Stephen Curry masih menjadi mimpi buruk bagi Victor Wembanyama. Walaupun kalah tinggi dan muda dari Wemby, Curry tetap menjadi pemain paling domian di lapangan.
15 Nov 2025 21:18 WIB · Olahraga
AP
SAN ANTONIO, JUMAT — Center San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, pemain tertinggi di NBA saat ini, kembali menunjukkan betapa kecil pemain lawan saat berhadapan dengannya. Namun, keunggulan fisiknya selalu tidak bekerja di hadapan guard Golden State Warriors, Stephen Curry.
Wemby, panggilannya, nyaris saja menjadi pahlawan kemenangan Spurs atas Warriors dalam pertandingan Piala NBA di Stadion Frost Bank Center, San Antonio, Sabtu (15/11/2025) WIB. Lewat sumbangan 26 poin, 12 rebound, dan 3 blok, dia memperlihatkan dominasi di dua sisi lapangan.
Keunggulan fisik pemain tim nasional Perancis itu begitu nyata. Dengan tinggi 224 sentimeter, dia seperti seorang raksasa di antara para kurcaci. Keunggulan itu tampak jelas di satu menit terakhir laga, forward tim tamu Jimmy Butler yang lebih pendek 26 sentimeter menjadi korban.
Wemby membuat Spurs unggul 108-105 setelah mengalahkan Butler dengan mudah dalam perebutan bola rebound. Beberapa puluh detik berselang, Butler berkesempatan membalikkan keadaan dengan tembakan mudah dari dekat keranjang. Namun, bola itu diblok dengan telak oleh Wemby.
Dominasi Wemby berujung sia-sia. Curry menutup pertandingan dengan dua tembakan bebas sempurna. Warriors membalikkan keunggulan 109-108 di kandang lawan. Curry, yang menghasilkan 49 poin hanya dalam 36 menit, berhasil merampas status pahlawan kemenangan dari genggaman Wemby.
Sebelum tembakan bebas penentu, Wemby berupaya mengusik ketenangan Curry. Dia meminta penonton lebih bersemangat untuk mengganggu konsentrasi pemain bintang lawan. Curry melihat tindakan Wemby, tetapi tidak terprovokasi. ”Saya ikut terlibat (dalam perang psikologis itu),” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/15/f16990ab8da97e18e8800adee90d303a-Golden_State_Warriors_v_San_Antonio_Spurs_4_.jpeg)
”Kemenangan ini terasa menyenangkan. Mereka memiliki tim yang hebat, jadi untuk bisa ke sini dan menang berturut-turut adalah pencapaian besar. Kami melakukan itu bersama-sama. Saya tahu poin (saya) terlihat hebat, tetapi kami memenangi itu bersama-sama,” lanjut Curry.
Curry, 37 tahun, mengambil panggung Wemby (21) dua kali dalam rentang tiga hari. Dua hari sebelumnya, di stadion yang sama, Warriors juga berhasil menang atas Spurs 125-120. Curry mencetak 46 poin di laga itu saat Wemby memimpin tuan rumah lewat sumbangan 30 poin, 15 rebound, dan 10 asis.
Adapun lewat dua laga di kandang Spurs, Curry berhasil menyamai rekor pebasket legendaris Michael Jordan. Mereka sama-sama berhasil mencetak lebih dari 40 poin saat sudah berusia kepala tiga sebanyak 44 kali. Tidak ada pemain lain yang pernah mencatat lebih dari 31 kali.
Wemby boleh saja unggul tinggi. Namun, semua itu percuma jika Curry sedang ”wangi” dari garis tiga angka. Seperti di laga tadi, Curry memasukkan sembilan kali tembakan tiga angka. Jumlah poin dari aspek itu saja, 27 poin, sudah melebihi seluruh catatan Wemby di sepanjang pertandingan.
”Chef Curry”, julukannya, bahkan sempat memasukkan tembakan tiga angka di depan wajah Wemby pada paruh pertama. Guard 188 sentimeter itu mengakali kalah tinggi dengan bergerak mundur lebih dulu dan menambah tinggi sudut tembakan. Bola meluncur mulus ke keranjang Spurs.
Sebelumnya, pertarungan panas antara Wemby versus Curry sudah pernah terjadi di final Olimpiade Paris 2024. Wemby yang membela tuan rumah Perancis harus bertekuk lutut dari tim nasional Amerika Serikat. Di laga itu, Curry menampilkan salah satu performa terbaik sepanjang kariernya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/15/fceb0408163c38cdfdaf952520cf49ab-Warriors_Spurs_Basketball.jpeg)
Menurut Wemby, kekalahan Spurs terjadi bukan karena guard De'Aaron Fox gagal mengeksekusi tembakan terakhir, melainkan karena tidak mampu meredam Curry. ”Kami kurang disruptif. Kami membiarkan Curry mencetak 16 dari 26 tembakan, termasuk 7 dari 16 kali tiga angka. Itu sangat banyak,” ujarnya dengan nada kecewa.
Curry memang tidak muda lagi. Namun, kemampuannya masih berada di level tertinggi. Dia masih mampu menghasilkan rerata 29,1 poin pada musim ini, berada di peringkat keenam pemain paling produktif di NBA. Dia juga memimpin daftar pencetak tiga angka terbanyak di liga, rerata 4,5 kali.
Dari sisi taktik, Wemby memang lebih dirugikan saat berhadapan dengan Curry. ”Si Jangkung” tidak bisa mengandalkan kelebihannya untuk menjaga area keranjang. Curry membuat Wemby dan rekan-rekan tidak nyaman dengan tembakan jauh. Itu memaksa Wemby sering keluar dari zona nyaman.
Meskipun kalah dua kali beruntun, Spurs masih unggul atas Warriors di klasemen Wilayah Barat. Wemby dan rekan-rekan menempati peringkat ke-6 (8 menang-4 kalah), sementara Warriors di peringkat ke-8 (8-6). (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto