Senyum Politis Trump dan Mamdani

Hubungan yang diawali dengan perseteruan, bahkan sampai saling melontarkan sebutan ”fasis” dan ”komunis”, hari itu berubah menjadi hangat dan bersahabat.

22 Nov 2025 09:25 WIB · Internasional

AFP/Getty Images/Andrew Harnik

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Menarik melihat pertemuan pertama Presiden Donald Trump dan Wali Kota New York Zohran Mamdani di Ruang Oval, Gedung Putih, Amerika Serikat, Jumat (21/11/2025). Hubungan yang diawali dengan perseteruan, bahkan sampai saling melontarkan sebutan ”fasis” dan ”komunis”, hari itu berubah menjadi hangat dan bersahabat layaknya dua sahabat lama.

Puluhan jurnalis yang sebelumnya diberi kesempatan mengadakan sesi tanya jawab segera mengajukan pertanyaan. Posisinya seperti biasa, Trump duduk di depan meja dan tamunya yang hari itu Mamdani berdiri di sebelah kanannya. Senyum keduanya selalu terlihat dalam pertemuan itu. 

comparison left
comparison right
before-after-arrow

Sesekali Trump menyela Mamdani yang sedang menjawab pertanyaan jurnalis sambil menepuk lengan Mamdani. Keduanya terlihat saling memperhatikan saat salah satu dari mereka sedang berbicara. Trump mendongak ke kanan, sedangkan Mamdani menunduk ke kiri. Pertemuan itu jauh dari yang dibayangkan banyak orang, berlangsung panas dan keras mengingat perseteruan mereka berdua sebelumnya.

Berbeda dengan pertemuan agresif yang dilakukan Trump dengan beberapa pemimpin asing di tempat yang sama, kali ini Presiden tampak tenang, mendukung, dan bahkan antusias terhadap Mamdani saat keduanya muncul di depan kamera. 

Wartawan menggunakan ponsel mereka untuk mendengarkan siaran langsung pertemuan Presiden Donald Trump dengan Wali Kota New York Zohran Madani di luar sayap barat Gedung Putih, Jumat (21/11/2025).
Konferensi pers Presiden Donald Trump dan Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani, di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Jumat (21/11/2025). Trump mengucapkan selamat kepada Mamdani atas kemenangan pemilihannya ketika dua lawan politik bertemu untuk membahas kebijakan kota New York, termasuk keterjangkauan, keamanan publik, dan penegakan imigrasi.
Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani, di Ruang Oval, Gedung Putih, Jumat (21/11/2025).
Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani, di Ruang Oval, Gedung Putih, Jumat (21/11/2025).

Mereka menunjukkan bahasa tubuh yang ramah. Trump menjabat tangan Mamdani beberapa kali, menepuknya dengan tangan lainnya, dan di waktu lain menyentuh atau meninju lengannya dengan bercanda, hampir seperti seorang ayah, saat mereka menjawab pertanyaan dari pers bersama-sama.

Trump, yang tampak seperti negarawan senior, duduk di mejanya. Sementara itu, Mamdani, si pendatang baru yang lebih muda, berdiri di sampingnya, tangannya tergenggam. Trump mengenakan dasi merah lebar, sementara Mamdani mengenakan dasi biru yang lebih sempit, kedua warna tersebut sesuai dengan afiliasi partai politik mereka masing-masing.

Presiden Donald Trump memperhatikan Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani, saat berbicara di Ruang Oval, Gedung Putih, Jumat (21/11/2025).
Presiden Donald Trump dan Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani, di Ruang Oval, Gedung Putih, Jumat (21/11/2025).
Presiden Donald Trump menepuk lengan Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani, di Ruang Oval, Gedung Putih, Jumat (21/11/2025).
Presiden Donald Trump mendengarkan Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani, saat berbicara di Ruang Oval, Gedung Putih, Jumat (21/11/2025).
Wali Kota New York Zohran Mamdani memperhatikan Presiden Donald Trump yang menjawab pertanyaan jurnalis di Ruang Oval, Gedung Putih, Jumat (21/11/2025).

Walaupun awalnya keduanya saling memanggil satu sama lain sebagai ”fasis” dan ”komunis”, ketika Presiden Donald Trump dan Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani, menghadapi wartawan di Ruang Oval, mereka hanyalah dua politisi New York yang penuh senyum. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan