Ayatollah Ali Khamenei yang terbunuh dalam serangan AS-Isarel merupakan penentang utama AS.
01 Mar 2026 12:59 WIB · Internasional
AP/Hasan Sarbakhshian
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Kediamannya di Teheran dihujani puluhan bom, Sabtu (28/2/2026). Seperti apa sosoknya dan bagaimana suksesi kepemimpinan Iran setelah kematiannya?
Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengonfirmasi kematian Khamenei. Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari atas gugurnya pemimpin berusia 86 tahun itu.
”Ayatollah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, gugur setelah diserang oleh rezim zionis (Israel) dan AS pada Sabtu pagi,” tulis laporan IRNA, Minggu (1/3/2026).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/01/e3a0397f078c5b0c6ca45bcdec0f65e5-AP17130567112364.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/01/7e814c17fb5092b2458eb774c56102c2-AP07060402966.jpg)
Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad yang terletak di timur laut Iran. Ia anak kedua dari Javad Khamenei, pemimpin terkemuka Muslim yang hidup dalam kesederhanaan. Keluarganya pertama kali menetap di Tabriz, sebelah barat laut Iran, sebelum pindah ke Mashhad.
Dilansir dari kantor berita Al Jazeera, Khamenei memulai studinya pada usia 4 tahun untuk belajar alfabet dan Al-Quran di maktab, sekolah tingkat pertama. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di sekolah teologi di Mashhad.
Khamenei mempelajari logika, filsafat, dan yurisprudensi Islam selama lima tahun di sekolah agama Soleiman Khan dan Nawwab. Setelah itu ia menempuh pendidikan tingkat lanjut yang disebut darse kharij dengan ulama dan pengajar terkemuka, seperti Ayatollah Milani. Pada tahun-tahun berikutnya ia melanjutkan studi di pusat-pusat pendidikan tinggi Syiah yang lebih bergengsi di Najaf dan Qom.
Di Kota Qom itulah ia belajar dan menjalin hubungan dekat dengan sejumlah ulama besar, termasuk Ayatollah Ruhollah Khomeini. Kala itu, Khomeini sangat populer di kalangan pelajar muda karena sikapnya yang menentang Shah Mohammad Reza Pahlavi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/02/11/1131027d-c7c9-4cc8-b5fb-59674eeff8f8.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/01/bb2dc6f7-c411-4b3e-b556-557c58df2d7a.jpg)
Pahlavi digulingkan dalam revolusi Iran pada 1979. Khomeini kemudian mendirikan Republik Islam Iran. Ia memimpin negara itu hingga akhir hayatnya pada 1989.
Setelah Khomeini wafat, Khamenei ditunjuk oleh Majelis Ahli sebagai penggantinya. Sejak saat itu, ia pun menjadi pemimpin tertinggi Iran. Sebelumnya, ia salah satu pemimpin Iran selama perang melawan Irak pada 1980-an.
Pada awal masa jabatannya sebagai pemimpin tertinggi, Khamenei membangun kembali negaranya yang hancur akibat perang delapan tahun dengan Irak. Lebih dari satu juta orang diperkirakan tewas dalam perang itu. Ekonomi hancur berantakan.
Khamenei kemudian mengembangkan hubungan dekat dengan Pengawal Revolusi atau Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Korps ini salah satu loyalis utamanya. Dari IRGC pula ia mendapatkan pemahaman langsung tentang realitas perang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/10/14/e79aed88-becc-4115-bec8-783fe50d8c67.jpg)
Profesor madya bidang antropologi dan studi Timur Tengah di Universitas John Hopkins, AS, Narges Bajoghli, mengatakan, Khamenei merupakan pemimpin yang dibentuk dalam perang Iran-Irak. Hal itu membangun pandangannya tentang politik domestik dan luar negeri.
”Setelah menjadi pemimpin tertinggi, ia fokus pada pembangunan aparat militer dan paramiliter untuk pengepungan, untuk perlawanan terus-menerus,” katanya.
Khamenei merupakan salah satu penentang utama AS di panggung politik internasional. Ia menolak pengaruh AS dan Barat di Timur Tengah. Ia berulang kali memperingatkan, intervensi militer AS di Iran akan menimbulkan konsekuensi besar.
Dalam beberapa waktu terakhir, AS meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah. Selain mengerahkan sejumlah pesawat tempur, AS juga mengirimkan dua kapal induk, yaitu USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford.
Setelah Ali Khamenei tewas, penggantinya masih sulit diprediksi. Apalagi, serangan AS-Israel juga menewaskan sejumlah tokoh senior dan petinggi IRGC.
Hal ini terjadi di tengah berlangsungnya negosiasi nuklir AS-Iran yang dimediasi Oman. AS dan Israel menuding Iran ingin mengembangkan senjata nuklir. Bahkan, kedua negara ini juga menekan Iran untuk membatasi rudal balistiknya. Iran berulang kali membantah tudingan tersebut.
Pada pekan lalu, Khamenei memperingatkan AS mengenai peningkatan kekuatan militernya di sekitar negaranya. ”Tentu saja, kapal induk adalah mesin yang berbahaya. Namun, yang lebih berbahaya daripada itu adalah senjata yang mampu menenggelamkannya ke dasar laut,” katanya.
Setelah Khamenei tewas, penggantinya masih sulit diprediksi. Apalagi, serangan AS-Israel juga menewaskan sejumlah tokoh senior dan petinggi IRGC. Dalam praktiknya, pilihan kemungkinan akan dibuat oleh tokoh-tokoh senior Iran dan kemudian disetujui oleh Majelis Ahli.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/01/efdde894e1d28ae51a2e8e1d11809eec-Untitled_1.jpg)
IRGC merupakan basis loyalis Khamenei. Tidak seperti militer biasa yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Iran, IRGC bertanggung jawab langsung kepada pemimpin tertinggi Iran. Namun, Komandan IRGC Mohammed Pakpour juga tewas dalam serangan AS-Israel.
Sejauh ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dinyatakan dalam kondisi aman. Ia secara luas dipandang sebagai reformis. Presiden merupakan pejabat tertinggi kedua di Iran yang bertindak sebagai kepala pemerintahan untuk menangani administrasi harian, kebijakan ekonomi, dan melaksanakan dekrit pemimpin tertinggi.
Pezeshkian adalah orang yang memerintahkan dimulainya negosiasi nuklir dengan AS. Namun, ia menekankan, negosiasi itu harus berjalan secara adil dan setara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/02/232ed684d4c4a4cb8b9f210d90facbf8-Iran.jpg)
Salah satu orang kepercayaan Khamenei adalah penasihatnya untuk kebijakan luar negeri, yaitu Kamal Kharazi. Ia banyak memberikan masukan selama perundingan nuklir baru-baru ini dengan AS.
Mantan diplomat tersebut sebelumnya mewakili Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia telah memegang berbagai jabatan pemerintahan, diplomatik, dan akademisi.
Dalam garis keturunan Khamenei juga terdapat sosok yang cukup berpengaruh, yaitu putra keduanya, Mojtaba Khamenei. Ia memiliki hubungan dekat dengan IRGC. Mojtaba bertugas di angkatan bersenjata selama perang Iran-Irak dan disebut memiliki pengaruh di balik layar sebagai penjaga kekuasaan ayahnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/23/e235f35c-3170-4e2f-bb27-c9e72995c8a4.jpg)
Tokoh berpengaruh lainnya adalah imam shalat Jumat Teheran Ahmad Khatami. Ia termasuk dalam Dewan Penjaga Iran yang beranggotakan 12 orang. Khatami dikenal sebagai sosok yang setia kepada Khamenei.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kematian Khamenei. Ia bersumpah tidak akan menghentikan serangan sampai pemerintahan republik Islam tersebut jatuh. ”Ini kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” katanya.
(Reuters/AFP)
Penulis:
Tatang Mulyana SinagaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Nur Adji