Serangan Israel Targetkan Siaran Langsung dari Rumah Sakit

Jurnalis kembali menjadi sasaran serangan Israel.

26 Agt 2025 09:31 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Sebuah siaran video langsung dari Rumah Sakit Nasser di Khan, Gaza, Senin (25/8/2025), tiba-tiba berhenti, bersamaan dengan ledakan akibat rudal yang menghantam RS tersebut. Wartawan yang merekam video langsung tersebut tewas dalam serangan pertama, kata Reuters, mengutip pejabat rumah sakit.

Video yang diperoleh Associted Press menunjukkan orang-orang  yang panik menaiki tangga luar rumah sakit tepat setelah serangan pertama dan sesaat kemudian terdengar ledakan dahsyat dari serangan rudal kedua. Sebanyak 20 orang tewas, menurut Zaher al-Waheidi, kepala departemen catatan Kementerian Kesehatan Gaza.

Seorang jurnalis memegang kamera berlumuran darah milik jurnalis foto Palestina Mariam Dagga. Dagga adalah seorang jurnalis yang bekerja lepas untuk AP sejak awal perang, Ia tewas dalam serangan Israel di rumah sakit Nasser di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, dan dimakamkan Senin (25/8/2025).

Dari 20 korban, sebanyak 5 korban di antaranya jurnalis. Mereka adalah Hossam al-Masri (Reuters), Mohammed Salama (Al Jazeera), Mariam Abu Daqqa (Associated Press), Moaz Abu Taha (NBC Network), dan Ahmed Abu Aziz (Quds Network). Sisanya adalah pekerja kesehatan dan warga sipil.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan serangan itu adalah kecelakaan tragis dan militer sedang menyelidikinya. ”Israel menghargai pekerjaan jurnalis, staf medis, dan seluruh warga sipil,” kata kantornya dalam sebuah pernyataan. Dalam pernyataan yang lain, militer menyatakan bahwa mereka menyesalkan segala bentuk kerugian yang dialami individu yang tidak terlibat dan tidak menargetkan jurnalis sebagai pihak yang dirugikan.

Media Israel melaporkan bahwa pasukan Israel menembakkan dua peluru artileri ke rumah sakit tersebut, yang menargetkan kamera pengintai Hamas di atap.

Dalam foto yang diperoleh dari keluarga Dagga, terlihat Riyad Dagga, dikelilingi oleh kerabat dan teman-teman, berdoa di atas tubuh putrinya, jurnalis lepas Mariam Dagga, sesaat sebelum pemakaman, Senin (25/8/2025).

Daqqa menjalani apa yang ia liput

Salah satu jurnalis yang tewas adalah Mariam Abu Daqqa, jurnalis perempuan berusia 33 tahun, yang bekerja untuk Associated Press dan media berita lainnya selama perang Gaza. Daqqa secara rutin meliput berbagai media dari rumah sakit, termasuk berita terbaru untuk AP tentang para dokter yang berjuang menyelamatkan anak-anak dari kelaparan. 

Ketika jurnalis meliput bencana kelaparan di Gaza, mereka juga menghadapi kesulitan yang sama untuk mencari makanan, baik untuk diri mereka sendiri maupun keluarga mereka. Mereka menjalani dan merasakan sendiri apa yang mereka liput. Putra Daqqa yang berusia 13 tahun dievakuasi dari Gaza pada awal perang dan ia sendiri telah mengungsi beberapa kali.

Salah satu foto liputan Mariam Abu Daqqa. Islam Qudeih menunjukkan putrinya yang kekurangan gizi parah, Shamm, kepada wartawan di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Sabtu (9/8/2025).
Salah satu foto yang abadikan Mariam Dagga. Penduduk Palestina berduka atas jasad Karim Qdeih, seorang bocah berusia 13 tahun, yang terbunuh dalam serangan Israel Sabtu (23/8/2025) di luar Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza selatan.
Salah satu foto liputan Mariam Dagga. Asap mengepul ke udara setelah serangan udara tentara Israel di Khan Younis, di Jalur Gaza, Senin (18/8/2025).
Salah satu foto liputan Dagga.  Abu Halib menunjukkan kepada wartawan sebuah foto bayinya yang berusia 5 bulan, Zainab, yang meninggal karena kekurangan gizi di luar Rumah Sakit Nasser, di Khan Younis, Jalur Gaza, Sabtu (26/7/2025).
Salah satu foto liputan Dagga.  Warga Palestina menaiki truk yang sarat dengan makanan dan bantuan kemanusiaan di sepanjang koridor Morag dekat Rafah, di Jalur Gaza selatan, Senin (4/8/2025).
Salah satu foto liputan Dagga.  Palestina nekat naik ke konvoi truk pembawa bantuan kemanusiaan yang berjalan di sepanjang koridor Morag dekat Rafah, di Jalur Gaza selatan, Senin (4/8/2025).

Daqqa sering kali bermarkas di Nasser dan ia baru saja meliput perjuangan rumah sakit tersebut untuk menyelamatkan anak-anak dari kelaparan. Ia berhasil merekam dan menyiarkan rangkaian foto yang memilukan dari daerah itu. Independent Arabia, versi bahasa Arab dari koran Inggris, Independent, mengatakan Daqqa juga bekerja sama dengan organisasi tersebut.

Selama menjadi pekerja lepas di AP, foto-foto yang diabadikan Daqqa telah membuka mata dunia. Foto perjuangan warga Palestina yang berebut bantuan di atas truk menjadi bukti penderitaan Gaza. Juga potret seorang bocah kurus kering penderita malanutrisi digendongan ibunya. Selain itu, foto pemboman militer Israel di Gaza juga menjadi bukti risiko kematian warga di sana.

Salah satu foto liputan Daqqa. Penduduk Palestina memeriksa lokasi yang terkena pengeboman Israel di Muwasi, Khan Younis, Jalur Gaza, Senin (28/7/2025).
Salah satu foto liputan Dagga. Penduduk Palestina berebut naik truk yang sarat dengan makanan dan bantuan kemanusiaan di sepanjang koridor Morag dekat Rafah, di Jalur Gaza selatan,  Senin (4/8/2025).
Salah satu foto liputan Dagga.  Warga Palestina nekat mencegat truk berisi bantuan kemanusiaan di sepanjang koridor Morag dekat Rafah, di Jalur Gaza selatan, Senin (4/8/2025).
Salah satu foto liputan Dagga.  Anak-anak dan para pria dewasa berebut bantuan dari atas konvoi truk yang berjalan di sepanjang koridor Morag dekat Rafah, di Jalur Gaza selatan, Senin (4/8/2025).
Salah satu foto liputan Dagga. Penduduk Palestina membawa korban serangan Israel yang menyasar pencari bantuan makanan ke rumah sakit di Khan, Kamis (24/7/2025).

Ia kerap membagikan unggahan Facebook yang pendek dan muram, merenungkan kehidupannya di Gaza. Dalam salah satu unggahan terakhirnya, pada hari Minggu, ia menulis: ”Ketika kau melihat tanah menutupi hal paling berharga yang kau miliki, barulah kau akan menyadari betapa remehnya hidup ini.” (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan