PIALA DUNIA 2026

Karakter ”Antiviking” Norwegia di Balik Dominasi Perancis

Norwegia memilih bermain aman saat ditaklukkan Perancis 1-4. Mereka merelakan status juara grup karena ingin realistis dalam Piala Dunia pertama mereka sejak 1998.

27 Jun 2026 08:18 WIB · Olahraga

AP Photo/Mark Stockwell

Oleh Kelvin Hianusa

FOXBOROUGH, JUMAT — Skuad dan pendukung Norwegia selalu bangga menunjukkan ciri khas sebagai bangsa Viking di sepanjang Piala Dunia 2026. Namun, karakter pemberani dari kelompok pelaut area Skandinavia zaman pertengahan itu tidak tecermin pada laga terakhir Grup I.

Skenario pertemuan dua striker tertajam sedunia, Erling Haaland (Norwegia) dan Kylian Mbappe (Perancis), batal terwujud di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, AS, Sabtu (27/6/2026). Norwegia menyerah sebelum bertanding dengan menarik sepuluh pemain utama dari laga terakhir.

Quote

Kami bukan negara naif yang hanya datang ke sini untuk bersenang-senang. Kami mau bertahan sepanjang mungkin yang kami mampu.

Pelatih Norwegia Stale Solbakken mencadangkan para pemain terbaik, termasuk Haaland dan gelandang Martin Odegaard. Hanya satu pemain yang bertahan dari laga versus Senegal, yaitu bek sayap Fredrik Aursnes. Perancis yang turun dengan kekuatan penuh pun menang mudah 4-1 dan menjadi juara grup.

France's Ousmane Dembele, left, vies for the ball with Norway's Fredrik Andre Bjoerkan during the World Cup Group I soccer match between Norway and France in Foxborough, Mass., near Boston, Friday, June 26, 2026. (AP Photo/Martin Meissner)

”Keputusan itu mudah. Kami menyimpulkan setelah laga versus Senegal, sebanyak lima sampai enam pemain terpengaruh setelah tampil 80 menit. Satu-satunya pertimbangan adalah penggemar. Mereka pasti ingin melihat Erling dan Martin, tetapi keputusan kami sudah bulat,” ujar Solbakken.

Sikap itu tidak sesuai dengan label bangsa Viking yang ditunjukkan para pemain dan pendukung sejak awal turnamen. Mereka sering memperagakan gerakan mendayung yang disebut ”Viking Row”, termasuk setelah kemenangan atas Senegal yang meloloskan mereka ke fase gugur.

Bangsa Viking terkenal kejam dan tidak punya rasa takut. Mereka adalah kelompok penjajah paling ditakuti pada abad ke-8 sampai ke-11. Skuad Norwegia tidak memperlihatkan itu di Foxborough. Tim asuhan Solbakken bermain aman dengan memilih lolos sebagai peringkat kedua Grup I.

Terlepas dari persona itu, Solbakken sebenarnya hanya mencoba realistis. Norwegia tidak punya urgensi lebih untuk menang karena sudah dipastikan lolos. Mereka juga dipastikan bertemu dengan Pantai Gading jika berstatus runner-up. Calon lawan mereka di 32 besar itu bukan tim unggulan.

Juara Grup I justru masih harus menunggu kepastian lawan, antara bertemu peringkat ketiga dari Grup F dan G. Norwegia diuntungkan karena bisa mempelajari lawan lebih dulu dan memulihkan kondisi para pemain kunci. Adapun laga selanjutnya hanya berselang tiga hari.

Norwegia benar-benar tidak ingin membuang kesempatan untuk berbicara banyak setelah absen 28 tahun di Piala Dunia. ”Kami bukan negara naif yang hanya datang ke sini untuk bersenang-senang. Kami mau bertahan sepanjang mungkin yang kami mampu,” jelas Solbakken.

France's Desire Doue (20) celebrates after scoring his side's fourth goal during the World Cup Group I soccer match between Norway and France in Foxborough, Mass., near Boston, Friday, June 26, 2026. (AP Photo/Charles Krupa)

Saat Norwegia bermain aman, Perancis mempertontonkan mentalitas dan kualitas tim calon juara. ”Si Biru” mengganti beberapa pemain, tetapi tetap datang untuk menang dengan menurunkan para bintang, seperti Mbappe dan Ousmane Dembele.

Perancis sekaligus menegaskan, mereka lebih dari sekadar seorang Mbappe. Dembele menjadi pahlawan teranyar tim dengan menciptakan trigol hanya dalam 32 menit awal. Pemenang Ballon d’Or 2025 itu kini sudah mencetak empat gol di sepanjang turnamen, sama dengan catatan Mbappe.

Dembele sering dikritik sebelumnya karena minim kontribusi di turnamen besar. Dia datang ke edisi kali ini dengan catatan tanpa gol setelah 10 penampilan di dua Piala Dunia. Meskipun begitu, dia tidak lagi sama setelah kesuksesan bersama Paris Saint-Germain belakangan ini.

Koneksi trio PSG terlihat jelas di kubu Perancis. Selain Dembele, ada Desire Doue dan Bradley Barcola yang mewakili klub raksasa Perancis itu. Doue menyumbang gol terakhir Perancis ke gawang Norwegia, sementara Barcola merupakan pemberi asisnya.

Menurut Asisten Pelatih Guy Stephan, para pemain PSG membawa atmosfer berbeda. ”Mereka adalah pemain yang tidak berhenti menang dalam dua tahun terakhir. Mereka bisa mencetak gol dan menciptakan peluang. Itu menjadi nilai tambah kami,” katanya.

Stephan menggantikan sementara Pelatih Kepala Didier Deschamps yang berhalangan hadir karena kepergian sang ibu. Deschamps akan kembali memimpin latihan tim pada keesokan hari. Perancis kemungkinan besar akan berhadapan dengan Swedia di babak 32 besar.

Pada laga lain Grup I, Senegal menang besar 5-0 atas Irak. Senegal pun merangkak dari juru kunci untuk menempati peringkat ketiga. Sadio Mane dan rekan-rekan masih menjaga kans lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik.

(AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji