Mengenang penembakan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di atas panggung kampanye di Butler, Pennsylvania, 13 Juli 2024.
14 Jul 2025 12:17 WIB · Internasional
Setahun berlalu, sebuah foto karya pewarta foto kantor berita Associated Press, Evan Vucci, yang mengabadikan beberapa detik setelah calon presiden Amerika Serikat waktu itu, Donald Trump, ditembak masih sangat melekat dalam ingatan.
Trump dengan dua lelehan darah di pipi kanan yang membentuk garis sampai mulutnya terlihat mengepalkan tangan dalam pengawalan ketat Agen Dinas Rahasia AS yang berusaha melindungi dan bermaksud membawanya turun dari panggung kampanye, sesaat setelah sebuah peluru mengenai telinganya. Kibaran bendera nasional AS yang berada berada di pojok kanan foto itu memberi pesan dan kesan kuat dalam frame itu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/23/8da4171e-908f-4a1e-bb7c-6c3230279386_jpg.jpg)
Dalam frame yang lain, tampak Trump masih berada di panggung kampanye tetapi tidak lagi terlihat, tertutup rapat personel keamanan. Seorang tentara berpakaian serba hitam dengan senjata laras panjang berdiri tepat di depan mimbar, melindungi Trump.
Foto terakhir dari detik-detik penembakan yang juga susah dilupakan adalah saat Trump berdiri di pintu mobil, mengepalkan tangan di antara pengawalan banyak penjaga bersenjata lengkap. Dalam kerumunan, hanya terlihat Trump dari samping, darah di telinganya masih terlihat.
Peristiwa tanggal 13 Juli 2024 pukul 18.08 waktu setempat itu terjadi di sebuah kampanye di Butler, Pennsylvania, tepat setahun lalu. Mantan Presiden AS Donald Trump saat itu kembali mencalonkan diri sebagai presiden AS dari Partai Republik.
Dari video yang beredar, Trump yang mengenakan jas berwarna biru tua dan kemeja putih serta mengenakan topi Make America Great Again (MAGA) sedang berpidato di hadapan ratusan pendukungnya, saat tiba-tiba terdengar rentetan empat kali suara tembakan yang membuat panik suasana.
Trump terlihat kaget, menghentikan pidato sambil meringis memegang telinganya. Pasukan Pengamanan Presiden AS berlarian mendekatinya dan mengelilingi Trump berbarengan dengan dua suara tembakan berikutnya. Jerit kepanikan juga terdengar dari kerumunan pendukungnya yang berebutan meninggalkan lokasi kampanye.
Sehari setelah penembakan, Biro Investigasi Federal AS (FBI) menyebutkan bahwa seorang penembak jitu dengan senapan AR-15 bernama Thomas Matthew Crooks yang berusaia 20 tahun sebagai pelaku penembakan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/15/272c6186-f32e-46f2-9cf6-99565edf3a2c_jpg.jpg)
Crooks sendiri langsung dilumpuhkan hingga tewas oleh Pasukan Pengamanan Presiden AS setelah melakukan aksinya. Seorang pengunjung kampanye Trump tewas dan dua orang lainnya terluka dalam kejadian ini.
Presiden Donald Trump memperingati satu tahun percobaan pembunuhan yang gagal terhadap dirinya dengan menyaksikan final Piala Dunia Antar Klub FIFA antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife. Dalam pernyataannya yang dirilis Minggu (13/7/2025) malam, setibanya di Washington, Trump mengatakan, ”Saya tetap yakin bahwa hanya Tuhan yang menyelamatkan saya hari itu untuk tujuan yang mulia: memulihkan kejayaan Republik kita tercinta dan menyelamatkan bangsa kita dari mereka yang ingin menghancurkannya.”
Ia juga memuji tindakan para dokter, petugas tanggap darurat, dan peserta demonstrasi saat itu yang saling menjaga keselamatan dengan mengatakan, ”Pria dan wanita ini tiba di lokasi demonstrasi sebagai warga Amerika biasa, tetapi pulang sebagai pahlawan.”
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan