Megawati Hangestri Pertiwi kembali ke klub pertamanya di Proliga untuk mengarungi musim 2026. Ambisi Megawati dan misi Jakarta Pertamina Enduro pun bersenyawa.
07 Jan 2026 13:01 WIB · Olahraga
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Megawati Hangestri Pertiwi boleh saja berkelana ke klub-klub lain, bersaing di berbagai kompetisi bola voli di beragam negara, dan meraih bermacam prestasi. Namun, sejauh kaki melangkah, Megawati tetap menyisakan waktu untuk pulang. Tahun ini, di Proliga 2026, pebola voli 26 tahun ini memutuskan pulang ke klub pertamanya di kompetisi bola voli kasta tertinggi Indonesia, Jakarta Pertamina Enduro.
Megawati menjadi bagian dari 19 pemain Jakarta Pertamina Enduro (JPE) yang akan mengarungi Proliga 2026 mulai 8 Januari. Dari 19 pemain itu, 17 di antaranya merupakan pemain lokal yang berasal dari berbagai klub, seperti TNI AL, Bank Jatim, Vita Solo, O2C, dan Bharata Muda.
Dua sisanya adalah pemain asing, yakni Wilma Salas asal Kuba, peraih juara The Western European Volleyball Zonal Association (WEVZA) Cup 2024-2025. JPE juga mempertahankan pemain asal Rusia, Iana Shcherban, yang pada musim lalu menjadi salah satu pemain kunci tim.
Bagi Megawati, JPE bukanlah klub asing. Pada 2015, Megawati yang baru berusia 16 tahun debut di Proliga bersama JPE, yang saat itu memakai nama Jakarta Pertamina Energi. Ia bergabung juga pada musim 2016, 2017, 2019, 2022, dan 2023.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/07/caf5abdedc9e934a2ede1dfd7bce42d5-Megawati_Hangestri_P_Opposite_Hitter_Tim_Jakarta_Pertamina_Enduro.jpg)
Setelah dua musim berkarier di Liga Korea bersama Red Sparks, bermain di Proliga bersama Jakarta BIN dan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, Megawati memutuskan kembali ke klub pertamanya itu. Keputusan itu, kata Megawati, diambil tanpa kesulitan.
”Saya kembali ke rumah setelah lama merantau. Kebetulan sekarang sedang free jadi akhirnya bisa kembali ke tim yang sama. Mungkin situasinya sedikit berbeda karena pelatih baru, tetapi manajer dan orang-orangnya masih sama. Wajah-wajah lama juga masih ada,” ucap Megawati saat pengenalan tim di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Meski berkali-kali bermain bersama JPE, ada yang kurang dari pengalaman Megawati itu. Pemain asal Jember, Jawa Timur, ini tidak pernah merengkuh gelar juara bersama JPE. Pencapaian terbaiknya adalah runner-up.
Pada musim pertamanya, Megawati harus puas finis di posisi ketiga bersama JPE. Setahun berselang, Megawati punya kesempatan merengkuh gelar pertamanya di Proliga setelah JPE menembus babak final. Namun, JPE takluk dari Jakarta Electric PLN, 3-2. Hal serupa terjadi pada musim 2017 dan 2023.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/03/18/ddc9800c-0abd-4a1c-a9ac-ba330014b0a7.jpg)
Ketika JPE akhirnya keluar sebagai juara pada Proliga 2018, Megawati justru tengah bergabung dengan klub lain, yakni PGN Popsivo Polwan. Alhasil, pemain berusia 26 tahun ini tidak pernah meraih gelar juara selama berseragam JPE. Wajar jika kemudian ambisi itu dibawanya ketika kembali ke klub tersebut.
”Tahun terakhir saya bersama Pertamina sempat finis di posisi runner-up. Tahun ini saya ingin mencetak sejarah dan menjadi juara bersama Pertamina,” ujar Megawati.
Ambisi Megawati itu bersenyawa dengan misi JPE yang ingin mempertahankan gelar juara. Musim lalu, JPE membasuh paceklik gelar selama tujuh tahun dengan menjadi juara. JPE memenangi laga final dengan meyakinkan melawan Jakarta Popsivo Polwan, 3-0 (25-23, 25-22, 25-16).
Chef de Mission (Ketua Kontingen) JPE Werry Prayogi mengatakan, timnya selalu membawa ekspektasi tinggi di setiap musim. Terlebih, JPE punya rekam jejak gemilang di Proliga dengan menjadi juara tiga kali.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/07/ae5f6f7aa52d8b260e8b0bd421463b73-Tim_Jakarta_Pertamina_Enduro_menjelang_keberlangsungan_Proliga_2026.jpg)
Menurut Werry, tidak mudah menyandang status juara bertahan. Sorotan akan lebih banyak ditujukan kepada mereka. Untuk itu, JPE melakukan perombakan tim agar gaya permainan tidak terbaca dan tidak monoton sehingga bisa mempertahankan gelar juara.
”Musim ini kami fokus dalam penguatan komposisi tim, peningkatan kualitas latihan, dan manajemen tim yang lebih matang untuk kembali bersaing di level tertinggi,” ujar Werry.
Adapun Megawati akan menjadi senjata tambahan JPE yang sejak musim lalu mengombinasikan pemain muda dan pemain senior. Dari skuad juara musim lalu, JPE kehilangan Junaida Santi, pemain terbaik Proliga 2025, lantaran cedera. Duet Santi dan Megawati pun urung terwujud.
Padahal, Santi merupakan pemain potensial yang dianggap punya kemampuan menyerang seperti Megawati. Pelatih Bulent Karsiloglu pun mengatakan, kehadiran Santi penting tidak hanya untuk JPE, tetapi juga untuk bola voli Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/11/ebf13c59491fab8feeec29c169547b5a-20250510DRA12.jpg)
”Saya sangat sedih karena, ketika pertama kali datang ke sini, Santi belum bergabung dengan Pertamina. Saya sangat sedih karena bagaimana saya bisa melupakan penampilannya musim lalu? Kita punya karakter,” ujar Karslioglu.
Di sisi lain, Karslioglu menambahkan, tim kepelatihan akan membuat penyesuaian lagi karena ada beberapa pemain baru. Namun, proses itu akan dilakukan bertahap setiap pertandingannya.
Adapun kehadiran Megawati menciptakan imajinasi tim yang bagus menurut Karslioglu. ”Kami merasa sangat beruntung karena Mega bersama kami. Saya sangat senang. Kami punya imajinasi yang sangat baik soal tim. Yang paling penting, kami harus bermain bersama, bermain solid,” ucap Karslioglu.
”Proliga adalah kompetisi yang panjang. Fokus kami adalah menjaga kesiapan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Kami juga ingin para pemain siap menghadapi tekanan bersama, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujarnya menambahkan.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra