Perekrutan Andrea Berta menandakan Arsenal berambisi untuk juara secepat-cepatnya. ”Si Meriam” enggan terjebak stagnasi. Banyak pekerjaan yang menanti Berta.
31 Mar 2025 07:34 WIB · Olahraga
Tidak percuma Arsenal bertualang mencari direktur olahraga baru selama sekitar lima bulan terakhir. Mereka berhasil mendapatkan salah satu sosok nama besar di dunia manajemen klub, yaitu Andrea Berta. Pria 53 tahun asal Italia itu memiliki riwayat karier cemerlang dalam membangun tim juara.
Arsenal resmi mengumumkan pengganti Edu Gaspar pada Minggu (30/3/2025) malam WIB. Berta, mantan direktur teknis dan olahraga Atletico Madrid (2013-2025), dipilih setelah proses seleksi panjang. ”Saya sangat bahagia bisa bergabung dengan Arsenal di masa yang sangat menggembirakan bagi klub ini,” kata Berta kepada Arsenal.com.
”Saya telah mengamati bagaimana Arsenal berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Saya mengagumi kerja keras yang dilakukan untuk membangun kembali klub sebagai kekuatan utama di Eropa dengan penggemar yang bersemangat di seluruh dunia. Saya ingin memainkan peran untuk menciptakan kesuksesan pada masa depan,” tuturnya melanjutkan.
Kursi direktur olahraga ”Si Meriam” sempat kosong sejak awal November 2024 setelah Gaspar mengundurkan diri. Proses seleksi cukup berlarut-larut. Mereka sampai melewati satu jendela transfer, di musim dingin, tanpa direktur olahraga. Hal itu berujung dengan kegagalan mendatangkan satu pemain pun di bursa Januari.
Proses panjang itu bisa termaafkan dengan kedatangan Berta. Seperti diketahui, dia merupakan salah satu fondasi utama kesuksesan Atletico selama lebih dari satu dekade terakhir. Di eranya, Atletico sukses menjuarai Liga Spanyol musim 2013-2014 dan 2020-2021 dan Liga Europa 2018, serta lolos dua kali ke final Liga Champions.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/31/1fdb0319bad8a1a668d629cadb8629a3-IMG_3547_zx2sdfb3.jpg)
Prestasi tersebut sangat cemerlang sebab Atletico harus bersaing dengan dua raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid. Adapun proses seleksi turut melibatkan nama-nama besar lain, seperti Roberto Olabe yang menjabat direktur olahraga Real Sociedad dan Tomas Rosicky yang merupakan mantan pemain Arsenal.
”Semua yang paham tentang sepak bola pasti mengetahui bahwa Andrea adalah sosok yang impresif. Dia memiliki pengetahuan yang luas tentang permainan ini, rekam jejak hebat, jaringan yang kuat, dan hasrat untuk membangun tim juara. Andrea akan menjadi tambahan berarti untuk klub kami,” ujar Direktur Arsenal Josh Kroenke.
Tugas utama direktur olahraga selalu berkaitan dengan pembelian pemain. Aspek itu adalah salah satu keunggulan Berta. Dia bisa melihat pemain potensial dan melakukan negosiasi dengan baik. Beberapa nama yang menjadi sorotan dalam portofolionya, antara lain Antoine Griezmann, Diogo Jota, Jan Oblak, Matheus Cunha, dan Rodri.
Strategi bisnis terbaik diperlihatkan dalam transaksi Griezmann. Atletico mendatangkan Griezmann dari Real Sociedad dengan mahar 30 juta euro pada 2014, lalu dijual ke Barcelona sebesar 120 juta euro pada 2019. Atetico, setelah meminjam Griezmann dua musim, membeli kembali sang pemain seharga 22 juta euro pada 2023.
Seperti kata Manajer Mikel Arteta, Arsenal sudah berada dalam level ke-empat dari lima fase untuk menjadi tim sukses. Gaspar bekerja dengan baik selama 2019-2024 dengan mengembalikan level Arsenal dari tim medioker ke papan atas. Program pembelian bintang muda berhasil, tetapi mereka belum mampu juara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/05/cc431fa4-4f82-4e37-95fa-f33aab05eefc_jpg.jpg)
Tugas Berta mungkin tidak lebih kompleks jika dibandingkan Gaspar yang memulai proyek dari nol, tetapi jauh lebih sulit. Dia mesti menemukan kepingan yang hilang untuk mengubah Arsenal dari penantang gelar jadi juara. Pembelian pemain harus tepat dan bisa memberikan nilai tambah ke dalam tim yang sudah matang.
Menurut The Athletic, prioritas utama sang direktur olahraga baru adalah mencari penyerang tengah kelas dunia pada musim panas. Posisi itu selalu menjadi lubang terbesar Arsenal di bawah kepemimpinan Arteta. Striker utama Si Meriam saat ini adalah Kai Havertz, pemain yang didatangkan untuk mengisi posisi gelandang.
Berta dikenal sebagai sosok yang tidak takut mengeluarkan uang besar, selama logis dari sisi finansial klub dan kualitas pemain. Buktinya musim panas lalu, Atletico mendatangkan penyerang tim nasional Argentina Julian Alvarez seharga 75 juta euro. Alvarez langsung memberikan pengaruh besar pada musim pertamanya.
Prioritas selanjutnya mengisi kekosongan di posisi gelandang jangkar. Kontrak Jorginho dan Thomas Partey akan habis pada musim panas. Tidak ada tanda-tanda perpanjangan kontrak sampai saat ini. Artinya, Arsenal berpotensi kehilangan pemain inti sekaligus pelapis di posisi tersebut.
Tugas lain Berta yang juga tidak kalah penting adalah mendatangkan kiper dan sayap baru. Dua pemain pinjaman, Neto (kiper) dan Raheem Sterling (sayap), akan kembali ke klub asal pada musim panas. Khusus sayap, Arsenal membutuhkan pemain berkelas yang bisa memicu kompetisi dengan Gabriel Martinelli.
Prioritas terakhir, Berta perlu memperpanjang kontrak para pemain bintang yang tinggal tersisa dua tahun, yaitu Bukayo Saka, Gabriel Magalhaes, dan William Saliba. Mereka tentu tidak mau bernasib seperti Liverpool yang dikabarkan akan kehilangan pemain kelas dunia, seperti Trent-Alexander Arnold, dengan gratis pada musim panas.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/08/19/b66e23c6-a388-4cce-ae5f-4ed7716bdea0_jpg.jpg)
Berta tentu bukan sosok sempurna. Dia juga pernah membuat kesalahan besar dalam transfer pemain. Salah satunya ketika Atletico mendatangkan Joao Felix dengan nilai 127 juta euro. Sang pemain tidak berkembang sesuai harapan dan akhirnya dijual dengan harga tidak lebih dari setengah saat pembelian.
Meskipun begitu, Arsenal tidak punya pilihan selain mengambil risiko itu. Mereka akan menjauhi kesuksesan dan terjebak dalam stagnasi jika bermain aman. Kesabaran para pendukung sudah tidak terlalu banyak untuk Arteta. Sang manajer berada dalam musim penuh kelima dan belum mampu menggapai target untuk juara Liga Inggris.
Terlepas dari semua tugas yang sudah menanti, Berta perlu terlebih dahulu menyatukan isi kepala dengan Arteta. Sebab, komunikasi merupakan kunci keberhasilan Arteta dan Gaspar dalam membangun fondasi awal proyek jangka panjang Arsenal. Sekarang giliran Arteta dan Berta menyelesaikan proyek itu. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra