Megawati Hangestri Pertiwi kembali bersaing di Proliga dari awal musim 2026. Ia membuktikan, kehadirannya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia itu jadi pembeda.
10 Jan 2026 13:20 WIB · Olahraga
PBVSI
Setelah dua tahun berlalu, Megawati Hangestri Pertiwi kembali berkompetisi di kompetisi bola voli kasta tertinggi Indonesia, Proliga, sejak awal musim 2026. Megawati mengawali perjalanannya dengan menunjukkan penampilan gemilang, bagai pembuktian bahwa levelnya memang di atas rata-rata.
Megawati menandai momen kembali ke Proliga dengan menjadi salah satu kunci keberhasilan Jakarta Pertamina Enduro menaklukkan Jakarta Electric PLN, Jumat (9/1/2026). Dalam laga perdana kedua tim yang berlangsung ketat di GOR A Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Megawati berkontribusi untuk kemenangan Jakarta Pertamina Enduro, 3-2 (20-25, 22-25, 25-22, 25-17, 15-8).
Pada pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 44 menit itu, efektivitas serangan Megawati memang hanya 33,33 persen. Dari 54 percobaan serangan, pemain asal Jember, Jawa Timur, ini menghasilkan 18 poin.
Kemenangan ini jadi modal pembelajaran penting. Kami belum tampil sempurna, tetapi hari ini cukup baik karena semua pemain menjalankan tanggung jawabnya.
Namun, dengan tambahan masing-masing satu poin dari blok dan servis, Megawati menjadi penyumbang poin terbanyak kedua di tim. Dengan total 20 poin, torehan poinnya di bawah pemain asing Jakarta Pertamina Enduro, Iana Shcherban, yang menyumbang 23 poin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/10/a18ecad72d22c9c50dddcbdabea1b3ef-WhatsApp_Image_2026_01_09_at_20.03.40_1_.jpeg)
”Kemenangan ini jadi modal pembelajaran penting. Kami belum tampil sempurna, tetapi hari ini cukup baik karena semua pemain menjalankan tanggung jawabnya,” tutur Megawati.
Pertandingan intensitas tinggi itu memang menunjukkan pertarungan sengit antara juara dan peringkat keempat Proliga 2025 tersebut. Jakarta Electric PLN memperlihatkan kematangan skuad musim ini, sedangkan Jakarta Pertamina Enduro mempertontonkan ketangguhan mental.
Pada dua set awal, Electric PLN tampil dominan. Dua pemain asing mereka yang berlevel dunia, Neriman Ozsoy dan Celeste Plak, mampu menjadi motor serangan tim. Kemenangan dua set pun mampu diraih Electric PLN.
Namun, pada set ketiga, situasi berbalik. Pertahanan Electric PLN mulai goyah, sedangkan Pertamina Enduro perlahan bangkit dan tampil lebih solid. Bersama Iana Shcherban dan pemain asing lainnya, Wilma Salas, Megawati membawa Pertamina Enduro mencuri kemenangan pada set ketiga untuk memperpanjang laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/10/50c4d975fdb6051f967311a1e433f068-WhatsApp_Image_2026_01_09_at_20.04.04_1_.jpeg)
Keberhasilan merebut set ketiga itu membuat kepercayaan diri Megawati dan kawan-kawan meningkat. Para pemain asuhan pelatih Bulent Karslioglu memaksa laga berlanjut hingga set kelima dan akhirnya memenanginya.
Sejak awal, Megawati mengatakan bahwa ia datang ke JPE, nama pendek Jakarta Pertamina Enduro, dengan membawa misi yang besar. Bersama klub yang pernah dibelanya berkali-kali di Proliga sejak debut 2015 itu, Megawati belum pernah mencicipi gelar juara. Untuk itu, ia ingin menggapainya pada musim ini.
Meski begitu, Megawati juga menekankan bahwa kunci keberhasilan tim bukan mengandalkan pada satu pemain tertentu. ”Kami harus bermain sebagai tim dan yang paling penting itu chemistry,” ucap pemain yang debut di Proliga sejak usia 16 tahun ini.
Musim ini menandai kembalinya Megawati ke Proliga sejak laga pembuka. Pada musim lalu, Megawati juga sebenarnya tampil di Proliga bersama Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia setelah menyelesaikan kontrak dengan tim Liga Korea, Red Sparks. Megawati bergabung dengan Petrokimia mulai final four.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/10/d78b12c3033446ad9f34caa7f2fb1a44-WhatsApp_Image_2026_01_09_at_20.03.45.jpeg)
Namun, dari total enam laga final four selama dua putaran, Megawati hanya main dua kali. Pemain yang datang dalam kondisi cedera sejak memperkuat Red Sparks itu baru tampil pada final four putaran kedua.
Megawati baru bermain ketika Petrokimia menghadapi JPE, 2 Mei 2025. Pemain berusia 26 tahun ini bermain penuh dan menyumbang 16 poin. Namun, Petrokimia takluk dari JPE dengan skor 2-3.
Keesokan harinya, Megawati kembali diturunkan saat menghadapi Electric PLN. Namun, ia tidak banyak mendapatkan menit bermain. Meski begitu, Petrokimia tampil solid dan menang dengan skor 3-0.
Megawati kemudian bermain lagi dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga melawan Electric PLN pada 10 Mei 2025. Dalam laga yang dimenangi Petrokimia, 3-1, itu, Megawati menyumbangkan tiga poin saat bermain pada set kedua dan ketiga.
Megawati terakhir kali tampil penuh di Proliga pada musim 2024. Saat itu, Megawati akhirnya ”pecah telur” dengan meraih gelar juara bersama Jakarta BIN. Itu merupakan gelar juara perdananya selama berkiprah nyaris 10 tahun di Proliga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/21/cfaa5d82-1c5c-45d8-80b4-5d23317cffb6_jpg.jpg)
Adapun pelatih JPE, Bulent Karslioglu, menyampaikan, baik timnya maupun timnas Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi pemain seperti Megawati. Kualitas pemain seperti Megawati dibutuhkan untuk mendongkrak performa tim.
Sebelumnya, JPE memiliki pemain muda yang digadang-gadang jadi penerus Megawati, Junaida Santi. Musim lalu, Santi bersinar dan dinobatkan sebagai pemain terbaik Proliga. Namun, Santi yang masih dalam pemulihan cedera absen di Proliga musim ini.
Sementara itu, Bulent Karslioglu menilai kemenangan atas JPE mencerminkan karakter timnya yang masih dalam tahap pembentukan. Lantaran ada perubahan skuad, timnya masih dalam tahap saling mengenal dan adaptasi.
”Namun, kami menunjukkan karakter dan kemampuan untuk bangkit,” ucap juru taktik asal Turki ini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/19/b6666a67-7244-4258-b3ec-bacbebe0c70a_jpg.jpg)
Asisten pelatih Electric PLN, Alim Suseno, mengungkapkan kekecewaannya karena tim gagal mempertahankan keunggulan. Menurut Alim, lawan mampu memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan para pemain Electric PLN.
”Mulai set ketiga, penerimaan dan pukulan kami banyak eror. Padahal, di poin-poin krusial, terutama di atas angka 20, kesalahan kecil sangat menentukan,” ucap mantan pelatih timnas bola voli putri Indonesia ini.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra