya di Inggris. Di sisi lain, Undav terus mempertahankan level permainan terbaiknya bersama Stuttgart.
Dia menjalankan perannya dengan luar biasa. Sekarang pertanyaan-pertanyaan akan mulai bermunculan lagi tentang apakah dia harus bermain sejak menit awal.
Dengan posisi yang aman sebagai pemuncak grup, Nagelsmann tak perlu mengambil risiko memainkan para pemain utamanya menjelang laga babak 32 besar yang akan segera dimulai. Selain itu, para pemain utama bisa mendapatkan waktu istirahat yang cukup karena Jerman diproyeksikan bakal melaju dalam turnamen yang akan berlangsung lebih dari satu bulan.
Undav diplot untuk menggantikan peran Musiala di posisi nomor 10. Sementara itu, Woltemade berperan sebagai ujung tombak. Nagelsmann memuji penampilan Undav melawan Pantai Gading sebagai seorang supersub.
Lewat peran krusialnya di Toronto, Undav semakin memperkuat argumennya untuk masuk ke dalam susunan pemain utama. Sejauh ini, ia telah mengemas tiga gol dan dua asis hanya dari dua penampilan sebagai pemain pengganti.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/25/ee0f9a210acf07d7b6344017df3bc11a-Germany_v_Cote_D_Ivoire__Group_E_FIFA_World_Cup_2026.jpeg)
Nagelsmann mengatakan ada kemungkinan penyerang Stuttgart itu akan dipasang sejak awal laga setelah penampilannya gemilang melawan Pantai Gading. Meski begitu, ia tidak memberikan jaminan soal itu.
”Dia menjalankan perannya dengan luar biasa. Sekarang pertanyaan-pertanyaan akan mulai bermunculan lagi tentang apakah dia harus bermain sejak menit awal. Namun, Anda juga bisa berargumen: biarkan saja dia tetap dalam ritme dan kenyamanannya saat ini,” kata Nagelsmann.
Masalahnya bagi Undav sebagai pemain mula adalah karena sepertinya Nagelsmann kurang percaya dengan daya tahan sang pemain. Pada Maret lalu, Nagelsmann mengkritik Undav yang disebutnya tidak bisa mempertahankan energi yang sama setelah 70 menit. Nagelsmann memang sudah meminta maaf terkait komentarnya itu, tetapi itu menunjukkan bahwa sang pelatih kurang memercayai Undav.
Meski sudah mengamankan posisi pemuncak grup, Jerman mendapatkan musibah setelah bek andalan mereka, Nico Schlotterbeck, harus absen hingga turnamen berakhir karena mengalami cedera serius saat melawan Pantai Gading. Cedera pergelangan kaki yang dialami bek berusia 26 tahun itu akan membuatnya absen bermain selama beberapa bulan. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengonfirmasi bahwa Schlotterbeck mengalami kerusakan ligamen pada pergelangan kaki kirinya.
”Kami akan sangat merindukan Schlotti di lapangan. Ia adalah pemain bertahan yang hebat dan kemampuannya membangun permainan dari belakang sangat luar biasa,” kata Nagelsmann.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/25/c6cb080b81f2c66f2f2cfe7cbbf12ae6-Ivory_Coast_Germany_WCup_Soccer.jpeg)
Meski Schlotterbeck cedera, skuad Jerman tidak akan memulangkannya. Schlotterbeck akan dipertahankan untuk bersama skuad hingga turnamen berakhir. Selain itu, semua tim memang tidak boleh lagi melakukan pergantian pemain. Jerman sendiri memiliki deretan bek yang bisa menggantikan peran Schlotterbeck.
”Walupun kehilangannya, kami masih punya cukup bek tengah di Piala Dunia dengan Jonathan Tah, Antonio Ruediger, Waldemar Anton, dan Malick Thiaw,” tambah Nagelsmann.
Schlotterbeck digantikan oleh pemain Real Madrid, Ruediger, pada babak pertama. Bek berusia 33 tahun tersebut kemungkinan akan terus mendampingi Tah di lini pertahanan hingga perjalanan Jerman berakhir.
Meskipun tidak memiliki keunggulan teknis seperti Schlotterbeck, Ruediger adalah seorang bek yang sangat berpengalaman dan memiliki fisik kuat. Seperti yang disebutkan oleh Nagelsmann, ia juga bisa mengandalkan jasa Anton dan Thiaw.
Nama terakhir mungkin menjadi pengganti yang paling mirip dengan Schlotterbeck sebagai bek tengah yang piawai mengalirkan bola (ball-playing center back) dari belakang. Namun, pemain berusia 24 tahun itu kurang berpengalaman, dengan baru mencatatkan lima penampilan bersama tim nasional senior.
Penulis:
Prasetyo Eko Prihananto dari New YorkEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar