Saka Kembali ke Rumput, Efek Domino Menanti Arsenal

Kembalinya Bukayo Saka akan memengaruhi banyak hal di Arsenal. Mulai dari potensi penurunan menit Nwaneri dan Timber hingga kemunculan kembali trio di sisi kanan.

28 Mar 2025 07:08 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Setelah melewatkan waktu selama tiga bulan lebih di meja operasi dan ruang perawatan, penyerang sayap Arsenal, Bukayo Saka, telah kembali latihan bersama tim utama. Itu menandakan, dia akan segera mengambil bagian dalam perjalanan akhir ”Si Meriam” pada musim ini.

Saka mengunggah foto dengan jersei latihan lengkap berlatar lapangan rumput di akun Instagram miliknya, Kamis (27/3/2025) malam WIB. Pemain tim nasional Inggris itu tersenyum lebar sambil mengacungkan jempol. ”Hello again,” tulisnya dalam takarir.

Sudah sejak 21 Desember 2024 Saka cedera. Tepatnya dalam laga versus Crystal Palace. Cedera otot paha diperkirakan hanya berlangsung beberapa minggu, tetapi berubah menjadi tiga bulan akibat keharusan operasi. Penantian panjang Arsenal berakhir tepat setelah jeda internasional.

Manusia yang paling bahagia mendengar kabar itu adalah Manajer Mikel Arteta. Sangat wajar, sejak Arteta ditunjuk menukangi Arsenal pada 20 Desember 2019, tidak ada pemain yang lebih berpengaruh daripada Saka. Baik dari jumlah penampilan, gol, asis, maupun kreasi peluang.

Kehilangan Saka paling terasa pada musim ini. Sang pemain 23 tahun sedang berada dalam performa terbaik. Dia sudah menghasilkan 9 gol dan 13 asis di seluruh kompetisi dalam 24 penampilan. Bayangkan, Saka masih memimpin daftar total gol dan asis di Arsenal walaupun sudah absen sejak Desember.

Arsenal's Bukayo Saka challenges for the ball with Everton's Vitaliy Mykolenko, bottom, during the English Premier League soccer match between Arsenal and Everton at Emirates Stadium in London, Saturday, Dec. 14, 2024. (AP Photo/Kin Cheung)

”Cabai Kecil”, julukan Saka, begitu berpengaruh. Jika dibandingkan dengan seluruh pemain Liga Inggris, kontribusinya dalam gol tidak kalah istimewa. Hanya penyerang Liverpool, Mohamed Salah (1,32), yang terlibat jumlah gol lebih banyak per 90 menit dibandingkan Saka (1,08) pada musim ini.

Kembalinya Saka sangat pas. Dia datang saat Arsenal memasuki fase paling krusial pada musim ini. Mereka akan bertarung dalam sembilan laga terakhir Liga Inggris dan perempat final Liga Champions versus Real Madrid. Kesuksesan musim Arsenal berada di pinggir jurang.

Pertanyaan pertama, kapan Saka akan kembali berlaga? Tanda tanya itu belum bisa dijawab, bahkan oleh Arteta. Saka masih harus mengembalikan ketajaman setelah absen cukup lama. Tim pelatih juga enggan mengambil risiko terhadap kemunculan cedera susulan.

Quote

Ketika Anda menaruh mereka bersama di ruang yang tepat, semua akan berkembang. Itu soal chemistry di dalam dan luar lapangan.

Belajar dari kasus penyerang Gabriel Martinelli yang juga mengalami cedera otot paha, butuh dua laga sebagai pemain pengganti sebelum tampil sejak menit awal. Bedanya, cedera Martinelli hanya sekitar sebulan. Saka pun kemungkinan membutuhkan waktu adaptasi sedikit lebih lama.

Arsenal akan menghadapi lima laga dari 1 April hingga 17 April, termasuk laga kandang dan tandang versus Madrid. Jika tidak ada kendala lanjutan, Saka seharusnya sudah bisa tampil penuh saat ”Si Meriam” berkunjung ke markas Madrid pada Kamis (17/4/2025) dini hari WIB.

Trio sisi kanan

Setelah Arteta, sosok yang paling merindukan Saka adalah kapten tim Martin Odegaard. Sang gelandang kreatif banyak dikritik belakangan ini karena tampil inkonsisten. Padahal, penurunan itu tidak terhindarkan mengingat Odegaard dan Saka seperti punya sistem bermain sendiri di sisi kanan.

Arteta mengatakan, performa Arsenal menurun drastis saat salah satu dari mereka absen. Mereka saling membutuhkan, tidak optimal jika sendirian. ”Ketika Anda menaruh mereka bersama di ruang yang tepat, semua akan berkembang. Itu soal chemistry di dalam dan luar lapangan,” ujarnya.

Arsenal's Norwegian midfielder #08 Martin Odegaard reacts after the English Premier League football match between Arsenal and West Ham United at the Emirates Stadium in London on February 22, 2025. West Ham won the match 1-0. (Photo by JUSTIN TALLIS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Angka tidak bohong. Lihat saja data Sky Sports sejak Liga Inggris 2021-2022 hingga saat ini. Tidak ada pemain yang bisa menyajikan peluang untuk Saka lebih banyak dibandingkan Odegaard (46 kali). Sebaliknya, Saka menyuplai peluang terbanyak untuk Odegaard (74 kali).

Simbiosis mutualisme itu tecermin sampai ke hasil klub. Ketika Odegaard dan Saka bermain bersama musim ini, Arsenal belum terkalahkan (8 menang, 4 seri) dengan mencetak rerata 2,5 gol. Hasil menurun drastis (18 menang, 9 seri, 6 kalah) dan rerata 1,8 gol saat salah satu atau kedua pemain absen.

Salah satu pemain yang tidak kalah penting dalam sistem di sisi kanan itu adalah bek sayap Ben White. Mereka sering menciptakan ”segitiga” yang sulit dibaca lawan. Trio itu begitu diandalkan Arsenal pada musim lalu, tetapi tidak terwujud musim ini karena masing-masing mengalami cedera panjang.

White pernah berkata, seperti punya ikatan batin dengan Saka. ”Dia membuat segalanya menjadi lebih mudah dari seharusnya. Saya juga tidak mengerti bagaimana itu terjadi. Ketika saya melihat ke depan, saya langsung tahu apa yang akan dia lakukan dan ke mana dia berlari,” ucapnya.

Sejak Saka menepi, posisi sayap kanan diambil alih bergantian oleh Martinelli dan Ethan Nwaneri. Perubahan struktur trisula lini depan Arsenal dalam formasi 4-3-3 akan segera terjadi. Saka kembali ke sisi kanan, sementara Martinelli menggantikan Leandro Trossard di sisi kiri.

Nwaneri yang menjadi ”buah bibir” belakangan ini hampir pasti kembali ke bangku cadangan. Pemain 18 tahun itu akan melapisi dua pemain sekaligus, Saka dan Odegaard. Adapun dia berposisi asli sebagai gelandang serang, tetapi mampu tampil apik saat beperan mengisi kekosongan Saka di sayap.

Pemain Tottenham Hotspur Son Heung-min (kiri) menggiring bola dengan diadang oleh pemain Arsenal Ben White pada laga Liga Inggris di London, Sabtu (15/9/2024). Arsenal memenangi laga dengan skor 1-0.

Situasi itu sekaligus menambah ketidakpastian nasib pemain pinjaman Raheem Sterling. Dia sempat tampil apik saat menyumbang dua asis dalam laga babak 16 besar Liga Champions versus PSV, medio Maret. Sebelum dia mendapat kesempatan tampil lagi, Saka sudah kembali ke skuad.

Kembalinya Saka juga mungkin berpengaruh pada rotasi bek sayap. White baru bermain sekali sebagai starter, versus PSV, setelah kembali dari cedera lutut selama tiga bulan. Sebelum itu, dia hanya tampil sebagai kameo dalam tiga laga dengan total 22 menit.

White berpotensi mendapat lebih banyak menit pada sisa musim. Beban terhadap Jurrien Timber yang sudah tampil 40 kali pada musim ini bisa sedikit berkurang. Adapun Timber mendapatkan beban bermain sangat banyak pada musim pertama setelah sembuh dari cedera ligamen lutut.

Terlepas dari rotasi yang bisa diprediksi, ada tanda tanya yang belum bisa terbaca jawabannya saat ini. Apakah Saka bisa langsung kembali ke performa terbaik setelah mengalami cedera terpanjang dalam kariernya? Teka-teki itu akan menentukan nasib Arsenal pada akhir musim. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata