Saat kekalahan di depan mata dan peluang juara menipis, Megawati Hangestri ”memperpanjang nyawa” Red Sparks. Asa juara kembali menyala.
04 Apr 2025 21:14 WIB · Olahraga
DAEJEON, JUMAT — Kalah pada dua laga perdana dan tertinggal dua set pada pertandingan ketiga, Megawati Hangestri Pertiwi dan Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks enggan menyerah. Megawati Hangestri sukses ”memperpanjang nyawa” tim dengan penampilan impresif sekaligus menghidupkan lagi asa juara.
Seperti saat meraih tiket ke babak final pada laga playoff akhir Maret lalu, Megawati Hangestri melakukan sujud syukur di lapangan. Pukulan keras pemain yang dijuluki ”Megatron” oleh para penggemar itu berbuah poin sekaligus memastikan kemenangan Red Sparks atas Heungkuk Life Insurance Pink Spiders, Jumat (4/4/2025).
Megawati menunjukkan rasa syukurnya atas kemenangan 3-2 (21-25, 34-36, 25-22, 25-19, 15-11) pada laga ketiga babak final Liga Bola Voli Korea Selatan 2024-2025 itu. Wajar, kemenangan di Gimnasium Chungmu, Daejeon, tersebut membuat skor sementara babak final menjadi 2-1 untuk keunggulan Pink Spiders.
Dengan format best of five pada babak final, tim yang keluar sebagai juara adalah tim yang pertama kali memenangi tiga pertandingan dari total lima pertandingan. Pink Spiders sudah memiliki modal dua kemenangan pada dua pertandingan perdana. Mereka hanya butuh satu kemenangan lagi untuk meraih trofi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/04/17604b69e72e8b5d85ab0d915590f89f-media_image_62348_25__2_22.png)
Namun, Red Sparks menjegal upaya Pink Spiders untuk meraih gelar juara dengan memenangi tiga laga beruntun. Megawati Hangestri memperpanjang nyawa Red Sparks pada babak final dan membuat asa merebut gelar juara itu kembali menyala.
Maka, Megawati dan rekan setim merayakan kemenangan atas Pink Spiders pada laga tersebut seolah-olah mereka telah meraih gelar juara. Hal itu menunjukkan bagaimana kemenangan tersebut begitu berarti bagi Red Sparks.
Apalagi, berbeda dengan laga kedua ketika Red Sparks memimpin lebih dulu sebelum keadaan berbalik, kali ini tuan rumah justru kesulitan merebut dua set pertama. Dalam pertarungan yang sengit, Red Sparks harus mengakui keunggulan Pink Spiders.
Megawati dan kawan-kawan di ambang kekalahan. Jika kalah lagi, pupus sudah harapan untuk meraih gelar juara untuk pertama kalinya dalam 13 tahun.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/03/ea0cb9b03e3a1dc28aa569017a849e9c-media_image_62348_21__1_9.png)
Namun, pada set ketiga, Red Sparks berhasil bangkit dan membalikkan keadaan. Megawati, yang jadi tumpuan tim, bermain lebih tenang. Bersama rekan setim sesama pemain asing, Vanja Bukilic, Megawati berbagi beban dan peran untuk melancarkan serangan.
Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, menerapkan berbagai variasi serangan, termasuk mencoba penempatan berbeda Bukilic. Itu membuat serangan-serangan Red Sparks sulit diantisipasi lawan.
Adapun Megawati tampil impresif, menunjukkan seni ”memperpanjang nyawa” ketika harapan juara berada di ujung tanduk. Pemain asal Jember, Jawa Timur, ini mencetak hingga 40 poin. Jumlah poin Megawati ini menjadikannya top scorer pertandingan tersebut.
Dengan 40 poin, Megawati mendekati rekor skor pribadinya selama dua musim di ”Negeri Ginseng”. Catatan terbaik Megawati ialah 44 poin ketika mengalahkan Altos IBK pada Januari lalu.
Tak hanya jumlah poin yang besar, efektivitas serangan Megawati pun tinggi. Dari 81 percobaan serangan, sebanyak 38 di antaranya menghasilkan poin. Artinya, Megawati mencatatkan tingkat kesuksesan sebesar 46,91 persen. Dua poin Megawati lainya berasal dari keberhasilan mengeblok bola.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/03/e8915950b22437ab760ad6279de92359-media_image_62348_119__2_23.png)
Bukilic tak kalah gemilang dengan membuntuti Megawati pada posisi kedua pencetak poin terbanyak dalam laga tersebut. Tingkat kesuksesan serangannya pun mencapai 40,63 persen.
Dalam laga yang berlangsung selama 2 jam 34 menit ini, Red Sparks dominan baik dari aspek serangan maupun penerimaan bola. Tingkat serangan Red Sparks menyentuh 43,17 persen dan penerimaan bola 29,91 persen. Mereka unggul dari Pink Spiders dengan efektivitas serangan 40,7 persen dan penerimaan bola 20,72 persen.
Dengan kemenangan ini, Megawati dan kawan-kawan menghidupkan kembali peluang meraih gelar juara. Mereka harus kembali meraih kemenangan pada laga keempat yang akan digelar di kandang pada Minggu (6/4/2025). Kemenangan akan memaksa babak final digelar hingga lima pertandingan.
Sebelum pertandingan, Ko Hee-jin menepis segala tekanan dan beban yang ditanggung timnya karena kalah dalam dua laga beruntun. Kemenangan atas Pink Spiders mewujudkan optimisme Ko Hee-jin yang yakin anak-anak asuhannya mampu mengatasi hasil negatif pada dua laga perdana.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/30/a06a01a1e9aca6764f2fe8b2b6c0ee3e-media_image_61811_88_90_54.png)
Sementara itu, kekalahan membuat Pink Spiders dibayangi kenangan buruk pada babak final dua musim lalu. Saat itu, Pink Spiders memenangi dua pertandingan pertama melawan Gimcheon Korea Expressway Corporation Hi-pass. Namun, pada laga ketiga hingga kelima, mereka kalah.
”Kami unggul 2-0. Itu situasi yang menguntungkan. Sayang sekali kami tidak menang. Ada saat-saat ketika kami tidak menangani situasi dengan baik. Saya pikir kami perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan keempat,” ujar pelatih Pink Spiders, Marcello Abondanz, dikutip dari media Korea, MK Sports.
”Ada yang salah sejak set kedua. Kami tidak menunjukkan permainan bola voli yang bagus. Kami seharusnya berusaha lebih keras saat unggul 2-0, tetapi sebaliknya, konsentrasi kami menurun. Pertandingan babak final adalah pertandingan yang ingin dimenangkan oleh tim mana pun. Kami kehilangan banyak hal. Sayang sekali,” tuturnya lagi.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul